Connect with us

Lifestyle

Jangan Dibiarkan! Ini Bahaya Menyimpan Dendam bagi Tubuhmu

Menyimpan dendam memicu stres kronis, gangguan mental, hingga risiko penyakit jantung dan psikosomatis akibat ketidakseimbangan hormon.

Logompn

Published

on

Jangan dibiarkan! ini bahaya menyimpan dendam bagi tubuhmu
Ilustrasi kesal dan dendam. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 19 Januari 2026 - Menyimpan dendam dapat membahayakan kondisi kesehatan mental dan fisik seseorang.

Dikutip MPN Indonesia dari Hallo Sehat, kondisi ini dapat memicu stres kronis dan gangguan emosional yang jika tidak ditangani dapat berujung pada gangguan psikosomatis hingga penyakit kronis.

Dendam didefinisikan sebagai keinginan seseorang untuk melihat pelaku kesalahan mendapatkan balasan atau konsekuensi dan kondisi ini dianggap sebagai bentuk stres berulang yang tidak terselesaikan.

Fenomena ini terjadi karena menyimpan dendam memicu pelepasan hormon kortisol secara berlebihan, yang dapat menekan produksi hormon oksitosin.

Kedua hormon ini berperan penting dalam mengatur stres dan emosi sosial.

Ketidakseimbangan hormon tersebut meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan gangguan psikologis.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika, sudah terbukti bahwa menyimpan rasa marah dan dendam dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner yang didahului oleh kondisi tekanan darah tinggi dan arterosklerosis.

Efek dendam juga berdampak langsung terhadap kesehatan mental.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa menyimpan perasaan negatif membuat seseorang lebih rentan terhadap kondisi gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, PTSD, dan gangguan kepribadian.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di PLOS ONE pada 2015 menyebutkan bahwa merenungkan peristiwa yang tidak menyenangkan membuat seseorang merasa kejadian itu baru saja terjadi, meskipun sebenarnya sudah lama berlalu.

Dampak Fisik Menyimpan Dendam

Dampak menyimpan dendam terhadap kesehatan fisik mencakup gangguan fungsi otak akibat ketidakseimbangan hormon, peningkatan risiko penyakit jantung, serta penuaan dini.

Hormon kortisol yang diproduksi dalam jumlah besar saat seseorang menyimpan dendam dapat merusak sistem saraf pusat serta organ tubuh lain.

Baca Juga:  Sering Overthinking Sebelum Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ketika hormon oksitosin yang diperlukan untuk membangun hubungan emosional tertekan, kondisi emosional dan sosial pun ikut terganggu.

Studi juga mengindikasikan bahwa orang dengan sifat pendendam cenderung mengadopsi gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan konsumsi makanan cepat saji tinggi kalori.

Kebiasaan ini memperbesar risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus.

Penelitian dari Messias et al. (2010) menyatakan bahwa menyimpan dendam meningkatkan peluang 50% lebih tinggi mengalami penyakit dengan rasa nyeri seperti ulserasi lambung, sakit punggung, dan sakit kepala.

Selain itu, penumpukan emosi negatif berkontribusi pada tekanan darah tinggi.

Respons stres kronis yang dihasilkan tubuh karena menyimpan dendam juga mempercepat proses penuaan biologis akibat perubahan kromosom DNA dalam regenerasi sel.

Hal ini menunjukkan bahwa menyimpan dendam tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga mempercepat kerusakan organ tubuh.

Dampak Psikologis dan Risiko Gangguan Mental

Dari sisi psikologis, menyimpan dendam memperburuk kesejahteraan emosional.

Seseorang yang terus terpapar perasaan negatif cenderung mengalami kesulitan melepaskan ingatan akan kejadian buruk di masa lalu.

Ini berdampak langsung pada kondisi kesehatan mental dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Berbagai gangguan mental yang dikaitkan dengan sifat pendendam meliputi:

  1. Gangguan kecemasan (anxiety)
  2. Depresi
  3. Gangguan stres pasca-trauma (PTSD)
  4. Gangguan kepribadian
  5. Gangguan panik
  6. Fobia

Kondisi ini dapat berkembang semakin serius apabila tidak mendapatkan penanganan psikologis atau medis yang tepat.

Proses penyembuhan emosi seperti memaafkan dan berdamai dengan peristiwa masa lalu penting untuk menekan dampak negatif dari dendam terhadap kesehatan mental.

Meskipun demikian, jika gejala yang dirasakan mulai mengganggu keseharian, bantuan profesional tetap dibutuhkan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending