Internasional
Penumpang di AS Diusir dari Pesawat karena Ada Suara Azan di HP-nya
Penumpang Southwest Airlines di Amerika Serikat diusir dari pesawat setelah aplikasi pengingat salat di ponselnya memutar azan.
MPN Indonesia 19 Maret 2026 - Seorang penumpang maskapai Southwest Airlines di Amerika Serikat diusir dari pesawat usai aplikasi pengingat waktu salat di ponselnya memutar suara azan.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat malam (8/3) dalam penerbangan Southwest Airlines 2094 dari Bandara Internasional Nashville menuju Fort Lauderdale, Florida, dan memicu kepanikan di dalam kabin hingga pesawat dialihkan ke Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta.
Pihak maskapai menyatakan bahwa pengalihan penerbangan dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan atas “kesalahpahaman terhadap perilaku seorang pelanggan.”
Penumpang yang diidentifikasi sebagai pengguna pengingat waktu salat untuk Ramadan itu dipaksa turun dari pesawat oleh petugas keamanan bersenjata setelah suara azan terdengar dari ponselnya.
“Awak Southwest Airlines Penerbangan 2094 pada hari Jumat memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Atlanta sebagai tindakan pencegahan karena kesalahpahaman terhadap perilaku seorang pelanggan,” demikian pernyataan resmi Southwest Airlines, dikutip MPN Indonesia dari NBC News pada Kamis (19/3).
Video yang beredar di media sosial, seperti diunggah oleh Only In Dade, memperlihatkan para penumpang mengangkat tangan dan menundukkan kepala saat petugas keamanan memasuki kabin dan mengamankan penumpang yang menjadi sumber gangguan.
Rangkaian Kejadian di Dalam Pesawat
Sekitar 30 menit setelah lepas landas dari Nashville, pramugari terlihat berlarian di lorong kabin dengan ekspresi panik sebelum mengumumkan keadaan darurat.
Seorang penumpang, Sarah Porter, mengatakan kepada WKRN bahwa ia mulai menyadari situasi gawat ketika tim bersenjata masuk dan memberi perintah kepada penumpang.
“Mereka dilaporkan berbicara melalui pengeras suara, menginstruksikan penumpang untuk menundukkan kepala dan mengangkat tangan,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari WKRN.
“Pertama kali saya menyadari ada seseorang yang berbahaya di pesawat adalah ketika tim SWAT datang dan mulai meneriaki kami, dan agak menyebalkan karena tidak tahu apa yang terjadi sampai kami ditodong senjata,” sambungnya.
Penerbangan kemudian mendarat darurat di Atlanta dan seluruh penumpang diminta tetap berada di dalam pesawat selama sekitar satu jam sebelum petugas mengepung kabin dan menurunkan penumpang yang dianggap mengganggu.
Sarah menambahkan bahwa pria tersebut terlihat mulai gelisah dan sempat mengirim pesan kepada beberapa orang, yang kemudian memicu reaksi dari kru pesawat.
Setelah penumpang dievakuasi, unit K-9 dikerahkan untuk memeriksa seluruh bagasi.
Pernyataan Pihak Berwenang dan Maskapai
Federal Bureau of Investigation (FBI) di Atlanta yang ikut menyelidiki insiden tersebut memastikan bahwa tidak ditemukan ancaman serius dan tidak ada tuntutan yang diajukan kepada penumpang.
“Telah dipastikan bahwa ancaman yang diterima tidak kredibel,” kata juru bicara FBI sebagaimana dikutip dari laporan media.
Southwest Airlines menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan dan kekhawatiran yang ditimbulkan kepada seluruh penumpang.
“Kami menghargai profesionalisme awak penerbangan kami dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan kami atas keterlambatan yang signifikan. Tidak ada yang lebih penting bagi Southwest selain keselamatan pelanggan dan karyawannya,” ujar pihak maskapai dalam pernyataan resmi.
Julie Porter, ibu dari salah satu penumpang, mengungkapkan bahwa ia memahami peningkatan kewaspadaan, namun tetap merasa bingung terhadap proses penanganan.
“Saya memiliki perasaan campur aduk karena banyak hal terjadi di dunia saat ini, jadi saya pikir mereka akan menanggapi ancaman itu dengan serius, tetapi… saya sangat penasaran ingin tahu apa isi pesan teks yang mereka tangkap layarnya,” kata Julie kepada WKRN.
Insiden Serupa di Bandara AS
Insiden di Southwest Airlines bukan satu-satunya gangguan yang terjadi akhir pekan itu.
Pada Minggu (10/3), sebagian terminal Bandara Internasional Kansas City sempat dievakuasi setelah adanya laporan dugaan alat peledak.
Polisi dan FBI menanggapi laporan tersebut dan memeriksa area parkir bertingkat yang dicurigai, namun hasil penyelidikan menyimpulkan tidak ada ancaman yang kredibel.
Operasional bandara kembali normal pada sore harinya.
Sementara itu, di Bandara Internasional Birmingham-Shuttlesworth, penumpang American Airlines Flight 5458 yang menuju Washington, DC, juga diminta turun dari pesawat karena masalah keamanan.
“Sebagai tindakan pencegahan, para penumpang diminta untuk turun dari pesawat dan pesawat tersebut diperiksa dan akhirnya dinyatakan aman,” kata otoritas bandara kepada WBRC.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
