Lifestyle
Mengenal Sejarah Hari Bumi, Benarkah Berawal dari Krisis Lingkungan yang Ada di Amerika?
Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April telah menjadi simbol global perjuangan manusia dalam menjaga kelestarian planet ini.
MPN Indonesia 22 April 2026 - Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April telah menjadi simbol global perjuangan manusia dalam menjaga kelestarian planet ini.
Namun, tahukah Anda bahwa gerakan masif yang kini melibatkan miliaran orang di seluruh dunia ini sebenarnya bermula dari sebuah kegelisahan di Amerika Serikat?
Mari kita bedah lebih dalam mengenai sejarah panjang Hari Bumi.
Polusi Dianggap sebagai “Bau Kemakmuran”
Mundur ke era sebelum tahun 1970, kondisi lingkungan di Amerika Serikat sangat memprihatinkan.
Saat itu, masyarakat AS hidup berdampingan dengan polusi tanpa merasa ada yang salah.
Mobil-mobil besar mengonsumsi bensin bertimbal dalam jumlah masif, sementara pabrik-pabrik industri membuang asap serta lumpur limbah ke alam bebas tanpa rasa takut akan sanksi hukum.
Dikutip MPN Indonesia dari Earthday.org, ironisnya, pada masa itu polusi udara justru diterima secara umum sebagai “bau kemakmuran”, sebuah tanda bahwa ekonomi sedang tumbuh pesat.
Kesadaran akan ancaman kesehatan akibat kerusakan lingkungan hampir tidak ada dalam benak publik.
Titik balik mulai muncul saat buku Silent Spring karya Rachel Carson terbit pada 1962.
Buku ini mulai membuka mata dunia tentang hubungan erat antara polusi dan kesehatan masyarakat serta dampaknya terhadap organisme hidup.
Kelahiran Gerakan Modern
Senator Gaylord Nelson dari Wisconsin merupakan sosok kunci di balik Hari Bumi.
Kegelisahan Nelson memuncak setelah ia menyaksikan dampak buruk tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California, pada Januari 1969.
Nelson melihat adanya energi besar dari gerakan protes mahasiswa anti-perang saat itu.
Ia kemudian memiliki gagasan brilian, bagaimana jika energi protes tersebut digabungkan dengan kesadaran publik yang mulai tumbuh tentang polusi udara dan air.
Untuk mewujudkannya, Nelson bekerja sama dengan Pete McCloskey dan merekrut aktivis muda bernama Denis Hayes.
Mereka memilih tanggal 22 April sebagai hari pelaksanaan kegiatan edukasi di kampus-kampus karena tanggal tersebut berada di antara liburan musim semi dan ujian akhir mahasiswa.
Hasilnya luar biasa. Sebanyak 20 juta warga Amerika turun ke jalan, taman, hingga auditorium untuk mendemonstrasikan penolakan terhadap dampak 150 tahun pembangunan industri yang merusak.
Gerakan inilah yang memicu pembentukan Badan Perlindungan Lingkungan AS serta pengesahan undang-undang penting seperti Undang-Undang Udara Bersih dan Air Bersih. Inilah yang kemudian dikenal sebagai gerakan Hari Bumi pertama di 1970-an.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
