Connect with us

Kesehatan

Akibat Sering Makan Seblak dan Bakso, 8 Ribu Remaja Karawang Terkena Anemia

Dinas Kesehatan Karawang melaporkan 8.861 remaja putri menderita anemia akibat pola makan tidak sehat, seperti konsumsi seblak dan bakso yang minim kandungan gizi.

Adinda

Published

on

Akibat Sering Makan Seblak dan Bakso, 8 Ribu Remaja Karawang Terkena Anemia
Akibat Sering Makan Seblak dan Bakso, 8 Ribu Remaja Karawang Terkena Anemia. Gambar: Dok. Unilever Foods

MPN Indonesia 20 Januari 2025 - Sebanyak 8.861 remaja putri di Karawang terdeteksi menderita anemia berdasarkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang pada akhir 2024.

Dari total 33.106 peserta skrining, kasus anemia ditemukan dalam berbagai tingkat keparahan, yakni 346 kasus anemia berat, 3.268 anemia sedang, dan 5.247 anemia ringan.

Pola makan yang tidak sehat disebut sebagai penyebab utama, termasuk kebiasaan konsumsi makanan seperti seblak dan bakso, yang minim kandungan gizi.

Seblak dan Bakso: Tidak Memenuhi Kebutuhan Gizi

Menurut Dinkes Karawang, banyak remaja putri lebih memilih makanan seperti seblak dan bakso dibandingkan makanan bergizi seimbang.

Seblak yang berbahan dasar tepung, serta bakso dengan kandungan daging yang rendah, tidak mampu memenuhi kebutuhan zat besi tubuh.

Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menjelaskan bahwa kedua makanan ini didominasi oleh kandungan karbohidrat dan lemak, tetapi miskin protein dan zat besi.

“Seblak lebih dominan karbohidrat dan lemak, tanpa adanya kandungan daging merah atau zat besi nabati. Sedangkan bakso, meski berbahan dasar daging sapi, kandungan dagingnya sangat sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan zat besi tubuh,” jelas Johanes.

Selain pola makan yang tidak sehat, ia juga menyoroti bahwa infeksi cacing tambang dapat menjadi faktor lain penyebab anemia.

Cacing tambang umumnya berasal dari makanan yang tidak higienis, seperti lalapan atau alat makan yang terkontaminasi.

Dampak Pola Makan Tidak Seimbang

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito Anggarino Damay, menuturkan bahwa anemia defisiensi besi sering terjadi akibat rendahnya kadar hemoglobin (HB) dalam darah, yang disebabkan oleh asupan zat besi yang kurang dari makanan sehari-hari.

Baca Juga:  Remaja Bakar 3 Gerbong Kereta di Jogja hingga Sebabkan KAI Rugi Rp6,9 Miliar, Ternyata Ini Motifnya

“Kebiasaan makan seblak atau bakso tanpa tambahan makanan bergizi lain membuat remaja merasa kenyang, tetapi tubuh mereka tidak mendapatkan asupan protein, serat, dan zat besi yang cukup,” ungkap Vito.

Ia juga mengingatkan bahwa seblak dan bakso bukanlah makanan yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Akibatnya, remaja yang terus mengandalkan kedua makanan tersebut berisiko menghadapi berbagai masalah kesehatan selain anemia, seperti kekurangan serat hingga obesitas.

Pentingnya Pola Makan Bergizi

Para ahli sepakat bahwa pola makan bergizi seimbang sangat penting untuk mencegah anemia dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Johanes menyarankan agar remaja putri meningkatkan konsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah dan sayuran hijau, yang dikombinasikan dengan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi.

Ia juga merekomendasikan perebusan makanan dengan air mendidih untuk membunuh telur cacing tambang serta konsumsi obat cacing secara berkala sebagai upaya pencegahan infeksi.

Dr. Vito menambahkan bahwa tubuh kurus bukan berarti bebas dari risiko kesehatan.

Ia memperingatkan soal kondisi “skinny fat” di mana seseorang tampak kurus tetapi memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi dan massa otot yang rendah, yang juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Langkah Pencegahan Dinkes Karawang

Dinkes Karawang mengimbau para remaja dan keluarganya untuk lebih memperhatikan pentingnya pola makan sehat.

Skrining kesehatan rutin untuk mendeteksi anemia dan edukasi tentang makanan bergizi menjadi langkah awal yang sangat penting.

Mengurangi konsumsi makanan seperti seblak dan bakso tanpa menyeimbangkannya dengan makanan bergizi lain juga dianjurkan untuk mencegah anemia.

Melalui langkah-langkah preventif dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan kasus anemia di kalangan remaja Karawang dapat ditekan, sehingga generasi muda dapat tumbuh lebih sehat dan produktif.

Baca Juga:  Pesan Menyentuh Erina Gudono Donasi Rambutnya untuk Pejuang Kanker

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending