Lifestyle
Wajib Tahu! Ini 8 Kebiasaan dalam Percakapan yang Bisa Merusak Hubungan
Kenali 8 kebiasaan buruk dalam komunikasi yang bisa memicu konflik dan merusak hubungan asmara, mulai dari interupsi hingga bahasa meremehkan.
MPN Indonesia 16 April 2026 - Sedikitnya delapan kebiasaan dalam percakapan disebut dapat merusak hubungan asmara dan melemahkan kualitas komunikasi jika terjadi secara berulang.
Pola interaksi ini muncul dalam percakapan personal maupun sosial, termasuk dalam hubungan asmara, pertemanan, dan profesional.
Satu interaksi positif setiap hari terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan mental.
Maka dari itu, hindarilah kebiasaan-kebiasaan yang dapat membuat pasangan atau lawan bicara merasa tidak dihargai.
Dikutip MPN Indonesia melalui laman Very Well Mind pada kamis (16/4), berikut delapan Kebiasaan yang Dapat Merusak Hubungan Asmara dan Komunikasi.
1. Boomerasking
Boomerasking adalah kebiasaan mengajukan pertanyaan hanya untuk kemudian menjawabnya sendiri.
Alih-alih memberi ruang kepada lawan bicara, pelaku justru mengalihkan fokus pembahasan kepada dirinya.
Dalam hubungan asmara, pola ini membuat pasangan merasa tidak dihargai karena percakapan tidak berlangsung secara timbal balik.
2. Menginterupsi atau Sering Menyela
Menyela pembicaraan sebelum lawan bicara selesai berbicara dinilai sebagai tindakan tidak sopan.
Selain mengganggu alur komunikasi, kebiasaan ini dapat menimbulkan kesan bahwa pendapat pasangan tidak penting.
Dalam jangka panjang, pola ini dapat mengikis kualitas komunikasi.
3. Mendominasi Percakapan
Percakapan yang sehat berlangsung dua arah. Namun, sebagian orang cenderung terus-menerus membicarakan pengalaman, kepentingan, atau masalah pribadi tanpa memberi ruang bagi orang lain.
Kondisi ini membuat pasangan atau lawan bicara merasa tidak dianggap penting dalam hubungan asmara.
4. Memberikan Saran Berlebihan Tanpa Diminta
Keinginan membantu sering kali diwujudkan dalam bentuk nasihat.
Namun, ketika saran diberikan tanpa diminta, hal itu dapat menimbulkan persepsi bahwa pasangan dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah sendiri.
Pola ini berpotensi merusak komunikasi karena mengurangi rasa dihargai.
5. Mengajukan Pertanyaan Tertutup
Pertanyaan tertutup yang hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak” dapat menghambat percakapan berkembang lebih dalam.
Perbedaan antara pertanyaan seperti “Apakah kamu suka minumanmu?” dan “Apa yang kamu sukai dari minumanmu?” menunjukkan bagaimana bentuk pertanyaan memengaruhi kualitas komunikasi dalam hubungan asmara.
6. Tidak Mengajukan Pertanyaan Lanjutan
Tidak adanya pertanyaan lanjutan setelah seseorang menjawab dapat menimbulkan kesan kurang tertarik.
Padahal, pertanyaan lanjutan menunjukkan bahwa seseorang benar-benar mendengarkan dan terlibat dalam komunikasi.
7. Interogasi atau Membombardir Pertanyaan
Percakapan seharusnya bersifat timbal balik. Membanjiri lawan bicara dengan pertanyaan tanpa jeda dapat membuat mereka merasa tertekan dan defensif.
Situasi ini berpotensi mengganggu kenyamanan dalam hubungan asmara.
Cobalah untuk berhenti sejenak dan pastikan apakah pasanganmu ingin menanyakan sesuatu.
8. Menggunakan Bahasa yang Meremehkan dan Negatif
Penggunaan bahasa yang meremehkan, seperti menyatakan bahwa pasangan bereaksi berlebihan atau merespons dengan kata “Terserah,” dapat dengan cepat menciptakan jarak emosional.
Penggunaan bahasa meremehkan dapat dengan sangat cepat mengikis dialog dan menciptakan penghalang antara dua orang.
Selain delapan kebiasaan tersebut, aspek lain dalam komunikasi juga turut berpengaruh, seperti kurangnya kontak mata yang seimbang, ketidakmampuan membaca bahasa tubuh, tidak menghormati ruang pribadi, mengabaikan seni mendengarkan aktif, serta lupa mengucapkan terima kasih.
Seluruh faktor ini berkaitan erat dengan kualitas komunikasi dan menentukan apakah hubungan asmara dapat berkembang secara sehat atau justru mengalami kemunduran.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
