Internasional
Kisah Heroik Satpam Masjid di AS Selamatkan Nyawa Jemaah saat Ada Penembakan Massal
Penembakan di masjid San Diego, AS, menewaskan tiga orang termasuk satpam Amin Abdullah yang disebut menyelamatkan banyak jemaah.
MPN Indonesia 22 Mei 2026 - Penembakan oleh dua remaja berusia 17 dan 18 di sebuah masjid di San Diego, California, Amerika Serikat, yang terjadi pada Senin (18/5) waktu setempat menewaskan tiga orang, termasuk seorang satpam bernama Amin Abdullah.
Amin Abdullah diketahui meninggal usai terlebih dulu membantu mengevakuasi para jemaah yang berada di masjid.
“Tindakannya tanpa diragukan lagi berhasil memperlambat, mengalihkan perhatian, dan akhirnya mencegah kedua pelaku untuk masuk ke area yang lebih luas di dalam masjid, di mana sekitar 140 anak berada hanya sekitar 15 kaki dari mereka,” kata Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, dikutip MPN Indonesia melalui The Guardian pada Jumat (22/5).
Scott menyatakan bahwa tanpa tindakan Amin Abdullah, jumlah korban bisa lebih besar.
“Sayangnya, ia meninggal dalam baku tembak tersebut,” tambahnya.
Kronologi Peristiwa
Peristiwa ini bermula ketika kedua pelaku memasuki area Islamic Center of San Diego dan langsung melepaskan tembakan.
Di dalam masjid yang saat itu tengah dipadati jemaah, termasuk anak-anak, Abdullah segera mengidentifikasi ancaman dan melakukan respons awal dengan menghadapi pelaku.
“Kedua pelaku sempat berlari melewati Abdullah, dan Abdullah segera menyadari adanya ancaman terhadap semua orang di masjid,” jelas Scott.
Beberapa blok dari lokasi kejadian, kedua pelaku akhirnya ditemukan tewas dengan dugaan luka tembak yang mereka lakukan sendiri.
Identitas Korban
Tiga korban dalam penembakan di masjid tersebut terdiri dari satu satpam dan dua warga sipil.
Amin Abdullah (51) disebut sebagai petugas keamanan yang tengah bertugas dan juga seorang ayah dari delapan anak.
Korban lainnya adalah Mansour Kaziha (78), yang disebut sebagai tokoh senior dan salah satu pendiri Islamic Center, serta Nadir Awad (57), seorang warga yang tinggal di seberang masjid.
Penyelidikan kasus ini terus dilakukan oleh FBI dan kepolisian setempat dengan fokus pada kemungkinan motif kebencian.
Abdullah Dikenang sebagai Sosok Ramah
Direktur Islamic Center of San Diego, Imam Taha Hassane, menyebut para korban sebagai “saudara seiman”.
Ia menggambarkan Abdullah sebagai sosok yang selalu ramah dan tersenyum kepada jemaah.
Ia juga menyatakan bahwa tanpa tindakan Abdullah, situasi dapat berkembang lebih buruk di dalam masjid San Diego.
“Jika bukan karena dia, seperti yang disebutkan oleh ketua (Scott), pembantaian akan jauh lebih buruk,” kata Hassane.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
