Connect with us

Lifestyle

Mengenal Permainan Egrang, Digunakan untuk Mengantar Surat

Permainan egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang menggunakan dua tongkat bambu dan bermanfaat melatih keseimbangan, keberanian, serta ketekunan.

Logompn

Published

on

Mengenal Permainan Egrang, Digunakan untuk Mengantar Surat
Mengenal Permainan Egrang, Digunakan untuk Mengantar Surat. Gambar: SMAN 1 Kutowinangun

MPN Indonesia 17 Juli 2026 - Hai, Sobat MPN! Kalian tahu nggak sih kalau di Indonesia, kita punya banyak banget permainan tradisional yang seru dan penuh tantangan? Yup! Mulai dari congklak, gasing, hingga egrang.

Semua itu gak kalah menarik dari permainan modern di gadget kalian. Nah, sekarang kita akan bahas permainan egrang, sob.

Egrang ini bukan cuma sekadar permainan biasa, tapi juga bagian dari warisan budaya kita yang kaya akan nilai dan manfaat.

Selain butuh keterampilan fisik, main egrang juga melatih keseimbangan, ketekunan, dan keberanian.

Yuk, ikuti terus artikel ini untuk tahu lebih banyak tentang permainan egrang yang unik dan penuh nilai budaya ini!

Permainan Egrang Terkenal hingga Mancanegara

Permainan Egrang Terkenal hingga Mancanegara
Permainan Egrang Terkenal hingga Mancanegara. Gambar: Binus

Permainan egrang punya banyak nama dan variasi di berbagai daerah di Indonesia. Di Lampung, permainan ini dikenal dengan nama terompang pancung. Unik, kan?

Nggak cuma di Lampung, egrang juga ada di Sumatera Barat dengan sebutan tengkak atau pincang.

Kalau di Bengkulu, mereka menyebutnya ingkau atau sepatu bambu. Di Jawa, permainan ini dikenal sebagai jangkungan, dan di Kalimantan Barat disebut batungkau.

Jadi, kalau Sobat MPN berkeliling Indonesia, mungkin bakal ketemu egrang dengan berbagai nama keren ini.

Nah, uniknya lagi, ternyata permainan egrang nggak cuma ada di Indonesia, lho. Di beberapa negara Eropa, egrang juga dikenal dan bahkan dulu dipakai sama tukang pos untuk mengantarkan surat-surat.

Baca Juga:  Mengenal Jamur Matsutake, Jamur Liar yang Harganya Rp33 Juta per Setengah Kilo

Di Jepang, permainan egrang juga populer sebagai permainan tradisional dan sering dilombakan dalam acara olahraga. Jadi, bisa dibilang egrang ini punya sejarah yang cukup panjang dan mendunia.

Cara Bermain Egrang

Cara Bermain Egrang
Cara Bermain Egrang. Gambar: Binus

Nah, setelah tahu sejarahnya, sekarang kita bahas cara mainnya. Buat Sobat MPN yang belum pernah coba, tenang aja, kita bakal bahas dari yang paling dasar. Yuk, disimak!

1. Peralatan yang Diperlukan

Untuk main egrang, kita butuh dua tongkat bambu panjang yang punya tempat pijakan kaki.

Biasanya, bambu dipilih karena kuat dan mudah didapat. Tapi, di beberapa daerah, mereka juga pakai kayu sebagai alternatif.

2. Langkah-Langkah Dasar Bermain Egrang

Menyiapkan tongkat egrang: pastikan tongkat bambu atau kayu sudah punya pijakan yang kuat.

Pijakan ini biasanya ditempatkan sekitar 30-50 cm dari ujung bawah tongkat.

Cara naik ke tongkat egrang: letakkan satu kaki di pijakan, lalu secara perlahan naikkan kaki yang satunya.

Perlu hati-hati dan pastikan punya pegangan yang kuat saat naik.

Teknik berjalan dengan egrang: setelah berhasil naik, cobalah berjalan dengan perlahan. Keseimbangan adalah kunci utama di sini.

Latih dulu di permukaan yang rata sebelum mencoba di tempat yang lebih menantang.

3. Tips Menjaga Keseimbangan

Latihan keseimbangan: mulailah dengan latihan berdiri di atas egrang tanpa bergerak. Ini membantu Sobat MPN menemukan titik keseimbangan.

Tips agar tidak mudah jatuh: jangan ragu untuk condongkan badan sedikit ke depan saat berjalan. Ini membantu menjaga keseimbangan dan mencegah jatuh.

Manfaat Bermain Egrang

Manfaat Bermain Egrang
Manfaat Bermain Egrang. Gambar: TGR Campaign

Ternyata main egrang nggak cuma seru, tapi juga punya banyak manfaat. Yuk, kita lihat apa saja manfaatnya!

1. Manfaat Fisik

Melatih keberanian: naik ke atas tongkat bambu yang tinggi tentu butuh keberanian.

Baca Juga:  Mengenal Permainan Pindah Bintang, Sudah Ada sejak Era Kolonial

Melatih ketekunan: dibutuhkan latihan berulang kali untuk bisa berjalan dengan lancar.

Melatih kesabaran: nggak semua orang bisa langsung mahir, jadi harus sabar dan terus mencoba.

Melatih kekuatan fisik: berdiri dan berjalan di atas egrang memerlukan otot kaki dan tubuh yang kuat.

Melatih keseimbangan fisik: keseimbangan adalah kunci utama dalam permainan ini.

2. Manfaat Psikologis dan Sosial

Mengajarkan nilai sportifitas: dalam bermain egrang, penting untuk menerima kekalahan dengan lapang dada dan tidak curang.

Mengajarkan kerja keras dan keuletan: latihan terus-menerus menunjukkan bahwa kerja keras akan membuahkan hasil.

Menjalin interaksi sosial: permainan tradisional ini sering dimainkan bersama, sehingga bisa mempererat hubungan sosial.

Aturan yang Berlaku dalam Permainan Egrang

Aturan yang Berlaku dalam Permainan Egrang
Aturan yang Berlaku dalam Permainan Egrang. Gambar: Dok Desa Pucanganom

Nah, supaya permainan egrang bisa berlangsung seru dan aman, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan. Yuk, kita cek satu-satu!

1. Standar Lapangan dan Perlombaan

Untuk kompetisi egrang, biasanya digunakan lapangan dengan ukuran lintasan sepanjang 50 meter dan lebar 7,5 meter.

Di dalam lintasan ini, bisa ada lima peserta yang masing-masing punya lintasan selebar 1,5 meter. Dengan begitu, setiap peserta punya ruang yang cukup untuk bergerak.

2. Peraturan Keamanan

Penggunaan pelindung: meskipun egrang adalah permainan tradisional, tapi kalian harus menggunakan pelindung seperti helm atau pelindung lutut dan siku. Hal itu bisa membantu mencegah cedera.

Area bermain yang aman: pastikan area bermain bebas dari rintangan dan permukaan tanah rata untuk mengurangi risiko jatuh dan cedera.

3. Etika Bermain Egrang

Tidak curang: fair play sangat penting dalam permainan ini. Semua pemain harus bermain dengan jujur.

Saling membantu: jika ada pemain yang kesulitan atau terjatuh, pemain lain harus siap membantu.

Tantangan dan Upaya Pelestarian Egrang di Era Modern

Tantangan dan Upaya Pelestarian Egrang di Era Modern
Tantangan dan Upaya Pelestarian Egrang di Era Modern. Gambar: TGR Campaign

Sobat MPN, permainan egrang memang keren, tapi ada tantangan yang harus dihadapi untuk tetap melestarikannya, lho. Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Baca Juga:  7 Permainan Tradisional Sulawesi Selatan, Bisa Jadi Lomba Agustusan!

1. Tantangan dalam Melestarikan

Tantangan dalam melestarikan permainan tradisional tentu gak jauh-jauh dari adanya perkembangan teknologi.

Yup! Perkembangan zaman ini telah membuat permainan tradisional dilupakan terutama oleh masyarakat modern di perkotaan. Anak-anak zaman sekarang lebih tertarik pada gadget dan game digital.

Hal itu bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu ketidaktahuan akan adanya permainan tradisional, atau bahkan karena memang mereka tidak tertarik untuk bermain permainan tradisional.

2. Upaya Pelestarian yang Sudah Dilakukan

Kirab budaya dan acara peringatan: di beberapa daerah, seperti Kalurahan Tepus, permainan egrang diperkenalkan kembali melalui acara budaya.

Pengajaran di sekolah dan komunitas: mengajarkan permainan ini di sekolah bisa menjadi cara efektif untuk melestarikannya.

Penampilan di museum dan lembaga penelitian: beberapa museum dan lembaga penelitian sudah mulai mendokumentasikan dan menampilkan permainan ini untuk kepentingan sejarah dan budaya.

Kesimpulan

Sobat MPN, egrang bukan hanya permainan tradisional biasa, melainkan juga media pembelajaran yang bisa melatih keseimbangan, keberanian, ketekunan, dan kerja keras.

Selain itu, egrang juga mengajarkan nilai-nilai sportifitas dan sosial yang penting untuk kehidupan sehari-hari.

Namun, kita tidak bisa menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi dalam melestarikan permainan egrang.

Perubahan zaman dan teknologi membuat permainan tradisional ini semakin terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda.

Oleh karena itu, upaya pelestarian harus dilakukan dengan lebih giat melalui berbagai cara. Jadi, mari kita ambil bagian dalam melestarikan permainan egrang.

Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga warisan budaya nenek moyang, tetapi juga memperkenalkannya kepada generasi berikutnya.

Baca juga artikel 12 Permainan Tradisional Asal Betawi, Mengingat Kembali Keindahan Masa Kecil yang sudah dibahas sebelumnya ya sob!

Referensi

  • Kurniasih, I. (2015). 1001 Pengetahuan Modern Untuk Anak. Relasi Inti Media.
    Situs Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). https://kebudayaan.kemdikbud.go.id pada 26 Agustus 2021.
  • Situs Resmi Indonesia. (2021). https://indonesia.go.id pada 26 Agustus 2021.
  • SMP Negeri 2 Tuntang. Permainan Tradisional Egrang. Diakses dari https://smpn2tuntang.sch.id/permainan-tradisional-egrang/
  • Pemerintah Desa Tepus. (2024). Mengenal dan Melestarikan Budaya – Permainan Tradisional Egrang. https://desatepus.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/3954-Mengenal-dan-Melestarikan-Budaya—Permainan-Tradisional-Egrang
  • Kumparan. (n.d.). Mengenal Permainan Egrang: Olahraga Tradisional Indonesia. https://kumparan.com/berita-update/mengenal-permainan-egrang-olahraga-tradisional-indonesia-1wPHLfFhRE2/full

(ADN/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga8 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita27 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita34 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita59 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending