Connect with us

Lifestyle

Pesan Dokter Gia soal GERD: Jangan Terlalu Larut dengan Masa Lalu dan Masa Depan

Dokter sekaligus edukator kesehatan dr Gia Pratama membagikan pandangannya mengenai kaitan antara overthinking dan penyakit GERD.

Logompn

Published

on

Pesan Dokter Gia soal GERD Jangan Terlalu Larut dengan Masa Lalu dan Masa Depan
Pesan Dokter Gia soal GERD: Jangan Terlalu Larut dengan Masa Lalu dan Masa Depan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 Maret 2026 - Dokter sekaligus edukator kesehatan dr Gia Pratama membagikan pandangannya mengenai kaitan antara overthinking dan penyakit GERD.

Hal itu ia sampaikan saat berbincang dengan Atta Halilintar dalam kanal YouTube Daging Talk – Need a Talk.

Dalam perbincangan tersebut, Atta menanyakan apakah stres bisa memicu gangguan lambung seperti GERD.

Menanggapi pertanyaan itu, dr Gia mengatakan kondisi psikologis seperti kecemasan memang dapat berpengaruh terhadap kesehatan lambung.

“Iya. Mengkhawatirkan sesuatu berlebih itu ngaruh banget,” kata dr Gia, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (21/3).

Jangan Tinggal di Masa Lalu atau Masa Depan

Dalam penjelasannya, dr Gia mengingat sebuah nasihat dari seorang psikiater yang menurutnya sangat membekas.

Nasihat tersebut berkaitan dengan cara manusia memandang waktu dalam hidupnya.

“Beliau bilang gini, ‘Gi tahu enggak, manusia itu hidup di tiga dunia. Masa lalu, masa sekarang, masa depan’,” kata dr Gia.

Menurutnya, terlalu sering memikirkan masa depan dapat memicu kecemasan.

Sebaliknya, jika seseorang terlalu lama terjebak pada penyesalan masa lalu, hal tersebut dapat memicu perasaan depresi.

“Tapi kalau kamu kelamaan tinggal di masa lalu ‘aduh dulu saya gitu, andai dulu saya sekolahnya benar, andai-andaian’ itu kamu depresi namanya,” jelasnya.

Oleh karena itu, dr Gia menyarankan agar seseorang lebih fokus pada kondisi saat ini atau present moment.

Dengan fokus pada kehidupan saat ini, masyarakat bisa terhindar dari berbagai penyakit kronis.

“Jadi gimana dong? Kita tarik-tarikin ke masa sekarang. Nih present moment ini loh. Apa yang bisa kita lakukan terbaik di detik ini? Itu kunci kita biar enggak banyak penyakit sebenarnya,” kata dr Gia.

Baca Juga:  Pentingnya Atasi Trauma Healing bagi Korban Pascabencana

Obat Lambung Sebaiknya Sesuai Resep Dokter

Selain membahas faktor psikologis, dr Gia juga menyinggung kebiasaan masyarakat yang sering mengonsumsi obat lambung secara mandiri ketika merasa tidak nyaman pada perut.

Menurutnya, setiap obat memiliki indikasi dan kontraindikasi sehingga penggunaannya sebaiknya melalui pemeriksaan dokter terlebih dahulu.

“Semua obat itu ada indikasi dan kontraindikasi. Makanya sebenarnya lebih baik pakai resep dokter. Karena kalau pakai resep dokter diperiksa dulu bener enggak itu masalahnya lambung,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keluhan pada perut belum tentu selalu disebabkan oleh gangguan lambung.

“Bisa jadi obatnya salah. Ada yang lambung, terus enggak tahu ini gagal ginjal,” pungkasnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending