Connect with us

Internasional

Ratusan WNI di AS dan Australia Gelar Lilin dan Doa untuk Korban Demonstrasi

Ratusan WNI di New York dan Melbourne menggelar aksi solidaritas untuk mengenang korban jiwa dalam demonstrasi sekaligus merespons kondisi sosial politik yang tengah terjadi di Indonesia.

Logompn

Published

on

Ratusan wni di as dan australia gelar lilin dan doa untuk korban demonstrasi
Ratusan WNI di AS dan Australia Gelar Lilin dan Doa untuk Korban Demonstrasi | Gambar: Instagram/@amerikabergerak

MPN Indonesia 3 September 2025 - Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di New York, Amerika Serikat, dan Melbourne, Australia, menggelar aksi solidaritas pada 1-2 September 2025.

Aksi ini dilakukan untuk mengenang korban jiwa dalam demonstrasi yang berlangsung di Indonesia selama sepekan terakhir sekaligus merespons kondisi sosial politik yang tengah memanas.

Doa Bersama dan Aksi Lilin di New York

Aksi pertama berlangsung di New York pada Senin malam (1/9). Ratusan diaspora Indonesia berkumpul di Central Park sebelum berjalan menuju Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York.

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia di Instagram @amerikabergerak, selama long march berlangsung, peserta aksi yang berpakaian serba hitam terlihat berjalan dengan barisan teratur sambil membawa spanduk dan poster tuntutan keadilan.

Setibanya di KJRI dan menemui Konsul Jenderal KJRI New York, Winanto Adi, para peserta menggelar doa bersama dan menyalakan lilin untuk mengenang para korban yang gugur dalam kericuhan.

Dalam postingan Instagram @indonesiansinamerica, diaspora terlihat menyerahkan dokumen 17+8 Tuntutan Rakyat secara simbolis kepada Winanto Adi yang berjanji akan meneruskannya kepada Menteri Luar Negeri Sugiono.

“Konsulat Jenderal di New York, Pak Winanto Adi memastikan bahwa surat tersebut akan diteruskan kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri,” bunyi keterangan dalam postingan, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (3/9).

Melbourne Bergerak Serukan Pernyataan Sikap

Di Melbourne, aksi solidaritas digelar pada Selasa (2/9) pukul 16.30 waktu setempat. Seruan aksi dipublikasikan oleh akun Instagram @melbournebergerak, yang mengajak diaspora Indonesia di Melbourne dan sekitarnya untuk berkumpul di Federation Square.

Baca Juga:  Update Demo Timor Leste: DPR 'Nyerah', Tunjangan Pensiun hingga 65 Mobil Mewah Batal Dibeli

Berbeda dengan aksi di New York, diaspora yang menetap di Melbourne menentukan dress code untuk peserta aksi dengan pakaian berwarna pink atau atribut lain berwarna serupa.

Dalam unggahan di Instagram yang sama, terlihat para diaspora berkumpul di depan Federation Square untuk melakukan orasi sambil membentangkan poster-poster yang berisikan pesan menuntut keadilan.

“#menolaklupa Pelanggaran hak asasi manusia tidak boleh dilupakan,” isi tulisan salah satu poster.

Menjelang malam, perwakilan Komite Internasional Indonesia Bergerak yang hadir dalam aksi tersebut juga menyampaikan pernyataan sikap atas ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah.

“Demonstrasi rakyat di berbagai wilayah di Indonesia selama 25 sampai 31 Agustus 2025 menunjukkan kemarahan dan ketidakpuasan rakyat Indonesia kepada rezim pemerintahan Prabowo-Gibran yang mengeluarkan kebijakan ekonomi pro elite,” ucap salah satu diaspora dalam pernyataannya.

Gelombang Demonstrasi di Indonesia

Gelombang aksi di Indonesia dalam sepekan terakhir dipicu oleh kontroversi kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit.

Situasi kemudian semakin memanas setelah meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan taktis Brimob.

Peristiwa ini kemudian menjadi katalisator meluasnya demonstrasi ke berbagai kota di Indonesia.

Gerakan para diaspora ini merupakan salah satu respons terkait kondisi Indonesia sebelum hingga pascademonstrasi yang telah memakan korban jiwa hingga mencapai 10 orang.

Selain New York dan Melbourne, aksi serupa juga dilaporkan berlangsung di sejumlah kota lain.

(AKM/NID/RAD)

Trending