Connect with us

Lifestyle

10 Fakta Menarik Opor Ayam, Hidangan Wajib yang Selalu Hadir Saat Lebaran

Opor ayam jadi hidangan khas Lebaran yang selalu dinantikan yang memiliki 10 fakta menarik!

Logompn

Published

on

10 fakta menarik opor ayam, hidangan wajib yang selalu hadir saat lebaran
Opor ayam jadi hidangan khas Lebaran yang menjadi simbol kebersamaan dan tradisi turun-temurun di Indonesia. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 30 Maret 2025 - Mendekati perayaan Idulfitri, berbagai makanan khas lebaran mulai dipersiapkan, salah satunya adalah opor ayam. 

Hidangan opor ayam menjadi sajian wajib yang selalu hadir di meja makan saat lebaran tiba.

Opor ayam merupakan masakan berkuah santan yang terbuat dari ayam dan beragam rempah, sering disajikan bersama ketupat, nasi, atau lontong. 

Kehadirannya dalam perayaan Idulfitri sudah berlangsung sejak lama dan terus menjadi bagian penting dari tradisi kuliner di Indonesia.

Dikutip MPN Indonesia dari berbagai sumber, berikut ini adalah 10 fakta menarik tentang opor ayam, makanan khas lebaran yang selalu dirindukan saat lebaran.

10 Fakta Menarik Opor Ayam

1. Opor Ayam Berasal dari Akulturasi Budaya

Opor ayam bukan hanya sekadar hidangan khas Indonesia, tetapi merupakan hasil perpaduan budaya dari India, Jawa, Arab, dan Tionghoa. 

Pengaruh ini terlihat dari penggunaan bumbu dan cara penyajiannya yang berbeda di setiap daerah.

2. Hidangan yang Sudah Ada Sejak Abad ke-15

Sejarah mencatat bahwa opor ayam telah ada sejak abad ke-15 hingga ke-16. Kemunculannya berkaitan dengan perkembangan dan pengaruh Islam di Nusantara, yang memperkenalkan berbagai hidangan berbumbu rempah seperti kari.

Baca Juga:  Dua Tol di Jateng hanya Buka sampai Pukul 18.00 saat Fungsional Lebaran, Kenapa?

3. Tersedia dalam Berbagai Varian Warna

Opor ayam memiliki beberapa varian yang dibedakan berdasarkan warna kuahnya, yaitu kuning, putih, dan merah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh bumbu yang digunakan dalam masakan.

  • Opor kuning: Memiliki kuah kental dengan rasa rempah yang kuat, seperti kunyit, kapulaga, dan serai. Pengaruhnya berasal dari budaya kuliner India.
  • Opor putih: Kuahnya lebih terang dan rasanya lebih ringan. Jenis ini mendapat pengaruh dari kuliner Tionghoa yang tidak terlalu banyak menggunakan santan.
  • Opor merah: Ditemukan di daerah Solo, dengan tambahan sambal goreng krecek dan bubuk kedelai yang memberi rasa gurih khas.

4. Identik dengan Tradisi Idulfitri dan Cap Go Meh

Meskipun terkenal sebagai makanan khas lebaran, opor ayam juga sering disajikan saat perayaan Cap Go Meh dalam budaya Tionghoa. 

Jika saat Idulfitri opor disantap bersama ketupat, dalam perayaan Cap Go Meh biasanya disajikan dengan lontong.

5. Melambangkan Permohonan Maaf

Dalam tradisi lebaran, opor ayam bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna simbolis. Hidangan ini melambangkan permohonan maaf dan kebersamaan, yang menjadi inti dari perayaan Idulfitri.

6. Disajikan Bersama Ketupat yang Penuh Makna

Opor ayam biasanya dinikmati bersama ketupat, yang memiliki filosofi mendalam. Ketupat melambangkan kemenangan setelah berpuasa, serta simbol pengampunan dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.

7. Opor Khas Solo Memiliki Ciri Khas Tersendiri

Di Solo, opor ayam memiliki cita rasa yang berbeda. Sajian ini ditambahkan telur pindang dan bubuk kedelai, serta kuahnya lebih pekat dengan tambahan sambal goreng krecek. 

Kombinasi ini membuat opor Solo memiliki rasa yang lebih kaya dan unik dibanding varian lainnya.

8. Bisa Dijadikan Menu Sehari-hari

Meskipun identik dengan lebaran, opor ayam juga sering dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. 

Baca Juga:  Raffi Ahmad Dapat Hampers Lebaran dari Prabowo, Isinya Antimainstream

Hidangan ini kerap dijual di warung makan atau kedai sarapan pagi dengan harga yang terjangkau, sering kali dipadukan dengan nasi atau bubur.

9. Disebut Dapat Meningkatkan Fungsi Otak

Kandungan rempah dalam opor ayam dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan, termasuk meningkatkan fungsi otak. 

Beberapa bahan seperti kunyit dan serai diketahui mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh.

10. Baik untuk Penderita Anemia

Karena menggunakan daging ayam, opor ayam mengandung zat besi yang dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah. 

Oleh karena itu, hidangan ini baik dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat anemia atau kekurangan darah.

Sebagai makanan khas lebaran, opor ayam bukan hanya lezat tetapi juga memiliki sejarah panjang serta makna mendalam dalam tradisi Idulfitri. 

Dengan berbagai varian dan keunikan yang dimilikinya, tidak heran jika hidangan ini selalu dirindukan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan lebaran di Indonesia.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending