Internasional
Tragis! Streamer asal Prancis Tewas usai Live Marathon 12 Hari Tanpa Jeda
Streamer Prancis Jean Pormanove meninggal saat siaran maraton 12 hari di Kick. Polisi selidiki kasus ini, sementara platform Kick sampaikan belasungkawa.
MPN Indonesia 24 Agustus 2025 - Streamer asal Prancis, Raphaël Graven (46), yang dikenal dengan nama Jean Pormanove atau JP, meninggal dunia ketika melakukan siaran langsung maraton selama hampir 12 hari tanpa henti di platform Kick.
Graven ditemukan tidak bergerak saat siaran masih berlangsung.
Rekan-rekannya baru menyadari kondisinya setelah penonton mengirimkan pesan peringatan melalui fitur donasi.
Kejadian ini terjadi di kediamannya di Contes, Prancis, dan langsung menjadi sorotan internasional.
Dalam siaran terakhir, Graven terlihat berbaring tengkurap di kasur dan tidak merespons meskipun rekan-rekannya berusaha membangunkannya.
Kantor kejaksaan Kota Nice mengonfirmasi telah membuka penyelidikan dan memerintahkan autopsi.
Hingga kini, belum ada dugaan pidana yang diumumkan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.
Siaran Maraton dan Aksi Ekstrem
Graven dikenal sering melakukan siaran maraton berdurasi panjang.
Dalam siaran terakhir yang berlangsung hampir 300 jam, ia kerap menjadi sasaran aksi ekstrem, seperti disiram air, dicekik sebagai bagian dari “tantangan,” ditembak peluru cat, hingga dibangunkan dengan suara keras.
Beberapa video memperlihatkan perlakuan kasar terhadap Graven yang sebagian besar dipicu oleh donasi penonton.
Siaran tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 36 ribu euro atau sekitar Rp740 juta.
Pernyataan Rekan dan Keluarga
Streamer Owen Cenazandotti, yang ikut serta dalam siaran, mengonfirmasi kabar duka ini.
“Saudara saya, sahabat karib saya, rekan saya, enam tahun selalu bersama, tanpa pernah berpisah, saya mencintaimu saudaraku, dan kami akan sangat merindukanmu,” tulis Owen di Instagram, dikutip MPN Indonesia dari New York Post, Sabtu (23/8).
Dalam siaran, Owen juga membacakan pesan dari Graven yang mengaku merasa “seperti ditahan” oleh rekan-rekannya dan menyebut konsep permainan sudah “keterlaluan.”
Namun, melalui pengacaranya, Owen membantah terlibat dalam kematian Graven dan menegaskan bahwa aksi-aksi tersebut hanyalah konten bersama.
Ibunda Graven sempat menegurnya lewat telepon karena membiarkan rekan-rekannya mencukur rambutnya.
Dalam rekaman, sang ibu mengatakan, “Mereka memperlakukanmu seperti sampah.”
Respons Pemerintah dan Platform Kick
Kementerian Urusan Kecerdasan Buatan dan Digital Prancis mengecam keras kejadian ini.
Sekretaris Negara Clara Chappaz menyebut kematian Jean Pormanove dan kekerasan yang dialaminya sebagai aksi horor.
Platform Kick juga menyampaikan belasungkawa.
“Kami sangat berduka atas kepergian Jeanpormanove dan menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga, teman, dan komunitasnya,” ujar juru bicara Kick.
Kick menegaskan seluruh akun yang terlibat dalam siaran tersebut telah diblokir sementara sambil menunggu hasil penyelidikan.
Mereka juga menekankan komitmen untuk menegakkan pedoman komunitas demi melindungi kreator.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
