Connect with us

Internasional

Warga Palestina Turun ke Jalan, Bersorak Rayakan Gencatan Senjata Hamas-Israel

Gencatan senjata yang dimediasi Qatar disambut dengan euforia oleh warga Gaza. Konflik 15 bulan berakhir dengan harapan perdamaian.

habigates

Published

on

Warga Palestina Bersorak Rayakan Gencatan Senjata Hamas Israel
Warga Palestina Bersorak Rayakan Gencatan Senjata Hamas-Israel. Gambar: CNN Indonesia

MPN Indonesia 16 Januari 2025 - Warga Palestina di Gaza merayakan pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang dimediasi oleh Qatar.

Perjanjian ini diharapkan mengakhiri konflik 15 bulan yang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Gencatan senjata tersebut diumumkan pada Rabu (15/1), sementara implementasinya dijadwalkan mulai Minggu (19/1).

Euforia Warga Palestina di Gaza

Kabar tentang gencatan senjata ini langsung disambut sukacita di Gaza.

Ribuan orang turun ke jalan, mengibarkan bendera Palestina, menyanyikan lagu-lagu properlawanan, dan menyalakan klakson mobil.

Di sekitar Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Deir el-Balah, ratusan warga berkumpul sambil berteriak, bernyanyi, dan mengibarkan bendera.

Anak-anak juga terlihat di antara kerumunan, menyaksikan kegembiraan yang jarang mereka alami setelah konflik panjang.

Beberapa anak laki-laki memimpin nyanyian yang kemudian direkam oleh orang dewasa.

Di Khan Younis, pemuda memeriahkan suasana dengan menabuh genderang di bahu rekan-rekan mereka.

Seorang pengungsi Gaza, Randa Sameeh, mengungkapkan rasa leganya.

“Saya tidak percaya mimpi buruk ini akhirnya berakhir. Kami kehilangan banyak orang dan segalanya,” katanya.

Ia juga merencanakan kunjungan ke makam keluarganya yang dikuburkan tanpa tanda nama selama perang.

Dampak Konflik dan Harapan untuk Masa Depan

Konflik yang dimulai pada 7 Oktober 2023 telah menelan korban jiwa besar di kedua belah pihak.

Data menunjukkan lebih dari 46.700 warga Palestina tewas dan 110.000 lainnya terluka.

Di sisi lain, Israel mencatat 1.139 korban jiwa dan lebih dari 200 orang ditawan dalam serangan yang dipimpin oleh Hamas.

Kesepakatan ini juga mencakup pertukaran tahanan. Tawanan yang ditahan di Gaza akan dibebaskan sebagai imbalan atas tahanan Palestina yang ada di penjara-penjara Israel.

Baca Juga:  Calista Amore Akui Pernah Olok-olok Timothy Anugerah: Saya Sungguh Menyesal

Menurut Abdul Karim, warga Gaza berusia 27 tahun, ia berharap gencatan senjata ini membuka jalan bagi para pengungsi untuk kembali.

“Saya berharap mereka mengizinkan kami kembali dengan cepat,” ujarnya.

Gencatan senjata tahap pertama ini dirancang berlangsung selama 42 hari.

Mediator Qatar, Majed Al Ansari, menyatakan bahwa kedua pihak telah menyepakati detail persiapan untuk pelaksanaan perjanjian ini.

"מחבר תוכן מרתק בכל הפלטפורמות, יוצר יצירות ייחודיות, מותאמות SEO ואנושיות שמעניקות השראה, מידע וחיבור."

Trending