Internasional
Mesir Deportasi Puluhan Aktivis Pro-Palestina Jelang Aksi Global March to Gaza
Mesir deportasi puluhan aktivis pro-Palestina jelang Global March to Gaza, picu kritik atas pembatasan solidaritas dan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
MPN Indonesia 15 Juni 2025 - Pemerintah Mesir mendeportasi lebih dari tiga lusin aktivis pro-Palestina yang berencana mengikuti konvoi internasional menuju perbatasan Gaza.
Deportasi ini dilakukan menjelang pelaksanaan Global March to Gaza, sebuah aksi solidaritas global yang menyerukan diakhirinya blokade Israel terhadap Gaza dan mendesak pengiriman bantuan kemanusiaan.
Sebagian besar aktivis yang ditahan berasal dari Eropa dan ditangkap setibanya di Bandara Internasional Kairo.
Mereka sempat ditahan di bandara dan hotel sekitar Kairo untuk diinterogasi sebelum akhirnya dipulangkan.
Dikutip MPN Indonesia melalui laman Aljazeera pada Kamis (12/6), seorang pejabat Mesir menyatakan bahwa para aktivis tersebut mencoba masuk ke wilayah Sinai Utara “tanpa memperoleh otorisasi yang diperlukan.”
Pejabat tersebut tak disebutkan namanya karena tidak berwenang memberi keterangan resmi kepada media.
Tujuan Aksi dan Sikap Mesir
Global March to Gaza dijadwalkan tiba di perbatasan Rafah pada Jumat (14/6), melibatkan ribuan peserta dari berbagai negara.
Aksi ini bertujuan menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza yang terisolasi akibat blokade berkepanjangan oleh Israel.
Namun, otoritas Mesir mengambil langkah represif dengan menahan dan mendeportasi para aktivis sebelum mereka dapat bergabung dalam aksi.
Sejumlah aktivis yang dideportasi mengaku tidak diberi kesempatan menjelaskan tujuan damai mereka atau mengajukan izin secara formal.
Pihak Mesir menegaskan bahwa setiap orang yang hendak memasuki wilayah Sinai, apalagi dalam jumlah besar, harus memperoleh izin karena sensitivitas geopolitik kawasan tersebut.
Blokade Gaza dan Kondisi Kemanusiaan
Blokade Israel terhadap Gaza telah berlangsung sejak 2007, menyebabkan keterbatasan parah terhadap akses kebutuhan dasar dan layanan medis.
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi semakin memburuk akibat serangan udara Israel yang menewaskan puluhan warga sipil, termasuk setidaknya 52 korban jiwa dalam satu hari serangan.
Kondisi ini menuai kecaman dari berbagai negara dan mendorong seruan internasional untuk penyelidikan dugaan kejahatan perang.
Konvoi Global March to Gaza hadir sebagai respons terhadap penderitaan tersebut, menyuarakan solidaritas global dan desakan agar bantuan kemanusiaan dapat segera masuk ke Gaza.
Aktivisme Internasional dan Hambatan Otoritas
Global March to Gaza bukan merupakan upaya pertama yang mencoba menembus blokade Gaza.
Sebelumnya, berbagai organisasi telah menggelar konvoi darat maupun laut untuk membawa bantuan, namun seringkali dihalangi oleh otoritas negara transit.
Mesir, sebagai negara tetangga langsung Gaza, memainkan peran penting dalam mengizinkan atau membatasi jalur masuk bantuan ke wilayah Palestina.
Langkah pemerintah Mesir mencegah konvoi ini memicu kritik karena dianggap memperkuat isolasi terhadap Gaza, meski pemerintah berdalih bahwa tindakan diambil demi menjaga stabilitas wilayah Sinai.
Para aktivis yang dideportasi menyatakan tetap berkomitmen pada perjuangan Palestina dan akan melanjutkan kampanye dari luar Mesir, menyerukan tekanan global untuk menghentikan blokade serta mendorong penyelidikan atas pelanggaran hak asasi manusia di Gaza.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
