Lifestyle
9 Perbedaan Bahan Taslan dan Parasut, Awas Tertukar!
Berikut sembilan perbedaan bahan taslan dan parasut yang bisa membantu kamu menemukan bahan terbaik sesuai kebutuhanmu.
MPN Indonesia 24 Februari 2025 - Bahan Taslan dan parasut sering digunakan dalam pembuatan jaket, jas hujan, dan perlengkapan outdoor lainnya.
Keduanya dikenal karena sifatnya yang ringan dan tahan air, tetapi sebenarnya memiliki banyak perbedaan dalam ketebalan, tekstur, kekuatan, hingga kenyamanan saat dipakai.
Makanya, memahami perbedaan bahan taslan dan parasut sangat penting agar kamu bisa memilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan.
Berikut sembilan perbedaan bahan taslan dan parasut yang bisa membantu kamu menemukan bahan terbaik sesuai kebutuhanmu.
Pengertian Kain Taslan
Kain taslan adalah kain yang terbuat dari serat nilon bertekstur yang dihasilkan melalui proses air jet texturing.
Kain ini dikenal karena daya tahannya yang tinggi, kelembutan, kekuatan, ringan, serta sifatnya yang tahan angin dan air.
Meskipun memiliki kemampuan tahan air, kain taslan lebih sering digunakan untuk jaket daripada jas hujan, karena kemampuannya dalam menyerap keringat membuatnya nyaman dipakai saat beraktivitas. Selain itu, kain ini juga anti jamur dan cepat kering.
Pengertian Kain Parasut
Kain parasut adalah kain yang dibuat dari serat sintetis poliester yang diolah menjadi serat fiber poly. Ciri khasnya adalah ketebalan yang tipis dan bobot yang ringan.
Meskipun tidak sebaik taslan dalam menyerap keringat, kain parasut memiliki keunggulan seperti mudah dibersihkan, cepat kering, dan tidak mudah berbau.
Namun, karena sifatnya yang kurang menyerap keringat, kain ini mungkin kurang nyaman digunakan di cuaca panas.
Perbedaan Kain Taslan dan Kain Parasut
1. Proses Produksi
Bahan taslan dibuat dari serat poliester atau nilon yang diproses menggunakan teknologi air jet texturing dan nanoteknologi. Proses ini membuat kain lebih padat, kuat, dan tahan lama.
Beberapa jenis taslan juga dilapisi dengan coating waterproof untuk meningkatkan ketahanannya terhadap air.
Di sisi lain, bahan parasut juga terbuat dari serat sintetis, tetapi dengan struktur yang lebih ringan dan kerapatan serat yang lebih tinggi.
Hal ini membuatnya tetap tahan air, tetapi dengan bobot yang lebih ringan dibandingkan Taslan.
Proses produksi bahan parasut lebih sederhana tanpa tambahan lapisan khusus, sehingga teksturnya lebih tipis dan licin.
2. Perbandingan Ketahanan
Dari segi ketahanan, taslan jauh lebih kuat dibandingkan parasut. Struktur serat taslan yang lebih tebal membuatnya tidak mudah robek atau rusak saat terkena gesekan.
Oleh karena itu, taslan lebih sering digunakan untuk jaket outdoor yang harus menghadapi kondisi cuaca ekstrem atau medan yang berat, seperti mendaki gunung atau bersepeda di alam terbuka.
Sebaliknya, bahan parasut lebih tipis dan mudah sobek jika terkena benturan atau gesekan kuat.
Meskipun tetap tahan lama, parasut lebih cocok digunakan untuk keperluan ringan seperti jaket lari, jas hujan, atau pelindung tas, di mana faktor ketahanan terhadap cuaca lebih diutamakan daripada daya tahan terhadap gesekan.
3. Tingkat Ketebalan
Salah satu perbedaan paling mencolok antara taslan dan parasut adalah ketebalannya. Taslan memiliki struktur kain yang lebih tebal, memberikan perlindungan lebih baik terhadap angin dan suhu dingin.
Ketebalan bahan taslan juga membuat bahan ini terasa lebih berat dibandingkan parasut, tetapi tetap nyaman untuk aktivitas luar ruangan.
Sementara itu, bahan parasut jauh lebih tipis dan ringan, sehingga lebih praktis untuk dibawa bepergian.
Namun, karena ketipisannya, jaket berbahan parasut sering kali kurang efektif dalam menahan suhu dingin dan angin kencang.
Pada warna-warna terang, bahan parasut juga bisa sedikit menerawang, sesuatu yang tidak akan terjadi pada kain taslan yang lebih tebal.
4. Tekstur Bahan
Taslan dan parasut memiliki tekstur yang cukup berbeda. Bahan taslan memiliki dua sisi dengan karakteristik berbeda.
Bagian luar taslan biasanya lebih halus, sedangkan bagian dalam sering kali dilapisi dengan coating waterproof atau lapisan khusus lainnya. Hal ini membuatnya lebih tahan terhadap air dan angin.
Sebaliknya, bahan parasut memiliki tekstur yang seragam di kedua sisinya. Permukaannya cenderung licin dan lebih mengilap, yang membuatnya lebih mudah dibersihkan tetapi kurang memiliki daya serap udara.
Inilah yang menyebabkan bahan parasut terasa lebih panas saat digunakan dalam waktu lama.
5. Ketahanan terhadap Sinar UV
Taslan memiliki daya tahan lebih baik terhadap paparan sinar matahari. Serat kainnya yang lebih padat membantu melindungi warna agar tidak cepat pudar meskipun sering digunakan di luar ruangan.
Inilah mengapa bahan taslan sering dipilih untuk jaket outdoor atau perlengkapan olahraga yang sering terkena sinar matahari langsung.
Sebaliknya, bahan parasut lebih rentan terhadap sinar UV. Karena seratnya lebih tipis, warna kain ini cenderung lebih cepat memudar jika sering terkena matahari.
Oleh karena itu, jaket berbahan parasut lebih cocok untuk penggunaan sesekali atau aktivitas yang tidak terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung.
6. Ketahanan terhadap Air
Kedua bahan ini dikenal karena sifatnya yang tahan air, tetapi ketahanan airnya berbeda.
Taslan, terutama yang memiliki lapisan coating waterproof, mampu menahan air dengan lebih baik.
Air yang jatuh di permukaan kain taslan tidak akan langsung meresap, melainkan membentuk butiran dan mudah tergelincir.
Inilah yang membuat bahan taslan banyak digunakan untuk jas hujan dan jaket outdoor.
Di sisi lain, bahan parasut juga memiliki sifat tahan air, tetapi biasanya tanpa tambahan lapisan coating.
Ini membuatnya tetap bisa menahan air, tetapi tidak seefektif taslan saat terkena hujan deras dalam waktu lama.
Parasut lebih cocok untuk jaket windbreaker atau jas hujan ringan yang lebih mengutamakan perlindungan dari gerimis atau hujan dengan intensitas rendah.
7. Tingkat Kenyamanan
Dalam hal kenyamanan, bahan taslan lebih unggul karena lebih lembut di kulit dan memiliki daya serap yang lebih baik.
Meskipun lebih tebal, bahan ini tetap memberikan sirkulasi udara yang cukup sehingga tidak terlalu panas saat digunakan.
Selain itu, Taslan juga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama dalam cuaca dingin.
Sementara itu, bahan parasut terasa lebih panas saat digunakan karena sifatnya yang kurang breathable.
Serat kainnya yang rapat memang membantu menahan angin dan air, tetapi juga membuat udara sulit keluar, sehingga tubuh lebih cepat berkeringat.
Oleh karena itu, parasut lebih cocok digunakan untuk aktivitas-aktivitas ringan yang tak perlu membutuhkan kenyamanan pakaian ekstra.
8. Perawatan
Dari segi perawatan, bahan taslan membutuhkan perhatian lebih dibandingkan parasut.
Karena beberapa jenis taslan memiliki lapisan coating waterproof, pencucian dengan deterjen keras dapat merusak perlindungan anti airnya.
Oleh karena itu, disarankan untuk mencuci taslan dengan deterjen lembut, menggunakan air dingin, dan menghindari pemerasan yang terlalu kuat.
Selain itu, menjemur taslan sebaiknya tidak langsung di bawah sinar matahari agar warnanya tetap awet.
Sebaliknya, bahan parasut lebih mudah dirawat. Karena seratnya lebih ringan dan tidak memiliki lapisan coating, parasut bisa dicuci dengan deterjen biasa dan cepat kering tanpa perlu penanganan khusus.
Namun, jika sering dicuci dan terkena panas berlebihan, bahan parasut bisa kehilangan sifat waterproof-nya.
Oleh karena itu, meskipun lebih praktis, tetap perlu memperhatikan cara pencucian agar daya tahannya tetap terjaga.
9. Perbandingan Harga
Dari segi harga, bahan taslan cenderung lebih mahal dibandingkan parasut. Ini karena bahan Taslan memiliki kualitas lebih tinggi, daya tahan lebih baik, serta fitur tambahan seperti coating waterproof dan perlindungan terhadap sinar UV.
Jaket berbahan taslan biasanya lebih awet dan bisa digunakan dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem, sehingga harganya lebih sebanding dengan kualitas yang didapatkan.
Sementara itu, bahan parasut lebih terjangkau karena proses produksinya lebih sederhana dan bahan dasarnya lebih tipis.
Jaket parasut sering menjadi pilihan bagi mereka yang mencari pakaian ringan, praktis, dan tidak terlalu mahal.
Namun, jika dibandingkan dengan taslan, parasut memiliki daya tahan lebih rendah, sehingga bisa lebih cepat rusak jika sering digunakan dalam kondisi berat.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
