Connect with us

Berita

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1448 H pada 8 Februari 2027 berdasarkan KHGT. Pemerintah masih menunggu hasil Sidang Isbat.

Logompn

Published

on

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 1448 H Jatuh pada 8 Februari
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027. Gambar: Dok. KHGT Muhammadiyah

MPN Indonesia 30 Agustus 2026 - Muhammadiyah tetapkan awal Ramadan 1448 Hijriah jatuh pada Senin, 8 Februari 2027 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Penetapan itu diumumkan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebagai acuan pelaksanaan puasa bagi warga persyarikatan.

Sementara itu, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (NU) belum tetapkan awal Ramadan karena masih menunggu pelaksanaan Sidang Isbat pada akhir bulan Syaban.

Selain menetapkan awal Ramadan, PP Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1448 H atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027.

Penetapan tersebut tercantum dalam KHGT yang digunakan organisasi tersebut.

Pemerintah Masih Menunggu Hasil Sidang Isbat

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) bersama NU belum mengumumkan secara resmi awal Ramadan 1448 H.

Penentuan awal bulan Hijriah oleh pemerintah dilakukan melalui Sidang Isbat dengan mempertimbangkan dua metode, yakni hisab dan rukyatul hilal.

Keputusan akan diumumkan setelah proses tersebut dilaksanakan pada akhir bulan Syaban.

Perbedaan Metode Penentuan Awal Bulan

Potensi kesamaan maupun perbedaan awal Ramadan di Indonesia dipengaruhi oleh metode yang digunakan masing-masing lembaga keagamaan.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab melalui konsep Wujudul Hilal.

Metode tersebut mengandalkan perhitungan astronomis untuk menentukan masuknya bulan baru.

Sementara itu, pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal dengan mengacu pada kriteria MABIMS yang disepakati oleh sejumlah negara.

Negara tersebut, terdiri dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura.

Pada metode tersebut, rukyatul hilal dilakukan melalui pengamatan kemunculan hilal setelah terjadinya ijtima’, yaitu saat matahari dan bulan berada pada bujur yang sama.

Ketentuan dalam Metode Pemerintah

Selain menggunakan hisab sebagai alat bantu, pemerintah juga menerapkan ketentuan Hisab Hakiki Imkan Rukyat.

Baca Juga:  Richard Lee Hadiahkan Hijab Untuk Sarwendah Saat Buka Puasa Bersama

Apabila pada hari pemantauan ketinggian hilal berada di bawah kriteria MABIMS, bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan awal puasa bergeser ke hari berikutnya.

Berdasarkan mekanisme tersebut, hasil Sidang Isbat menjadi dasar penetapan resmi awal Ramadan oleh pemerintah.

 (AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending