Connect with us

Internasional

Pemukim Israel Bakar Masjid hingga Serang Rumah Warga Palestina

Pemukim Israel dilaporkan membakar dua masjid, rumah, kendaraan, lahan, dan alat berat milik warga Palestina di Tepi Barat.

Logompn

Published

on

Pemukim Israel Bakar Masjid hingga Serang Rumah Warga Palestina
Pemukim Israel Bakar Masjid di West Bank, Palestina. Gambar: AP/Leo Correa

MPN Indonesia 27 Juli 2026 - Pemukim Israel membakar dua masjid serta menyerang rumah, pekerja, kendaraan, lahan pertanian, dan fasilitas usaha milik warga Palestina di sejumlah wilayah West Bank (Tepi Barat) yang diduduki pada Minggu dini hari (26/7) waktu setempat.

Serangan di Qusra, Kour, Beit Furik, dan Ein Samiya dilakukan dengan membakar dan merusak properti, menganiaya warga, serta mencoretkan grafiti bernada balas dendam setelah bentrokan di Desa Tell pada Jumat (24/7) yang menewaskan empat warga Palestina dan dua warga Israel.

Wali Kota Qusra Abdel Azim Wadi mengatakan kelompok pemukim menyerbu bagian selatan kota yang terletak di selatan Nablus dan membakar Masjid Al-Rahma yang masih dalam proses pembangunan.

“Api menghancurkan pintu masuk masjid dan merusak bangunan batunya,” kata Wadi, dikutip MPN Indonesia melalui ABS CBN pada Senin (27/7).

Kebakaran tersebut juga menghanguskan material kayu dan sejumlah peralatan konstruksi di lokasi.

Wadi mengatakan para penyerang mencoretkan grafiti berbahasa Ibrani, termasuk kata “balas dendam” pada dinding masjid.

Militer Israel menyatakan pasukan dikerahkan ke pinggiran Qusra setelah menerima laporan mengenai pembakaran tersebut.

“Para tentara mencari tersangka yang melarikan diri sebelum kedatangan mereka dan mengidentifikasi tanda-tanda pembakaran dan grafiti di tempat kejadian,” kata militer Israel.

Polisi Israel disebut akan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti.

Serangan Meluas ke Kour, Beit Furik, dan Ein Samiya

Dalam insiden terpisah, pemukim Israel membakar sebuah masjid di Desa Kour, dekat Tulkarem.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina melaporkan para pelaku juga menuliskan slogan bernada rasis pada dinding bangunan.

Baca Juga:  Aksi Heroik, Ibu Ini Selamatkan Motor Orang Lain dari Curanmor di Tangerang

“Sekelompok pemukim membakar sebuah masjid di Desa Kour, Provinsi Tulkarem, dan menulis slogan-slogan rasis di dindingnya,” ujar kementerian tersebut.

Serangan lainnya terjadi di lingkungan Al-Dubbat, Kota Beit Furik, sebelah timur Nablus.

Menurut sumber keamanan Palestina, kelompok pemukim membakar sebagian rumah milik seorang warga.

Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api sebelum merembet ke bagian bangunan lainnya.

Para pelaku juga dilaporkan mencoretkan grafiti berisi seruan balas dendam terhadap warga Arab pada dinding bangunan.

Laporan Palestina lainnya menyebut sejumlah kendaraan dirusak, properti dicuri, lahan pertanian dibakar, dan dinding dicoret dengan pesan kebencian dalam rangkaian serangan di Tepi Barat.

Di kawasan Ein Samiya, dekat Kafr Malik, sebelah timur Ramallah, sejumlah pekerja Palestina mengalami luka memar dan cedera setelah diserang secara fisik di sebuah fasilitas pemecah batu.

Sebelum meninggalkan lokasi, kelompok pemukim membakar sejumlah alat berat yang digunakan di fasilitas tersebut.

Rangkaian serangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya serangan pemukim dan operasi militer di sejumlah kota dan desa di Tepi Barat.

Rumah Warga di Sarra Dibakar dan Dilempari Batu

Desa Sarra yang berada di sebelah Desa Tell juga menjadi sasaran serangan. Permukiman Havat Gilad berada di perbukitan dekat desa tersebut.

Warga Sarra mengatakan enam bangunan dibakar oleh kelompok pemukim, sementara belasan bangunan lainnya dilempari batu.

