Internasional
Baru Damai, AS Kembali Serang Iran
Konflik AS-Iran kembali memanas setelah AS melancarkan serangan ke Iran usai kesepakatan gencatan senjata.
MPN Indonesia 28 Juni 2026 - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Jumat (26/6) setelah hampir dua pekan kedua negara tersebut menyepakati gencatan senjata.
Serangan tersebut menargetkan lokasi penyimpanan rudal, drone, serta posisi radar pantai milik Iran, sebagai respons atas dugaan serangan terhadap kapal kargo di Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa tindakan militer tersebut merupakan respons langsung atas serangan yang dinilai melanggar kesepakatan damai.
“Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) melakukan serangan terhadap Iran pada 26 Juni, sebagai respons yang kuat terhadap serangan kemarin terhadap sebuah kapal dagang yang sedang melintasi Selat Hormuz,” tulis CENTCOM, dikutip MPN Indonesia melalui akun X @CENTCOM pada Minggu (28/6).
“Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran yang jelas melanggar gencatan senjata,” jelasnya.
Presiden AS Donald Trump juga memberikan pernyataan serupa terkait serangan tersebut.
“Jelas, ini adalah pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata,” ujar Trump.
Wakil Presiden AS JD Vance turut menyatakan bahwa eskalasi akan dibalas.
“Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia melalui NPR.
“Namun kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” imbuh Vance.
Eskalasi Serangan dan Respons Balasan
Serangan Amerika Serikat terhadap Iran terjadi setelah insiden sehari sebelumnya yang melibatkan kapal kargo di Selat Hormuz.
Komando militer AS mengonfirmasi bahwa target serangan mencakup fasilitas militer strategis Iran, termasuk lokasi rudal dan drone serta radar pesisir.
Operasi militer ini berlangsung singkat, sekitar satu jam setelah diumumkan secara resmi.
Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan pada Jumat malam di dermaga Taherouyeh, yang terletak di kota pelabuhan selatan Sirik.
Sumber militer setempat menyebut ledakan tersebut disebabkan oleh hantaman proyektil.
Tidak lama setelah itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
“Jika agresi berulang, respons kami akan lebih luas daripada ini,” ujar IRGC.
Pernyataan dari pejabat Iran juga menyoroti posisi negara tersebut dalam mengontrol jalur pelayaran.
“Selat Hormuz diatur oleh Iran, jadi hormati aturannya,” ujar Ebrahim Azizi, Kepala Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran.
“Ini bukan pelanggaran gencatan senjata, ini adalah pengelolaan gencatan senjata,” tambahnya.
Dampak terhadap Selat Hormuz dan Pelayaran
Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dalam konflik internasional ini karena perannya sebagai jalur utama distribusi energi global.
Iran sebelumnya memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melintasi jalur tersebut tanpa izin.
Namun, sejumlah kapal tetap beroperasi, termasuk yang menggunakan rute selatan di sepanjang pantai Oman yang tidak disetujui Teheran. Berikut data pelayarannya:
- Sekitar 42 kapal berlayar pada Kamis (25/6).
- Sekitar setengahnya menggunakan rute yang tidak disetujui Iran.
- Sebanyak 115 kapal dan 2.500 pelaut berhasil dievakuasi oleh badan maritim PBB.
- Sekitar 500 kapal masih berada di area selat setelah operasi dihentikan.
Organisasi Maritim Internasional menghentikan operasi evakuasi setelah serangan terjadi dan menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak akan dilanjutkan hingga ada jaminan keamanan.
Sementara itu, beberapa kapal tanker dilaporkan berbalik arah akibat ketidakpastian situasi keamanan di Selat Hormuz.
Gangguan Gencatan Senjata dan Negosiasi Lanjutan
Serangan antara Amerika Serikat dan Iran ini menjadi ujian terhadap kesepahaman sementara yang dicapai sebelumnya.
Kesepakatan tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk merundingkan penyelesaian, termasuk isu jalur pelayaran dan program nuklir Iran.
Presiden Donald Trump juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap tindakan Iran sebelum membalas.
“Saya tidak suka fakta bahwa mereka melakukan serangan kemarin, sebenarnya empat serangan,” ungkap Trump.
Ia juga menyatakan bahwa perilaku Iran dalam negosiasi menunjukkan dinamika yang berbeda.
“Mereka sedikit berbeda,” ujarnya.
Di tengah situasi ini, aktivitas pelayaran tetap berlangsung meskipun mengalami perlambatan.
Data menunjukkan bahwa setelah insiden, terdapat 43 kapal yang masih melintasi selat, meskipun angka tersebut menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 78 kapal dalam satu hari.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
