Lifestyle
Khutbah Jumat 27 Februari 2026, Hakikat Puasa dan Menahan Diri selama Ramadan
Naskah lengkap Khutbah Jumat Ramadan tentang pentingnya menjaga lisan, pandangan, dan perilaku agar puasa bernilai sempurna di sisi Allah SWT.
MPN Indonesia 27 Februari 2026 - Khutbah Jumat (27/2) hari ini mengangkat tema Rahasia Menahan Diri dalam Ibadah Puasa. Khutbah ini difokuskan pada pentingnya pengendalian diri sebagai inti dari ibadah puasa di bulan Ramadan.
Puasa bukan hanya soal menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta menahan dari ucapan dan perbuatan yang dilarang.
Ibadah puasa selama Ramadan bertujuan sebagai sarana pendidikan rohani umat Islam, membentuk kedewasaan batin serta membimbing perilaku agar selaras dengan nilai-nilai ilahiah dalam ajaran Islam.
Puasa menjadi benteng bagi orang beriman untuk melawan dorongan syahwat dan emosi negatif.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَعْظَمَ عَلَى عِبَادِهِ الْمِنَّة ، بِمَا دَفَعَ عَنْهُمْ كَيْدَ الشَّيْطَانِ وَفَنَّه ، وَرَدَّ أَمَلَهُ وَخَيَّبَ ظَنَّه ، إِذْ جَعَلَ الصَّوْمَ حِصْنًا لِأَوْلِيَائِهِ وَجُنَّة ، وَفَتَحَ لَهُمْ بِهِ أَبْوَابَ الْجَنَّة . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ رَسُولُ الرَّحْمَة ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَائِدِ الْخَلْقِ وَمُمَهِّدِ السُّنَّة ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الأَبْصَارِ الثَّاقِبَة ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُون ، أُوْصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمْ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون . وَقَالَ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنْ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيمُ وَصَدَقَ رَسُولُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيمُ ، وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِين .
Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT
Melalui mimbar Jumat yang penuh kemuliaan ini, khatib berpesan kepada seluruh jemaah, sekaligus mengingatkan diri pribadi, marilah kita senantiasa memperkokoh iman dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
Kita laksanakan segala perintah-Nya dan kita jauhi seluruh larangan-Nya, karena sejatinya kita adalah hamba-Nya yang sudah sepatutnya beribadah, mengabdi, serta tunduk patuh terhadap setiap ketentuan dan kehendak-Nya.
Dengan sikap tersebut, sebagaimana janji-Nya, Allah SWT akan memuliakan kehidupan kita serta meninggikan derajat kita di sisi-Nya. Dialah Zat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Jemaah shalat Jumat Rahimakumullah
Segala puji bagi Allah, pada hari ini kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan, bulan yang mulia dan penuh keberkahan, yang menghadirkan begitu banyak kebaikan serta kesempatan untuk semakin memperkuat keimanan bagi seluruh umat Islam.
Pengendalian Diri sebagai Inti dari Ibadah Puasa
Khatib menyampaikan bahwa puasa adalah bentuk pendidikan yang mengajarkan umat Islam untuk menahan diri dari hal-hal yang pada kondisi biasa dibolehkan, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ فلا يَرْفُثْ ولَا يَجْهلْ، وإنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِن رِيحِ المِسْكِ. يَتْرُكُ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ وشَهْوَتَهُ مِن أَجْلِي، الصِّيَامُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.
Artinya: “Puasa adalah benteng (perisai), maka janganlah dia (orang yang berpuasa) berkata kotor dan tidak bertindak bodoh. Jika ada orang yang memeranginya atau mencacinya, hendaklah dia berkata: ‘Saya sedang puasa’ (dua kali). Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah Ta’ala daripada bau minyak kasturi. Dia meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya demi Aku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat kebaikan serupa.” (HR Bukhari Muslim)
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari ucapan sia-sia dan keji:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ الصِّيَامُ مِنْ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ فَقَطْ، الصِّييَامُ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum saja, puasa adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan keji.’” (HR Baihaqi dan Al-Hakim).
Risiko Puasa Tanpa Pengendalian Diri
Dalam khutbah disebutkan bahwa orang yang tidak mampu mengendalikan diri dari perkataan dusta dan perbuatan maksiat selama puasa, puasanya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Hadis Rasulullah SAW menyebutkan:
مَن لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, berbuat dusta, dan kebodohan (kemaksiatan), maka Allah tidak butuh (menerima) dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhari)
Dalam pengertian ini, orang yang berpuasa tidak cukup hanya menahan lapar dan dahaga.
Ia juga harus mampu menjaga lisan, pandangan, pendengaran, tangan, serta seluruh anggota tubuh lainnya dari segala perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghapus pahala puasanya.
KH Abdul Muiz Ali juga mengutip hadis:
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR Ath-Thabarani)
Pahala Tak Terhingga Bagi yang Menahan Diri
Dalam hadis Qudsi yang dikutip dalam khutbah disebutkan bahwa Allah SWT sendiri yang akan membalas ibadah puasa:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
Artinya: “Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.’” (HR Muslim)
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah SWT
Demikianlah khutbah ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kepada kita kemudahan serta kekuatan sehingga kita mampu menunaikan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan menjaga diri dengan penuh kesabaran serta pengendalian selama menjalankannya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا ، وَأسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنُ بِنَظَرٍ وَأُذُنَّ بِخَبَرٍ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنِي بِمَلائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا .
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْنِي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْتَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
