Lifestyle
Khutbah Jumat 12 Desember 2025: Meminta Ampunan Allah Melalui Taubat Nasuha
Khutbah Jumat hari ini membahas pentingnya taubat nasuha sebagai fondasi ketakwaan.
MPN Indonesia 12 Desember 2025 - Dalam khutbah Jumat hari ini (12/12), Taubat nasuha merupakan langkah awal yang menentukan arah perjalanan seorang mukmin dalam meraih ampunan Allah.
Taubat tidak boleh ditunda-tunda karena merupakan pondasi utama dalam membangun ketakwaan.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٨
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS At-Tahrim ayat 8)
Taubat yang tulus adalah bentuk kedisiplinan spiritual yang harus dijaga secara terus-menerus oleh setiap mukmin.
Tanpa taubat, seorang hamba kehilangan dasar untuk melangkah menuju maqam-maqam kedekatan kepada Allah.
Taubat: Bekal Awal Mencapai Ketakwaan
Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’rani dalam kitab al-Minah as-Saniyah, menyebut bahwa tobat adalah dasar dari seluruh perjalanan spiritual. Ia menegaskan:
وَبَدَأَ الشَّيْخُ بِالتَّوْبَةِ لِأَنَّهَا أَسَاسُ كُلِّ مَقَامٍ يَتَرَقَّى إِلَيْهِ الْعَبْدُ حَتَّى يَمُوتَ، فَكَمَا أَنَّ مَنْ لَا أَرْضَ لَهُ لَا بِنَاءَ لَهُ، كَذَلِكَ مَنْ لَا تَوْبَةَ لَهُ فَلَا حَالَ لَهُ وَلَا مَقَامَ
Artinya: “Syaikh Al-Matbuly mengawali wasiatnya dengan masalah tobat, karena tobat merupakan fondasi bagi setiap kedudukan yang kepada-Nya lah seorang hamba hendak menaiki hingga meninggal dunia. Ibarat orang yang tidak memiliki tanah, ia pun tidak memiliki bangunan, demikian pula dengan orang yang tidak istiqamah bertobat, maka baginya tidak ada kedudukan dan derajat (ketakwaan) di sisi Allah Ta’ala.”
Khutbah juga menyoroti dampak dari kelalaian terhadap taubat. Mengutip Imam al-Harits al-Muhasibi dalam Risalah al-Mustarsyidin halaman 154-155:
وَاعْلَمْ يَا أَخِي أَنَّ الذُّنُوْبَ تُوْرِثُ الْغَفْلَةَ وَالْغَفْلَةُ تُوْرِثُ الْقَسْوَةَ وَالْقَسْوَةُ تُوْرِثُ الْبُعْدَ مِنَ اللهِ وَالْبُعْدُ مِنَ اللهِ يُوْرِثُ النَّارَ وَإِنَمَا يَتَفَكَّرُ فِي هَذِهِ الأَحْيَاءُ وَأَمَّا الأَمْوَاتُ فَقَد أمَاتَوْا أَنْفُسَهُمْ بِحُبِّ الدُّنْيَا
Artinya: “Ketauhiilah wahai saudaraku, bahwa dosa-dosa mengakibatkan kelalaian, dan kelalaian mengakibatkan kerasnya (hati), dan kerasnya hati mengakibatkan jauhnya (diri) dari Allah, dan jauh dari Allah mengakibatkan siksaan di neraka. Hanya saja yang memikirkan ini adalah orang-orang yang hidup, adapun orang-orang yang telah mati, sungguh mereka telah mematikan diri mereka dengan mencintai dunia.”
Taubat bukan hanya bentuk penyesalan, tetapi juga usaha aktif untuk menjaga diri dari kemaksiatan dan kembali ke jalan Allah.
Istiqamah dalam Taubat, Tanda Diterimanya Hidayah
Khutbah juga mengangkat perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW dalam QS Hud ayat 112 sebagai bentuk ajakan untuk istiqamah:
فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ١١٢
Artinya: “Maka, tetaplah (di jalan yang benar), sebagaimana engkau (Nabi Muhammad) telah diperintahkan. Begitu pula orang yang bertobat bersamamu. Janganlah kamu melampaui batas! Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Disampaikan pula kisah Abi Ishaq al-Isfarayain yang disebut oleh Imam al-Ghazali dalam Minhaj al-‘Abidin, tentang bagaimana ia memohon selama 30 tahun untuk diberi taubat nasuha, namun belum juga dikabulkan.
“Telah sampai kepadaku berita tentang seorang alim yang mengamalkan ilmunya, yaitu Abi Ishaq al-Isfarayain. Ia berkata: ‘Aku telah berdoa kepada Allah Ta’ala selama tiga puluh tahun agar dianugerahi tobat yang murni dan sungguh-sungguh (tobat nasuha). Aku pun merasa heran dan berkata dalam hati: Maha Suci Allah, aku telah memohon satu perkara ini selama tiga puluh tahun, namun hingga kini belum juga dikabulkan.’
Kemudian aku bermimpi, seakan-akan ada suara yang berkata kepadaku: ‘Apakah engkau heran karena permohonanmu belum dikabulkan? Tahukah engkau apa yang sebenarnya engkau minta? Sesungguhnya engkau meminta kepada Allah agar Dia mencintaimu. Bukankah engkau telah mendengar firman Allah Ta’ala:
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ ٢٢٢
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah ayat 222)
Jangan Putus Asa dari Ampunan Allah
Khutbah Jumat ini juga memuat syair Imam al-Busyiri dalam Burdah-nya yang menekankan pentingnya tidak berputus asa dari rahmat Allah:
يَا نَفْسُ لَا تَقْنَطِيْ مِنْ زَلَّةٍ عَظُمَتْ ۞ إِنَّ الْكَبَآئِرَ فِيْ الغُفْرَانِ كَاللَّمَمِ
Artinya: “Wahai jiwa, janganlah putus asa karena dosa besar yang telah dilakukan. Sesungguhnya dosa-dosa besar dalam luasnya ampunan Allah seperti kecil dan ringan.”
Khatib juga mengutip hadis dari Abdullah bin Umar RA:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ: رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya: “Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Dahulu kami menghitung, dalam satu majelis Rasulullah SAW mengucapkan sebanyak seratus kali: ‘Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkaulah Dzat yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.’”
Doa dan Penutup Khutbah
Sebagai penutup, khutbah Jumat ini ditutup dengan doa yang mencakup permohonan perlindungan dari bencana, perbaikan dunia dan akhirat, serta keselamatan bagi negeri Indonesia:
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرّٰحِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَاللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ
Khutbah ditutup dengan harapan agar umat Islam senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga hati, menjauhi maksiat, dan memperbanyak istighfar.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
