Internasional
Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat India Dapat Kompensasi Rp1,9 Miliar
Keluarga korban kecelakaan pesawat Air India akan menerima kompensasi sebesar Rp1,9 miliar dari Tata Group.
MPN Indonesia 14 Juni 2025 - Keluarga korban kecelakaan pesawat Air India yang terjadi di Ahmedabad akan menerima kompensasi sebesar 10 juta rupee India atau sekitar Rp1,9 miliar dari Tata Group.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Chairman Tata Sons, N Chandrasekaran, setelah insiden tragis yang menimpa penerbangan Air India AI-171 pada Kamis (12/6).
Pesawat Boeing 787-8 yang membawa 242 orang itu jatuh di kawasan permukiman dekat bandara Ahmedabad, menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka.
“Tata Group akan memberikan 1 crore rupee India (10 juta rupe India) kepada keluarga setiap orang yang kehilangan nyawa dalam tragedi ini. Kami juga akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi yang terluka dan memastikan mereka menerima semua perawatan serta dukungan yang diperlukan,” kata Chandrasekaran, dikutip MPN Indonesia dari Indian Express.
Selain itu, Tata Group juga berkomitmen membantu perbaikan asrama B J Medical yang rusak akibat kecelakaan tersebut.
Air India Sampaikan Duka Cita
CEO Air India, Campbell Wilson, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tersebut.
Ia mengatakan bahwa tim Air India bekerja tanpa henti untuk mendukung keluarga korban, kru, serta para penyelidik di lokasi kejadian.
“Kami secara aktif bekerja sama dengan pihak berwenang dalam semua upaya tanggap darurat. Tim khusus dari Air India juga telah dikirim ke Ahmedabad untuk memberikan dukungan tambahan,” ujar Wilson.
Kronologi Kecelakaan Penerbangan AI-171
Pesawat Air India dengan nomor registrasi VT-ANB itu sedang mengoperasikan penerbangan AI-171 dari Ahmedabad menuju London Gatwick.
Ini merupakan kecelakaan pesawat wide-body pertama yang dialami maskapai India dalam empat dekade terakhir, sekaligus menjadi kecelakaan pertama yang melibatkan pesawat Boeing 787 secara global.
Menurut data pelacakan penerbangan, sinyal pesawat hilang pada ketinggian hanya 625 kaki, beberapa saat setelah lepas landas.
Pesawat kemudian turun dengan kecepatan vertikal 475 kaki per menit hingga akhirnya jatuh.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara India (DGCA) mengonfirmasi bahwa pilot sempat mengirimkan panggilan darurat (Mayday) kepada pengawas lalu lintas udara di Bandara Ahmedabad sebelum kecelakaan terjadi.
Rekaman CCTV di dekat landasan memperlihatkan detik-detik terakhir pesawat tersebut. Dalam video, pesawat terlihat lepas landas dan naik hingga detik ke-29.
Namun, mulai detik ke-30, pesawat tampak berbelok ke kiri dan dalam dua detik berikutnya mulai kehilangan ketinggian.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
