Internasional
“Neraka Bocor” di Spanyol Tewaskan 1.180 Orang
Spanyol dilanda gelombang panas ekstrem yang menyebabkan 1.180 kematian dalam kurun waktu dua bulan, mulai dari Mei hingga Juli.
MPN Indonesia 17 Juli 2025 - Spanyol dilanda fenomena alam berupa gelombang panas ekstrem yang menyebabkan 1.180 kematian dalam kurun waktu dua bulan, mulai dari 16 Mei hingga 13 Juli 2025.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Spanyol pada Senin (14/7), yang mencatat mayoritas korban jiwa berusia di atas 65 tahun, dengan lebih dari separuhnya merupakan perempuan.
Gelombang panas yang melanda beberapa wilayah di utara Spanyol ini dikaitkan dengan peningkatan suhu yang ekstrem dan tak biasa terjadi sebelumnya.
Wilayah yang paling terdampak oleh cuaca ekstrem ini antara lain:
- Galicia
- La Rioja
- Asturias
- Cantabria
Keempat wilayah tersebut secara geografis berada di bagian utara Spanyol dan secara historis dikenal memiliki suhu musim panas yang lebih sejuk.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini mengalami lonjakan suhu secara drastis, yang turut memicu dampak fatal bagi penduduk rentan, terutama lansia.
Menurut data dari Carlos III Health Institute yang dikutip oleh Kementerian Lingkungan, jumlah kematian akibat suhu panas meningkat tajam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencatat 114 kematian akibat suhu panas.
“Data tersebut menunjukkan peristiwa dengan intensitas luar biasa, yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata yang belum pernah terjadi sebelumnya dan peningkatan signifikan angka kematian akibat gelombang panas,” jelas pernyataan resmi kementerian, dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Kamis (17/7).
Peringatan Suhu Tinggi dan Angka Kematian Lain
Selama periode dua bulan tersebut, Spanyol mencatat total 76 peringatan merah akibat suhu panas ekstrem.
Padahal di tahun sebelumnya, pada periode yang sama, tidak ada satu pun peringatan merah yang dikeluarkan.
Suhu udara dilaporkan sering melampaui angka 40 derajat Celsius, yang mencerminkan meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem di negara tersebut.
Dalam laporan lain yang dipublikasikan pada Rabu (9/7), mengutip Reuters, disebutkan bahwa sekitar 2.300 orang meninggal akibat panas di 12 kota di Eropa dalam sepuluh hari hingga (2/7).
Namun, belum jelas apakah studi tersebut menggunakan metodologi yang sama dengan data yang dirilis oleh pemerintah Spanyol.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
