Connect with us

Internasional

Menlu AS Sebut Operasi Epic Fury Berakhir, Perang Lawan Iran Selesai?

Marco Rubio menyebut Operasi Epic Fury selesai setelah tujuan utama tercapai. Iran masih mempertimbangkan proposal damai dari Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Menlu AS Sebut Operasi Epic Fury Berakhir, Perang Lawan Iran Selesai
Menlu AS Sebut Operasi Epic Fury Berakhir, Perang Lawan Iran Selesai. Gambar: Reuters/Kylie Cooper

MPN Indonesia 7 Mei 2026 - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Selasa (5/5) waktu setempat mengumumkan bahwa Operasi Epic Fury, operasi militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran, telah berakhir karena tujuan utamanya diklaim telah tercapai.

Pernyataan itu disampaikan Rubio dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, hampir sebulan setelah pengumuman gencatan senjata pada 8 April lalu.

Operasi tersebut dilancarkan untuk melumpuhkan program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan dalam konflik internasional ini.

“Operasi itu sudah selesai, Epic Fury. Kami telah mencapai tujuan operasi itu. Sekarang kita beralih ke Project Freedom. Kami tidak mendukung terjadinya situasi tambahan. Kami lebih memilih jalan perdamaian. Yang diinginkan presiden adalah kesepakatan,” kata Rubio.

“(Project Freedom) bukan operasi ofensif, ini adalah operasi defensif. Artinya sangat simpel, tidak akan ada penyerangan kecuali kita diserang lebih dahulu,” sambung dia.

Rubio menambahkan bahwa kemampuan Iran untuk melanjutkan program nuklirnya telah dilumpuhkan.

“Kemampuan mereka untuk membangun perisai di balik apa pun untuk menyembunyikan program nuklir mereka telah musnah. Itu adalah pencapaian yang sangat besar. Dan itulah tujuan operasi ini sejak hari pertama,” kata Rubio.

Trump Beri Pernyataan Berbeda

Meskipun Rubio menyatakan operasi telah berakhir, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan yang berbeda.

Dikutip MPN Indonesia melalui Al Jazeera pada Kamis (7/5), Trump menulis bahwa Epic Fury akan berakhir jika Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati.

Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan, “pemboman akan dimulai, dan sayangnya, akan terjadi pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya”.

Baca Juga:  Donald Trump Sebut PM Inggris akan Mengundurkan Diri dari Jabatan

Trump sebelumnya menyatakan telah terjadi pembicaraan yang sangat baik dengan Iran dalam 24 jam terakhir.

Dikutip MPN Indonesia melalui BBC, dalam pernyataannya kepada Partai Republik di Negara Bagian Georgia, ia mengatakan perang akan segera berakhir dan menegaskan bahwa tujuannya adalah mengakhiri ambisi nuklir Teheran.

Perbedaan pernyataan antara Rubio dan Trump muncul di tengah laporan mengenai proposal nota kesepahaman 14 poin antara Amerika Serikat dan Iran.

Kantor berita Axios melaporkan bahwa Gedung Putih menyebut hampir tercapai kesepakatan yang dapat menjadi kerangka kerja untuk negosiasi nuklir lebih rinci.

Ketentuan yang disebutkan di antaranya adalah penghentian pengayaan nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan pemulihan transit bebas melalui Selat Hormuz.

Respons Iran

Iran menyatakan proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang masih dipertimbangkan.

“Usulan Amerika masih ditinjau oleh Iran dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan,” ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).

Ebrahim Rezaei, Juru Bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran juga menyampaikan pandangannya di sosial media.

“Amerika tidak akan mendapatkan apa pun dalam perang yang mereka kalahkan yang belum mereka peroleh dalam negosiasi tatap muka,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia melalui akun X @EbrahimRezaei14.

Ia juga menyatakan bahwa Iran telah siap menembak dan memperingatkan bahwa jika AS tidak menyerah dan memberikan konsesi yang diperlukan, Iran akan memberikan respons yang keras dan akan menimbulkan penyesalan.

Pernyataan Benjamin Netanyahu

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan terdapat koordinasi penuh antara dirinya dan Trump terkait Iran.

“Tidak ada hal yang mengejutkan. Kita memiliki tujuan bersama, dan tujuan terpenting adalah pemindahan semua material yang diperkaya dari Iran dan pembongkaran kemampuan pengayaan uranium Iran,” katanya, dikutip MPN Indonesia melalui BBC.

(ADN/NID/RAD)

Baca Juga:  Wanita Asal Indonesia, Malea Emma Nyanyikan Lagu Kebangsaan Amerika Serikat Jelang Pertandingan NBA

Trending