Connect with us

Lifestyle

Eva Alicia: Kita Kebiasaan Membanding-bandingkan Diri dengan Orang di Sosial Media

Eva Alicia menuturkan bahwa media sosial sering kali membuat seseorang menetapkan ekspektasi yang tidak wajar terhadap pencapaian pribadinya.

Logompn

Published

on

Eva Alicia Kita Kebiasaan Membanding bandingkan Diri dengan Orang di Sosial Media
Eva Alicia: Kita Kebiasaan Membanding-bandingkan Diri dengan Orang di Sosial Media. Gambar: Dok. Istimewa

MPN Indonesia 25 Juli 2026 - Kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial dinilai menjadi salah satu pemicu utama timbulnya burnout dan rasa ketidakpuasan terhadap diri sendiri.

Hal tersebut disampaikan oleh content creator Eva Alicia saat menjadi pembicara dalam acara peluncuran Vitalis Extrait de Parfum bertajuk The Scent of My Success: An Empowered Women’s Soiree.

Acara itu digelar di The Gallery, Cibis Park, TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7).

Pemicu Burnout

Eva menuturkan bahwa media sosial sering kali membuat seseorang menetapkan ekspektasi yang tidak wajar terhadap pencapaian pribadinya.

Padahal, menurut Eva, hal-hal seperti itu tidak seharusnya dilakukan karena setiap orang memiliki perjalanan hidup masing-masing.

“Mereka suka bikin term-term baru yang lagi rame ni burnout sekarang,” ujar Eva, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @rumormedia.id, Sabtu (25/7).

“Nah, tapi menurut aku burnout itu ada beberapa faktor ya, salah satunya adalah ekspektasi kita terhadap diri sendiri yang sebenernya tuh gak wajar karena kita terbiasa membanding-bandingkan diri sama orang di sosial media,” imbuhnya.

Menurutnya, banyak orang kesulitan mengapresiasi keberhasilan orang lain tanpa membandingkannya dengan kondisi diri sendiri.

Kebiasaan Sehat Pembatasan Screen Time

Sebagai bentuk penanganan, Eva mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat (healthy habits) dengan membatasi akses terhadap ponsel.

Ia menjauhkan ponsel saat tidur untuk menghindari kebiasaan doom scrolling serta meluangkan waktu khusus tanpa ponsel saat berkumpul bersama keluarga.

“Oh ya bener aku screen time terlalu lama. Pantesan u feel like u aren’t enough. Makanya mulai dari situ, aku mulai have healthy habits, kalo aku tidur, aku taro HP di kamar lain supaya gak doom scroll,” kata Eva.

Baca Juga:  Kunjungan ke Thailand, Prabowo Disambut Diaspora Indonesia

“Hari minggu aku family time without phone,” tambah dia.

Pentingnya Lingkungan Sosial yang Suportif

Pandangan Eva tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Vina Maulina dalam acara yang sama.

Vina menekankan pentingnya membangun lingkungan sosial yang suportif serta mengurangi screen time guna menjaga kesehatan mental dan menurunkan rasa cemas (insecurity).

“Kalau teman-teman merasa tidak berkembang, mungkin terlalu banyak screen time. Harus lebih banyak berinteraksi langsung dengan orang, bukan dengan ponsel, sehingga kita bisa lebih menurunkan rasa insecurity yang muncul,” ungkap Vina.

Vina juga menambahkan bahwa lingkaran terdekat yang suportif memegang peranan penting dalam proses penerimaan diri secara utuh.

Acara peluncuran bertema The Scent of My Success yang dirancang bersama Female Daily ini menghadirkan peluncuran produk, diskusi panel (talkshow), hingga Vision Board Workshop.

Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan mendorong ekspresi diri, memperkuat rasa percaya diri, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk saling berbagi mengenai makna kesuksesan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending