Internasional
Sudah Punya 10 Hotel, Keluarga Miliarder Thailand bakal Tambah 7 Proyek Baru
Keluarga miliarder Thailand yang mengendalikan SM Prime Holdings perkuat portofolio bisnis perhotelan.
MPN Indonesia 12 Juni 2025 - Keluarga miliarder Thailand, Sy Family, yang mengendalikan SM Prime Holdings tengah memperkuat portofolio bisnis perhotelan mereka.
Perusahaan real estate ini mengalokasikan dana sebesar 10 miliar peso atau sekitar 179 juta dolar AS untuk membangun tujuh hotel baru di Filipina dalam lima tahun ke depan.
Dikutip MPN Indonesia dari Forbes, proyek baru tersebut akan meningkatkan total portofolio hotel milik grup menjadi 17 properti dengan 3.923 kamar hotel pada akhir 2029.
Saat ini, keluarga miliarder Thailand tersebut telah memiliki 10 hotel yang beroperasi.
Penambahan ini merupakan bagian dari rencana investasi senilai 500 miliar peso yang diumumkan SM Prime pada Mei lalu.
Optimis dengan Sektor Pariwisata Lokal
Dari tujuh hotel baru yang akan dibangun, enam akan menggunakan merek Park Inn by Radisson, sementara satu properti akan dikembangkan di bawah brand Radisson.
Langkah ekspansi ini mencerminkan optimisme keluarga miliarder Thailand terhadap prospek jangka panjang pasar perjalanan domestik dan pariwisata Filipina.
“Pengembangan ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi jangka panjang pasar perjalanan dan pariwisata domestik Filipina,” ujar Wakil Presiden Eksekutif SM Hotels Peggy Angeles, Selasa (10/6).
SM Prime berencana mengembangkan sebagian besar hotel baru di luar Metro Manila. Hanya satu hotel baru yang akan dibangun di Metro Manila, sementara sisanya akan berlokasi di berbagai wilayah di pulau utama Luzon serta di Kota Cebu, kawasan pusat Filipina.
Strategi ini sejalan dengan pendekatan perusahaan dalam pengembangan pusat perbelanjaan dan proyek residensial yang juga berfokus pada daerah di luar ibu kota.
Kekayaan Sy Family
Keluarga miliarder Thailand yang berada di balik ekspansi ini merupakan keturunan mendiang Henry Sy Sr.
Ia memulai bisnisnya dari sebuah toko sepatu di Manila pada tahun 1958 bernama Shoemart.
Setelah wafat pada 2019, kekayaannya diwariskan kepada enam anaknya: Teresita, Elizabeth, Henry Jr., Hans, Herbert, dan Harley.
Dengan kekayaan bersih mencapai 13 miliar dolar AS, keluarga ini termasuk jajaran terkaya di Filipina.
Selain bisnis properti, keluarga Sy juga memiliki kepentingan di berbagai sektor lainnya melalui SM Investments Corp, termasuk perbankan, energi, ritel, pertambangan, dan pelayaran.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
