Connect with us

Internasional

Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah saat Kunjungi Jerman

Putra mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi, disiram cairan merah saat mengunjungi Berlin, Jerman, pada Kamis (23/4).

Logompn

Published

on

Putra Mahkota Iran Disiram Cairan Merah saat Kunjungi Jerman
Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah saat Kunjungi Jerman. Gambar: Al Jazeera

MPN Indonesia 25 April 2026 - Putra mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi, disiram cairan merah saat mengunjungi Berlin, Jerman, pada Kamis (23/4).

Peristiwa itu terjadi ketika ia meninggalkan Gedung Bundespressekonferenz usai menggelar konferensi pers.

“Putra Mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi, dilumuri cairan merah saat meninggalkan sebuah gedung di Berlin,” demikian laporan AP, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (25/4).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan video yang beredar, seorang pria yang membawa ransel berjalan di belakang putra mahkota Iran itu.

Tiba-tiba pria tersebut melemparkan cairan berwarna merah ke arah Reza Pahlavi yang dikawal oleh beberapa petugas.

Cairan tersebut mengenai bagian belakang kepala, leher, dan jas yang dikenakan Reza Pahlavi. Polisi menyatakan cairan itu diduga adalah jus tomat.

Meski terkena cairan, Reza Pahlavi tampak tidak terluka dan tidak menunjukkan reaksi yang signifikan.

Ia tetap melambaikan tangan kepada para pendukungnya sebelum masuk ke dalam mobil yang kemudian meninggalkan lokasi.

Sementara itu, aparat keamanan dengan cepat menahan terduga pelaku di tempat kejadian.

Identitas pelaku tidak diungkapkan kepada publik dan motif penyerangan belum diketahui secara jelas.

Konferensi Pers Reza Pahlavi

Dalam konferensi pers tersebut, Reza Pahlavi mengkritik gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta menyerukan dukungan internasional terhadap rakyat Iran.

“Pertanyaannya bukanlah apakah perubahan akan datang. Perubahan sedang dalam perjalanan,” katanya.

“Pertanyaan sebenarnya adalah berapa banyak warga Iran yang akan kehilangan nyawa, sementara komunitas demokrasi Barat hanya terus menonton,” sambung dia.

Kunjungan Reza Pahlavi itu tidak mencakup pertemuan resmi dengan perwakilan pemerintah Jerman.

Ia bahkan mengkritik keputusan pemerintah setempat yang tidak melakukan pertemuan dengannya selama berada di Berlin.

Baca Juga:  Baru Damai, AS Kembali Serang Iran

Siapa Reza Pahlavi?

Reza Pahlavi merupakan putra dari shah terakhir Iran yang digulingkan dalam revolusi 1979 yang membawa Ayatollah Ruhollah Khomeini ke tampuk kekuasaan.

Sejak itu, Pahlavi hidup dalam pengasingan selama hampir 50 tahun. Namanya kembali mencuat sebagai figur oposisi setelah gelombang unjuk rasa antipemerintah meluas di Iran pada tahun lalu.

(ADN/NID/RAD)

Trending