Connect with us

Internasional

Israel Gempur Damaskus, Serang Markas Pertahanan Suriah dan Istana Presiden

Israel lancarkan serangan udara ke Damaskus, Suriah. Markas Kementerian Pertahanan dan area dekat istana presiden jadi target.

Logompn

Published

on

Israel gempur damaskus, serang markas pertahanan suriah dan istana presiden
Israel Gempur Damaskus, Serang Markas Pertahanan Suriah dan Istana Presiden. Gambar : AFP/Rami Al Sayed

MPN Indonesia 17 Juli 2025 - Israel melancarkan serangan udara ke Damaskus pada Rabu (16/7), menyasar markas besar Kementerian Pertahanan Suriah dan wilayah sekitar istana kepresidenan.

Aksi ini menambah ketegangan di tengah konflik antara pasukan pemerintah Suriah dan milisi Druze di Suwayda, wilayah selatan negara tersebut.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 34 lainnya.

Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Suriah, seperti dikutip MPN Indonesia dari kantor berita SANA.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan dalam unggahan di platform X, “Peringatan di Damaskus telah berakhir, kini saatnya pukulan menyakitkan datang.”

Ia menegaskan Israel akan terus menyerang kekuatan bersenjata di Suwayda hingga pasukan tersebut mundur sepenuhnya.

Jurnalis Al Jazeera, Zeina Khodr, melaporkan situasi di lokasi, “Kami menyaksikan serangan datang satu demi satu di jantung ibu kota Suriah,” seraya menambahkan bahwa kehadiran pesawat tempur Israel di langit “menyebabkan kepanikan.”

Akar Konflik dan Gagalnya Gencatan Senjata

Konflik antara milisi Druze dan pasukan pemerintah Suriah di Suwayda meletus akhir pekan lalu.

Ketegangan dipicu oleh penculikan seorang pedagang Druze oleh kelompok bersenjata Bedouin.

Kekerasan ini menyebabkan lebih dari 70 korban jiwa dan 200 orang luka-luka menurut laporan Al Jazeera.

Namun, versi berbeda disampaikan Syrian Observatory for Human Rights, yang mencatat 250 korban tewas, termasuk empat anak, lima perempuan, dan 138 anggota pasukan keamanan.

Pemerintah Suriah sempat mengumumkan gencatan senjata pada Selasa (15/7), namun kesepakatan itu runtuh dalam waktu singkat.

Kementerian Pertahanan Suriah menyalahkan kelompok “di luar hukum” atas pelanggaran gencatan dan mengklaim hanya membalas tembakan, sembari membuka jalur evakuasi bagi warga sipil.

Baca Juga:  Netanyahu Terima Usulan Gencatan Senjata dari AS

Sheikh Yousef Jarbou, pemimpin agama Druze, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan bertujuan “menghentikan semua operasi militer di Suwayda oleh semua pihak” dan “mengintegrasikan Suwayda sepenuhnya ke dalam negara Suriah.”

Aksi di Perbatasan Golan dan Respons Internasional

Ketegangan turut menyebar ke wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Ratusan warga Druze dari Israel berkumpul di perbatasan, bahkan sebagian menyeberang ke Suriah untuk memberikan dukungan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengimbau komunitas Druze di Israel untuk kembali ke rumah.

Ia memperingatkan, “Kalian dapat diculik, dibunuh, dan merusak upaya [militer Israel].”

Menurut laporan penyiar publik Kan, Israel telah menyerang hampir 160 target di Suriah sejak Selasa malam, sebagian besar di wilayah Suwayda.

Militer Israel juga memperkuat posisi di perbatasan dan menyatakan operasi akan terus dilakukan demi menjamin keamanan warga sipil Israel.

Berbagai negara memberikan tanggapan. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengecam serangan udara Israel di Suwayda, Daraa, dan Damaskus.

Pemerintah Türkiye menyebut tindakan Israel sebagai “sabotase terhadap upaya perdamaian dan stabilitas di Suriah.”

Tuduhan Kejahatan Perang dan Sikap Pemerintah Suriah

Pemerintah baru Suriah di bawah pimpinan Ahmed al-Sharaa mengecam serangan Israel sebagai upaya menciptakan kekacauan.

Serangan terhadap infrastruktur militer dan pemukiman sipil menimbulkan dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional dan kejahatan perang, mengingat jatuhnya korban sipil.

Amerika Serikat menyampaikan keprihatinan terhadap situasi tersebut.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa kekerasan yang meningkat di wilayah selatan merupakan ancaman langsung terhadap upaya membangun Suriah yang damai dan stabil.

Pemerintah AS disebut tengah berdiskusi dengan berbagai pihak terkait untuk menghentikan konflik.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending