Connect with us

Internasional

Pangeran Harry Ungkap Ingin Berdamai dengan Raja Charles tapi Ditolak

Pangeran Harry ungkap keinginan berdamai dengan Raja Charles meski ditolak, sambil menyoroti konflik keamanan dan kesulitan kembali ke Inggris bersama keluarganya.

Logompn

Published

on

Pangeran harry ungkap ingin berdamai dengan raja charles tapi ditolak
Pangerang Harry dan Raja Charles. Gambar : Reuters/Toby Melville

MPN Indonesia 4 Mei 2025 - Pangeran Harry menyatakan keinginannya untuk berdamai dengan Raja Charles meskipun sang ayah menolak berbicara dengannya karena perselisihan terkait masalah keamanan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Harry dalam wawancara emosional dengan BBC pada Jumat (2/5), beberapa jam setelah ia kalah dalam gugatan terhadap pemerintah Inggris mengenai perlindungan polisi.

“Saya ingin berdamai dengan keluarga saya,” kata Pangeran Harry, dikutip MPN Indonesia dari laman Reuters, pada Sabtu (3/5).

“Hidup itu berharga. Saya tidak tahu berapa lama ayah saya akan hidup. Dia tidak mau berbicara dengan saya karena masalah keamanan ini, tetapi akan sangat baik jika bisa berdamai,” lanjutnya.

Pangeran Harry, yang sejak 2020 melepaskan tugas kerajaannya dan menetap di California bersama istrinya, Meghan, serta kedua anak mereka, mengungkapkan bahwa ia meragukan kemungkinan membawa keluarganya kembali ke Inggris.

Ia mengatakan, “Saya pikir saya tidak akan pernah bisa membawa keluarga saya kembali ke Inggris.”

Ketegangan antara Harry dan keluarga kerajaan semakin meningkat setelah keputusannya untuk keluar dari kehidupan kerajaan serta kritik-kritik yang ia dan Meghan lontarkan dalam berbagai media, termasuk wawancara dengan Oprah Winfrey dan buku biografi Harry yang berjudul Spare.

Raja Charles, yang saat ini tengah menjalani perawatan untuk kanker yang didiagnosis tahun lalu, belum memberikan tanggapan langsung terhadap komentar Pangeran Harry.

Namun, pihak Istana Buckingham menyatakan bahwa semua isu yang berkaitan dengan perlindungan polisi untuk Pangeran Harry telah ditinjau secara cermat oleh pengadilan dan keputusan yang sama telah diambil berulang kali.

“Semua isu yang berkaitan dengan perlindungan polisi telah diperiksa berulang kali dan teliti oleh pengadilan, dengan kesimpulan yang sama di setiap kesempatan,” jelas juru bicara istana.

Perselisihan Perlindungan Keamanan

Perselisihan antara Pangeran Harry dan pemerintah Inggris bermula dari keputusan Kementerian Dalam Negeri pada 2020 yang menetapkan bahwa Pangeran Harry tidak akan secara otomatis mendapatkan perlindungan polisi setelah melepaskan status kerajaan.

Baca Juga:  Profil Brian Yuliarto, Guru Besar ITB yang Dilantik Jadi Mendiktisaintek

Pangeran Harry mengaku “sangat kecewa dengan keputusan tersebut” dan merasa keputusan itu digunakan untuk mengontrolnya.

“Saya merasa keputusan ini diambil untuk mengendalikan saya, dan saya menyalahkan ayah saya karena tidak berbuat lebih banyak,” ungkapnya.

Dalam wawancara yang sama, Pangeran Harry menambahkan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari apa yang ia sebut sebagai “rekayasa institusi kuno.”

Ia berkata, “Ini adalah rekayasa institusi gaya lama. Dan itulah yang saya rasakan.”

Pangeran Harry juga mengungkapkan bahwa beberapa anggota keluarganya kemungkinan tidak akan pernah memaafkannya karena telah menulis buku Spare.

Hubungan Keluarga yang Memburuk

Selain hubungan yang renggang dengan Raja Charles, Pangeran Harry juga hampir tidak berkomunikasi dengan kakaknya, Pangeran William, yang merupakan pewaris takhta.

Ia mengungkapkan kesedihannya karena tidak dapat memperkenalkan anak-anaknya, Archie dan Lilibet, kepada tanah airnya.

“Saya mencintai negara saya, saya selalu mencintainya meskipun ada sebagian orang di negara itu yang telah melakukan hal-hal tertentu. Saya merindukan Inggris. Saya merindukan beberapa bagian dari Inggris, tentu saja. Dan saya pikir ini sangat menyedihkan bahwa saya tidak bisa menunjukkan tanah air saya kepada anak-anak saya,” pungkas Pangeran Harry.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending