Connect with us

Lifestyle

Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Mengisi 10 Malam Terakhir Ramadan dengan Iktikaf di Masjid

Khutbah Jumat pada 13 Maret 2026 yang bertepatan dengan masa-masa penghujung bulan Ramadan bisa mengangkat tema mengenai pemaksimalan ibadah di sisa waktu yang masih ada.

Logompn

Published

on

Khutbah Jumat 13 Maret 2026 Mengisi 10 Malam Terakhir Ramadan dengan Iktikaf di Masjid
Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Mengisi 10 Malam Terakhir Ramadan dengan Iktikaf di Masjid | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 13 Maret 2026 - Khutbah Jumat pada 13 Maret 2026 yang bertepatan dengan masa-masa penghujung bulan Ramadan bisa mengangkat tema mengenai pemaksimalan ibadah di sisa waktu yang masih ada.

Memaksimalkan ibadah di 10 malam terakhir Ramadan bisa dilakukan dengan i’tikaf di masjid.

Pembahasan ini bisa mengajak umat Islam agar lebih semangat mengejar ridho Allah SWT di penghujung bulan suci.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi NU Online, berikut khotbah Jumat 13 Maret 2026.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ زَمَانًا لِلطَّاعَاتِ، وَخَصَّ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْهُ بِمَزِيْدِ الْفَضْلِ وَالْبَرَكَاتِ، وَشَرَعَ فِيْهَا الِاعْتِكَافَ لِتَزْكِيَةِ النُّفُوْسِ وَتَطْهِيْرِ الْقُلُوْبِ مِنَ الشَّهَوَاتِ، وَجَعَلَهُ سَبَبًا لِنَيْلِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَالْفَوْزِ بِرَفِيْعِ الدَّرَجَاتِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى الْخَيْرَاتِ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Sudah sepantasnya kita sebagai insan yang beriman, selalu menampilkan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah swt.

Karena berkat segala karunia-Nya, kita dapat aman, tentram, dan nyaman dalam beraktivitas ibadah selama bulan suci Ramadan.

Begitu pula kepada Baginda Nabi Muhammad saw yang telah berjuang, sepatutnya kita selalu menghaturkan shalawat dan salam.

Sebab berkat tetesan keringat beliau dalam mendakwahkan Islam, kita bisa selamat di dunia dan akhirat. Tidak lupa juga kepada para sahabat, kerabat, dan ulama.

Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian, mari tingkatkan ketakwaan kepada Allah swt, dengan mengerjakan segala perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, serta mencari cara untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya, sebagaimana dalam surat Al-Maidah ayat 35 dijelaskan:

Baca Juga:  Ramai Isu Perselingkuhan Artis, Begini Pandangan Islam soal Dosa Selingkuh

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.”

Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Hari demi hari telah berlalu, pekan demi pekan telah terlewatkan, tidak terasa kita sudah berada di penghujung Ramadan.

Bulan suci yang selama satu musim dinantikan, sebentar lagi akan pergi meninggalkan kita. Di sisa-sisa waktu yang masih ada ini, sebaiknya kita manfaatkan dengan maksimal.

Adapun cara terbaik dalam memanfaatkan masa akhir Ramadan ini, adalah dengan tetap berpedoman kepada amaliah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.

Salah satu kebiasaan beliau dalam mengisi sepuluh malam akhir Ramadan ialah dengan beri’tikaf di masjid, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bersumber dari Aisyah, istri Rasulullah saw:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ ‌حَتَّى ‌تَوَفَّاهُ اللّٰهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Artinya: “Sungguh Nabi Muhammad Saw (selalu) beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, hingga beliau wafat. Kemudian para istrinya beri’tikaf juga setelah beliau.”

Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Badruddin al-‘Aini dalam kitab ‘Umdatul Qari, jilid XI halaman 143, menjelaskan, hadits ini adalah dalil tegas yang menetapkan anjuran melaksanakan i’tikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadan. Terkhusus, ini sangat dianjurkan bagi laki-laki.

Berdasarkan hadits ini pula, i’tikaf diperkenankan bagi perempuan. Al-‘Aini memaparkan, dengan mengutip pendapat Imam An-Nawawi:

قَالَ النَّوَوِيّ: وَفِي هَذَا الحَدِيث دَلِيلٌ لِصِحَّةِ اعْتِكَافِ النِّسَاء، لِأَنَّهُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ أَذَّنَ لَهُنَّ

Artinya: “An-Nawawi berkata, ‘Dalam hadits (riwayat Aisyah) ini juga, dapat dijadikan landasan tentang keabsahan I’tikaf bagi wanita. Sebab Nabi saw telah mengizinkan mereka’.”

Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Banyak alasan mengapa Nabi Muhammad saw gemar ber’itikaf di 10 malam terakhir bulan suci Ramadan.

Baca Juga:  Hari Ini Memperingati Hari Apa? Ini Peringatan 25 Agustus 2026

Di antaranya adalah bahwa di waktu tersebut Lailatul Qadar tiba. Dengannya Nabi beritikaf, sembari memburu malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Sayyidah Aisyah ra meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ: تَحَرَّوْا ‌لَيْلَةَ ‌الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Rasulullah saw sering beri’tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, dan beliau bersabda: ‘Beri’tikaflah kalian pada Lailatul Qadar di 10 malam terakhir bulan Ramadan’.” (Al-Bukhari)

Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Sebab Lailatul Qadar itu terdapat di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, maka ketika kita memaksimalkan diri untuk beribadah kepada Allah dengan beri’tikaf di masjid, maka potensi segala dosa kita diampuni akan semakin besar.

Sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad saw dalam haditsnya:

مَنْ ‌قَامَ ‌لَيْلَةَ ‌الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Siapa saja yang beribadah pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan berniat karena Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari)

Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Beri’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan sangat dianjurkan bagi seorang laki-laki dan perempuan.

Nabi saw memberikan contoh kepada kita bahwa betapa pentingnya memaksimalkan waktu terakhir di bulan suci ini.

Dalam hadits diterangkan, bahwasanya Nabi Muhammad saw tidak pernah luput dari i’tikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadan sampai beliau wafat.

Alasannya adalah karena di malam-malam terakhir tersebut terdapat Lailatul Qadar, yakni suatu masa yang apabila seorang hamba beribadah di dalamnya, maka nilai pahalanya setara dengan beribadah selama seribu bulan.

Selain itu, di 10 malam terakhir ada Lailatul Qadar, maka dengan memfokuskan diri beribadah melalui i’tikaf, akan membuka potensi kita untuk diampuni oleh Allah swt atas segala dosa yang telah berlalu.

Baca Juga:  Zohran Mamdani Wali Kota New York Sahur Bersama Pekerja Layanan Publik di Tengah Badai Salju

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرْ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلبَشَرْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بْنَظَرٍ وَوَعَتْ أُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أمَّا بعد، فَيَا أَيُّهَا اْلمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَاءِ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَوَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ فِي سَائِرِ اْلأَزْمَانِ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

وَاعْلَمُوا أنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ قَدْ أَوْشَكَ عَلَى اْلاِنْتِهَاءِ، فَاجْعَلُوا أَعْمَالَهُ زَادًا لَكُمْ فِي بَقِيَّةِ اْلعَامِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ﴾ (الحَجْرُ: ٩٩)، فَلَا تَنْقَطِعُوا عَنِ اْلعِبَادَةِ بَعْدَ رَمَضَانَ، فَإِنَّ رَبَّ رَمَضَانَ هُوَ رَبُّ الشُّهُوْرِ كُلِّهَا.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending