Connect with us

Lifestyle

Waspada! Ini Gejala HIV/AIDS Ketika Pertama Kali Terinfeksi

Gejala awal HIV sering menyerupai flu sehingga kerap tidak disadari. Kenali tanda, penyebab, tahapan infeksi, serta pentingnya tes dini untuk mencegah penularan.

Logompn

Published

on

Waspada! ini gejala hivaids ketika pertama kali terinfeksi
Gejala HIVAIDS Ketika Pertama Kali Terinfeksi. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 29 November 2025 - Infeksi HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang secara langsung menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Pada fase awal infeksi, virus HIV akan menyerang dan menghancurkan sel CD4 atau sel-T, yaitu komponen penting dalam sistem imunitas.

Gejala awal biasanya muncul dalam kurun waktu 2 hingga 4 minggu setelah paparan awal virus, dan fase ini dikenal dengan sebutan infeksi akut HIV atau acute retroviral syndrome (ARS).

Gejala awal yang muncul pada pengidap HIV sangat mirip dengan gejala flu biasa, sehingga kerap kali tidak disadari.

Gejala tersebut meliputi demam tinggi (lebih dari 38°C), sakit tenggorokan, kelelahan ekstrem, nyeri otot dan sendi, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, serta gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare.

Masa gejala ini bisa berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menghilang dengan sendirinya meskipun virus tetap aktif di dalam tubuh.

Tidak semua individu menunjukkan tanda yang sama pada tahap awal infeksi.

Meski demikian, pemeriksaan atau tes HIV tetap menjadi satu-satunya metode untuk memastikan keberadaan virus di dalam tubuh.

Diagnosis dini penting dilakukan agar penanganan segera dapat dimulai untuk mencegah kerusakan sistem kekebalan lebih lanjut dan mengurangi risiko penularan penyakit menular ini kepada orang lain.

Penyebab dan Risiko Penularan

Penyakit menular ini menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan HIV dapat terjadi melalui:

  • Hubungan seksual tanpa pengaman
  • Penggunaan jarum suntik bersama
  • Penularan dari ibu ke bayi saat kehamilan, persalinan, atau menyusui
  • Transfusi darah yang tidak steril
Baca Juga:  Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Waspada Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan

Faktor risiko lainnya termasuk:

  • Berhubungan seksual dengan banyak pasangan tanpa kondom
  • Memiliki infeksi menular seksual lainnya
  • Menerima transfusi darah dari donor terinfeksi
  • Bekerja di lingkungan medis berisiko tinggi

Tahapan Infeksi HIV

1. Infeksi Akut HIV (2–4 minggu pascainfeksi)

Gejala muncul seperti flu berat. Pada tahap ini, jumlah virus dalam darah sangat tinggi dan penularan sangat mudah terjadi.

2. Tahap Kronis/Laten

Virus tetap aktif tetapi bereplikasi dengan lambat. Banyak individu tidak menunjukkan gejala, namun tetap bisa menularkan virus. Masa ini bisa berlangsung antara 5–10 tahun.

3. Tahap AIDS

Jumlah CD4 turun drastis (di bawah 200 sel/µL). Sistem imun sangat lemah dan tubuh rentan terhadap infeksi oportunistik seperti:

  • Tuberkulosis
  • Pneumonia
  • Kandidiasis mulut atau alat kelamin
  • Toksoplasmosis otak
  • Kanker tertentu (sarkoma Kaposi, limfoma)

Gejala HIV AIDS yang umum terjadi:

  • Penurunan berat badan ekstrem
  • Diare kronis yang berlangsung lebih dari satu bulan
  • Demam berkepanjangan dan keringat malam
  • Infeksi jamur serius pada mulut, tenggorokan, atau alat kelamin
  • Sesak napas dan batuk yang tidak kunjung membaik
  • Sakit kepala parah dan gangguan neurologis seperti kebingungan atau kehilangan koordinasi otot

Diagnosis dan Tes Deteksi HIV

Diagnosis HIV dilakukan melalui beberapa jenis tes:

  • Tes antibodi HIV
  • Tes kombinasi antigen-antibodi (HIV Ag/Ab Test)
  • Tes asam nukleat (NAT)
  • Tes sel CD4
  • Pemeriksaan viral load (HIV RNA)

Tes ini digunakan untuk mendeteksi virus sejak awal dan memantau efektivitas pengobatan.

Data Global HIV/AIDS

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada akhir 2023:

  • Jumlah pengidap HIV global: 39,9 juta orang
  • Pengidap HIV di Afrika: 65 persen dari total
  • Kasus baru HIV: 1,3 juta
  • Kematian akibat HIV: 630.000 orang
  • Pengidap yang mengetahui statusnya: 86 persen
  • Pasien HIV yang menjalani terapi ARV: 77 persen
Baca Juga:  10 Cara Mencegah Hantavirus yang Wajib Kamu Tau

Pentingnya Pemeriksaan Dini

Sebagian besar pengidap tidak menyadari telah terinfeksi karena gejala yang tidak spesifik atau bahkan tidak muncul sama sekali.

Pemeriksaan mandiri dapat dilakukan dengan alat seperti OneStep HIV Test, yang memiliki harga berkisar antara Rp89.800 – Rp113.500 per unit.

Meskipun akurat untuk deteksi awal, tes ini tidak menggantikan hasil laboratorium resmi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending