Connect with us

Internasional

Trump Minta China Hentikan Serangan Balik Tarif Impor, Ajak Negosiasi

Donald Trump minta China hentikan balasan tarif impor setelah kenaikan jadi 125%.

Logompn

Published

on

Trump minta china hentikan serangan balik tarif impor, ajak negosiasi
Presiden Donald Trump desak China akhiri aksi balasan tarif impor. Gambar : REUTERS/Damir Sagolj

MPN Indonesia 14 April 2025 - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyerukan kepada Pemerintah China untuk menghentikan aksi balasan berupa kenaikan tarif impor terhadap produk AS.

Pernyataan ini disampaikan beberapa jam setelah Pemerintah China menaikkan tarif impor barang asal AS hingga 125%, dari sebelumnya 84%. 

Permintaan tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Sabtu (12/4), seraya menekankan kesiapan AS untuk kembali membuka jalur diplomasi dagang.

Kenaikan Tarif China Picu Respons Gedung Putih

Langkah Pemerintah China menaikkan tarif menjadi 125% menjadi titik panas baru dalam konflik dagang yang sedang berlangsung antara dua kekuatan ekonomi global tersebut. 

Situasi ini kembali menyoroti dinamika politik internasional yang melibatkan Amerika Serikat dan China, terutama dalam konteks ketegangan perdagangan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Donald Trump tidak bermaksud memperpanjang konfrontasi dan lebih memilih solusi diplomatik. 

“Presiden telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa dia terbuka untuk kesepakatan dengan China,” ujar Karoline Leavitt, dikutip MPN Indonesia dari Fox Business pada Senin (14/4). 

Karoline Leavitt menambahkan bahwa Donald Trump akan membuka diri untuk negosiasi jika China bersedia menempuh jalur tersebut.

Seruan untuk Negosiasi dan Peringatan untuk China

Karoline Leavitt juga mengungkapkan bahwa tindakan balasan yang terus dilakukan oleh China berpotensi merugikan Negeri Tirai Bambu sendiri. 

“Jika China terus membalas, hal itu tidak baik untuk mereka. Amerika Serikat adalah ekonomi terkuat dan terbaik di dunia, dibuktikan oleh lebih dari 75 negara yang telah menghubungi pemerintahan untuk membuat kesepakatan yang bagus,” kata Karoline Leavitt.

Baca Juga:  Trump: Setiap Yahudi yang Memilih Mamdani Adalah Orang Bodoh

Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah AS untuk menunjukkan bahwa posisi mereka dalam politik internasional tetap kuat dan strategis. Ia menegaskan bahwa presiden ingin mewujudkan sistem perdagangan yang adil secara global. 

“Presiden ingin melakukan apa yang benar bagi rakyat Amerika. Ia ingin melihat praktik perdagangan yang adil di seluruh dunia, dan itulah niat dan tujuannya,” imbuh Karoline Leavitt.

Isyarat Diplomasi Berjalan

Saat ditanya apakah Donald Trump akan menunggu langkah pertama dari pihak China untuk memulai proses negosiasi, Karoline Leavitt memilih tidak berkomentar lebih jauh. Namun, ia menyampaikan bahwa terdapat kemajuan signifikan dalam negosiasi dengan negara lain, meskipun ia tidak mengungkapkan negara mana yang dimaksud karena proses diplomasi masih berlangsung. 

“Saya tidak akan mengungkapkan atau mendahului tim perdagangan kami, karena negosiasi ini jelas sedang berlangsung,” imbuh Karoline Leavitt.

Pernyataan Karoline Leavitt menunjukkan bahwa Pemerintah AS terus mengupayakan solusi diplomatik dalam konflik tarif ini. 

Hubungan bilateral antara AS dan China, isu tarif Trump menjadi faktor krusial yang tidak hanya berdampak pada ekonomi kedua negara, tetapi juga menciptakan gelombang pengaruh dalam hubungan dagang global.

(ADN/NID/RAD)

Trending