Connect with us

Internasional

Update Demo Nepal: 30 Orang Tewas, Belasan Ribu Napi Kabur, Militer Pegang Kekuasaan

Nepal mengalami kekacauan nasional sejak awal pekan ini setelah gelombang demonstrasi besar-besaran pecah di ibu kota Kathmandu pada Senin (8/9).

Logompn

Published

on

Update demo nepal 13.500 napi kabur, militer ambil alih kekuasaan
Update Demo Nepal: 30 Orang Tewas, Belasan Ribu Napi Kabur, Militer Pegang Kekuasaan | Gambar: The Associated Press/Niranjan Shrestha

MPN Indonesia 12 September 2025 - Nepal mengalami kekacauan nasional sejak awal pekan ini setelah gelombang demonstrasi besar-besaran pecah di ibu kota Kathmandu pada Senin (8/9).

Aksi massa yang dipicu oleh larangan akses media sosial dan kasus korupsi itu telah berkembang menjadi kerusuhan nasional.

Situasi di Nepal Makin Panas

Dikutip MPN Indonesia dari ABC, sebanyak 13.500 narapidana dilaporkan kabur dari penjara di seluruh wilayah Nepal, menurut juru bicara Kepolisian Nepal, Binod Ghimire.

Situasi yang semakin tak terkendali pun memaksa militer untuk mengambil alih kendali pemerintahan.

Tentara kini memegang kendali penuh atas ibu kota Kathmandu, dengan kendaraan lapis baja dikerahkan dan patroli bersenjata tersebar di jalan-jalan kota.

Akses komunikasi dilakukan melalui pengeras suara, menyerukan ketenangan di tengah kekosongan politik yang terjadi pasca pengunduran diri Perdana Menteri KP Sharma Oli, yang rumahnya dibakar massa pada Selasa (9/9).

Gedung parlemen dan sejumlah bangunan penting lainnya juga dibakar. Geng-geng massa menyerang dan membakar rumah-rumah pejabat, termasuk rumah mantan perdana menteri Jhala Nath Khanal.

Hingga Rabu (10/9), total 30 orang tewas dan 1.033 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Nepal.

Awal Mula Kericuhan

Aksi dimulai dari unjuk rasa di Kathmandu pada Senin (8/9), sebagai reaksi atas pelarangan 26 platform media sosial, termasuk Facebook, YouTube, dan X.

Aksi tersebut dipimpin oleh kelompok pemuda yang menyebut diri sebagai “Gerakan Gen Z”, yang marah atas ketimpangan sosial dan korupsi.

Kerusuhan kemudian meluas secara nasional, dipicu tindakan represif aparat yang menewaskan sedikitnya 19 orang di hari-hari awal.

Baca Juga:  Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

“Ini akibat dari perbuatan buruk para pemimpin kita,” ucap pensiunan polisi Dev Kumar Khatiwada (60)

Militer Negosiasi dengan Pimpinan Massa

Militer, di bawah pimpinan Jenderal Ashok Raj Sigdel, segera mengambil alih situasi dengan memimpin operasi keamanan dan memulai proses negosiasi dengan pemimpin gerakan Gen Z.

Negosiasi dengan kelompok demonstran telah dimulai, namun hingga Rabu malam (10/9), belum ada keputusan yang disepakati.

Shushila Karki (73), mantan Ketua Mahkamah Agung, disebut sebagai kandidat potensial pemimpin sementara.

(ADN/NID/RAD)

Trending