Connect with us

Internasional

Calon Menhan Pilihan Donald Trump Dicecar Senat karena Tak Tahu Negara Anggota ASEAN

Pete Hegseth, calon Menteri Pertahanan AS, mendapat kritik dalam sidang konfirmasi karena kurangnya pemahaman tentang ASEAN dan kebijakan Indo-Pasifik.

habigates

Published

on

Calon Menhan Pilihan Donald Trump Dicecar Senat karena Tak Tahu Nama Anggota ASEAN
Calon Menhan Pilihan Donald Trump Dicecar Senat karena Tak Tahu Nama Anggota ASEAN. Gambar: Dok. Reuters

MPN Indonesia 16 Januari 2025 - Pete Hegseth, calon Menteri Pertahanan yang diajukan oleh Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, menghadapi kecaman pada Selasa (14/1) dalam sidang konfirmasi di Komite Angkatan Bersenjata Senat.

Kritik terhadap Hegseth muncul setelah ia menunjukkan kurangnya pemahaman mengenai ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara).

Sidang Konfirmasi dan Pertanyaan Kunci

Dalam sidang yang berlangsung di Washington, Senator Tammy Duckworth dari Partai Demokrat menyoroti pemahaman Hegseth terkait kebijakan luar negeri AS terhadap negara-negara anggota ASEAN.

Duckworth meminta Hegseth menjelaskan peran strategis blok tersebut serta menyebutkan jumlah negara anggota ASEAN dan jenis perjanjian yang dimiliki AS dengan salah satu negara anggotanya.

Namun, Hegseth tidak mampu menjawab dengan benar.

Ia justru menyebut Korea Selatan, Jepang, serta aliansi AUKUS (Australia, Inggris, dan AS) sebagai contoh mitra penting AS, meskipun negara-negara tersebut bukan bagian dari ASEAN.

Duckworth langsung mengoreksi pernyataan Hegseth.

“Saya sarankan Anda melakukan sedikit pekerjaan rumah sebelum mempersiapkan negosiasi semacam ini,” ujar Duckworth.

ASEAN dan Hubungan Strategis dengan AS

Sebagai blok regional yang terdiri dari 10 negara Asia Tenggara — Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam — ASEAN memiliki peran penting dalam kebijakan luar negeri AS.

Meski bukan aliansi militer, AS memiliki hubungan strategis dengan beberapa anggotanya, termasuk perjanjian pertahanan dengan Filipina dan Thailand, serta kerja sama keamanan utama dengan Singapura.

Kritik terhadap ketidaktahuan Hegseth tentang ASEAN juga datang dari Partai Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS.

Melalui unggahan di platform X, mereka menegaskan bahwa seorang calon Menteri Pertahanan seharusnya memahami pentingnya mitra utama AS di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga:  Dampak Tarif Trump, Apple Genjot Produksi iPhone di India untuk Pasar AS

Selain kritik terkait ASEAN, sejumlah kontroversi lain juga membayangi proses konfirmasi Hegseth.

Sebagai mantan pembawa acara Fox News, Hegseth kerap melontarkan pandangan kontroversial, termasuk penolakannya terhadap inisiatif keberagaman di militer dan kritik terhadap promosi jenderal berdasarkan faktor ras.

Rekam jejaknya juga diperburuk oleh tuduhan pelecehan seksual dan penyalahgunaan alkohol, meskipun Hegseth membantah semua tuduhan tersebut.

Dalam pembelaannya, ia menyebut kritik yang diarahkan kepadanya sebagai bagian dari “kampanye kotor yang terkoordinasi.”

"מחבר תוכן מרתק בכל הפלטפורמות, יוצר יצירות ייחודיות, מותאמות SEO ואנושיות שמעניקות השראה, מידע וחיבור."

Trending