Connect with us

Internasional

Thailand Catat Kematian Pertama Manusia Akibat Antraks

Thailand melaporkan kematian manusia pertama akibat antraks dalam lebih dari tiga dekade.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 03t113122.766
Thailand laporkan satu kematian manusia akibat antraks | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 3 Mei 2025 - Thailand melaporkan kematian manusia pertama akibat antraks dalam lebih dari tiga dekade.

Dikutip MPN Indonesia dari CNA, pihak berwenang juga mengonfirmasi dua kasus tambahan dan ratusan warga berisiko terpapar, Kamis (1/5).

Antraks adalah penyakit langka yang disebabkan oleh bakteri yang sering ditularkan melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Selain itu, penyakit ini bisa juga disebabkan karena konsumsi daging yang terkontaminasi. Antraks tidak menular antar manusia.

Pria 53 Tahun jadi Korban

Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan bahwa seorang pria berusia 53 tahun di Provinsi Mukdahan meninggal setelah terinfeksi antraks.

Korban dilaporkan mengalami kontak langsung dengan sapi yang mati tanpa menggunakan perlindungan yang sesuai.

“Pria tersebut menyentuh sapi tanpa perlindungan yang tepat,” ujar Juru Bicara Departemen Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan Thailand, Weerawat Manosuthi, dikutip MPN Indonesia dari AFP.

“Dua hari kemudian, ia mengalami gejala dan mencari perawatan medis,” tambahnya.

Ini merupakan kematian akibat antraks pertama di Thailand sejak 1994, saat tiga orang meninggal karena penyakit yang sama.

Selain itu, seorang pria lain di Mukdahan yang juga memiliki riwayat kontak dengan ternak dinyatakan positif dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit setempat.

683 Orang Masuk Kelompok Rentan

Otoritas kesehatan mengidentifikasi setidaknya 638 orang yang termasuk dalam kelompok berisiko.

Mereka terdiri dari individu yang terlibat dalam penyembelihan ternak serta masyarakat yang mengonsumsi daging sapi mentah atau setengah matang.

“Semua orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan daging yang terinfeksi sedang dipantau,” kata Kementerian Kesehatan Thailand.

Baca Juga:  Indonesia dan Thailand Sepakati Kerja Sama di Bidang Kesehatan

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, semua individu yang berisiko telah diberikan antibiotik.

Tindakan Pencegahan

Sebagai bagian dari upaya pengendalian penyebaran penyakit menular ini, Departemen Peternakan Thailand menetapkan zona karantina dengan radius 5 km di sekitar area yang terdampak.

Selain itu, pemerintah merencanakan vaksinasi terhadap 1.222 ekor sapi, meskipun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda penyakit atau kematian yang tidak dapat dijelaskan pada hewan ternak.

Pihak berwenang juga meningkatkan pengawasan di daerah perbatasan untuk menelusuri sumber infeksi dan mencegah kasus baru.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending