Internasional
Ukraina Bantah Tegas jadi Dalang Serangan Drone ke Kediaman Putin
Ukraina membantah tuduhan Rusia terkait serangan drone ke kediaman Presiden Vladimir Putin di Novgorod, yang diklaim Moskow terjadi akhir Desember 2025.
MPN Indonesia 2 Januari 2026 - Ukraina membantah tuduhan Rusia yang menyebut negaranya berada di balik serangan drone ke kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di wilayah Novgorod, barat laut Rusia, menjelang akhir Desember 2025.
Tuduhan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Vladimir Putin dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam pembicaraan itu, Putin menegaskan bahwa serangan tersebut “tidak akan dibiarkan tanpa balasan.”
Kremlin mengklaim Ukraina meluncurkan 91 drone jarak jauh yang menargetkan kediaman Putin.
Klaim itu disertai pernyataan bahwa sikap Rusia terhadap sejumlah kesepakatan dan pembahasan solusi konflik Ukraina akan ditinjau ulang.
“Secara alami, posisi Rusia akan direvisi terhadap sejumlah kesepakatan yang telah dicapai pada tahap sebelumnya dan terhadap solusi yang sedang dibahas. Hal ini disampaikan dengan sangat jelas,” ujar ajudan Putin, Yuri Ushakov dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari laman Anadolu Agency (AA), Jumat (2/1).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah keras tuduhan tersebut.
Ia menilai klaim Rusia sebagai upaya menggagalkan proses diplomasi yang baru saja terbangun usai pertemuannya dengan Trump di Florida sehari sebelumnya.
Klaim Rusia dan Bantahan Ukraina
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut dugaan serangan itu sebagai “serangan teroris” yang bertujuan “menyabotase upaya Presiden Trump memfasilitasi perundingan damai konflik Ukraina.”
Namun, klaim tersebut diragukan sejumlah pejabat Barat dan analisis independen.
Mereka menyebut tidak ditemukan bukti adanya serangan drone ke kediaman Putin, baik melalui laporan lokal maupun rekaman visual yang beredar di media sosial.
Zelenskyy melalui media sosial menyatakan tuduhan Rusia sebagai “rekayasa penuh” untuk membenarkan kemungkinan serangan balasan terhadap Ukraina.
Dalam dokumen pengarahan kepada delegasi Uni Eropa, Kyiv menyebut tuduhan itu bertujuan “menyabotase” hasil positif pertemuan Trump dan Zelenskyy.
Kronologi Klaim Serangan Drone
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa 91 drone diluncurkan dari wilayah Ukraina utara menuju kediaman Putin di Valdai, Novgorod.
Dari jumlah tersebut, Rusia mengklaim 41 drone ditembak jatuh di wilayah Novgorod antara pukul 03.00 hingga 08.30 waktu setempat pada Selasa (30/12).
Rusia juga merilis video yang memperlihatkan pecahan drone jenis Chaklun-V yang diklaim membawa bahan peledak seberat enam kilogram, namun tidak meledak.
Di sisi lain, pejabat keamanan nasional Amerika Serikat menyebut penilaian CIA menyimpulkan Ukraina tidak menargetkan kediaman Putin.
Dikutip dari CNN, Direktur CIA John Ratcliffe menyampaikan hasil penilaian itu kepada Trump pada Kamis (1/1), yang membuat Trump bersikap lebih skeptis terhadap klaim Moskow.
“Tetapi Presiden Putin memberi tahu saya pagi ini bahwa itu memang terjadi,” kata Trump sebelumnya, menunjukkan adanya keraguan meskipun sempat mengaku “sangat marah.”
Inkonsistensi Laporan dan Keraguan Bukti
Terdapat perbedaan dalam pernyataan resmi Rusia terkait jumlah drone dan tujuan serangan.
Pada Senin (29/12), Kementerian Pertahanan Rusia menyebut 89 drone Ukraina dicegat di berbagai wilayah tanpa mengaitkannya dengan kediaman Putin.
Namun, sehari kemudian, Rusia menyatakan 91 drone ditembak jatuh, dengan 41 di antaranya berada di wilayah Novgorod dan diarahkan ke kediaman Putin.
Gubernur Novgorod Alexander Dronov sebelumnya mengatakan sistem pertahanan udara dan jet tempur dikerahkan untuk menghadapi serangan tersebut.
Meski demikian, warga di sekitar Valdai mengaku tidak mendengar aktivitas pertahanan udara pada malam yang diklaim terjadi serangan.
Pejabat Ukraina juga mencatat adanya keseragaman pernyataan dari pejabat Rusia hanya beberapa jam setelah insiden, yang dinilai sebagai indikasi koordinasi narasi dari Moskow.
Dampak Diplomatik dan Respons Internasional
Klaim Rusia muncul sehari setelah pertemuan Trump dan Zelenskyy yang oleh kedua pihak disebut “hangat dan produktif.”
Sejumlah pejabat Eropa menilai tuduhan tersebut sebagai upaya menggagalkan proses negosiasi damai tanpa menyalahkan Trump secara langsung.
Uni Eropa melalui Kepala Kebijakan Luar Negeri Kaja Kallas menyebut tuduhan Rusia sebagai “pengalihan perhatian yang disengaja.”
Wall Street Journal melaporkan bahwa CIA tidak menemukan bukti adanya upaya Ukraina menyerang kediaman Putin.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan Moskow akan meninjau ulang posisi negosiasinya terkait Ukraina, meski tidak menarik diri dari perundingan dengan Amerika Serikat.
Hingga awal Januari, Gedung Putih, CIA, serta Kedutaan Besar Rusia dan Ukraina di Washington belum memberikan tanggapan resmi tambahan terkait perkembangan kasus tersebut.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