Hanan Turabi mengatakan dirinya melihat kerumunan pemukim berlari menuruni perbukitan menuju rumahnya.

Ia bertahan di dalam rumah hingga akhirnya melarikan diri bersama empat anaknya.

“Mereka datang dari segala arah,” kata Hanan, dikutip MPN Indonesia melalui BBC.

“Kami mencoba melarikan diri, tetapi mereka mengikuti kami dan melempari kami dengan batu,” lanjutnya.

Baca Juga:  Polda Kalbar Turunkan Tim Khusus Selidiki Kasus Dugaan Pencabulan Oknum DPRD Singkawang

Hanan mengatakan dirinya sempat ingin tetap berada di lokasi untuk melindungi rumah, tetapi harus memilih antara mempertahankan bangunan dan menyelamatkan keluarganya.

Setelah serangan, warga membersihkan air bercampur abu dari dalam rumah dan memindahkan perabotan yang menghitam akibat kebakaran.

Kaied Ahmad Turabi, warga Miami yang sedang mengunjungi orang tua dan saudara perempuannya di Sarra, terekam terlibat perkelahian dengan pemukim di teras rumah tetangganya.

Ia mengalami lebam besar pada mata, sejumlah luka dan memar, serta luka di kepala yang membutuhkan 12 jahitan.

“Sepanjang hidup, saya bekerja dengan orang-orang Yahudi. Namun, orang-orang ini menutupi wajah mereka dan membawa banyak benda, seperti tongkat dan barang-barang lain di saku mereka. Mereka datang dengan persiapan matang,” kata Kaied.

Beberapa jam setelah serangan, warga kembali melihat kelompok pemukim berada di pinggiran desa.

Puluhan pemuda Palestina kemudian bergerak menuju jalan masuk untuk membangun penghalang dan menjaga desa.

Tentara Israel berjaga untuk memisahkan kedua kelompok. Ketika kelompok pemukim meninggalkan lokasi, pasukan Israel menembakkan gas air mata berulang kali untuk memukul mundur warga Palestina.

Sejumlah pemuda berusaha menimbun tabung gas dengan tanah atau menendangnya menjauh sambil meneriakkan, “Palestina, Palestina.”

Penangkapan dan Operasi Militer Israel

Bentrokan di Tell pada Jumat (24/7) menewaskan empat warga Palestina dan dua warga Israel.

Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu kekerasan. Salah satu laporan menyebut dua korban dari pihak Israel merupakan tentara.

Setelah bentrokan tersebut, militer Israel memasuki Nablus dan sejumlah kota di sekitarnya.

Pasukan Israel memberlakukan blokade terhadap Nablus, melakukan penangkapan massal, dan mengumumkan persiapan operasi militer berskala besar di Tepi Barat.

Pasukan Pertahanan Israel atau IDF menyatakan lebih dari 130 orang ditangkap selama akhir pekan dalam operasi yang disebut sebagai “kontraterorisme”.

Baca Juga:  Sejoli yang Buang Bayi di Karawang dengan Mulut Dilakban Ditangkap!

Kantor berita Palestina, Wafa, secara terpisah melaporkan penangkapan terhadap 30 orang di Desa Tell, 14 orang di Ramallah, lima orang di Jenin, delapan orang di Hebron, tiga orang di Betlehem, dan enam orang di Tulkarem.

Pasukan Israel juga dilaporkan melakukan operasi di Kota Jenin dan sejumlah wilayah di Provinsi Jenin, yaitu Zababdeh, Faqqua, Yabad, Burqin, Jalbun, Qabatiya, Jalqamus, Silat al-Harithiya, Al-Yamoun, Kafr Dan, Deir Abu Daif, dan Zububa.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons bentrokan di Tell dengan menjanjikan “tindakan tegas”.

Netanyahu juga menyatakan proses pendirian dan legalisasi pos-pos pertanian Israel di Tepi Barat akan dipercepat sebagai respons atas kematian warga Israel di Tell.

Pos baru dilaporkan telah muncul di kawasan tersebut, termasuk satu lokasi di dekat Sarra yang terlihat dari jalan utama.

Pada Minggu (26/7) militer Israel menyatakan pihaknya berupaya mencegah “insiden kejahatan nasionalis”, istilah yang digunakan untuk menyebut serangan kelompok pemukim ekstremis Israel di Tepi Barat.

(ADN/NID/RAD)

Trending