Connect with us

Olahraga

Cerita Kevin Diks saat Timnas Indonesia Unggul 7-2 tapi Masih Butuh Gol untuk Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kevin Diks mengungkap situasi gila ketika Indonesia sudah unggul 7-2 atas Bangladesh tetapi masih membutuhkan dua gol tambahan untuk ke final.

Actress 1299250

Published

on

Cerita Kevin Diks saat Timnas Indonesia Unggul 7 2 tapi Masih Butuh Gol untuk Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup
Cerita Kevin Diks saat Timnas Indonesia Unggul 7-2 tapi Masih Butuh Gol untuk Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup. Gambar: Instagram/@kevindiks2

MPN Indonesia 2 Oktober 2026 - Timnas Indonesia harus terus mengejar gol meski sudah unggul 7-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10).

Situasi itu terjadi karena skuad Garuda bersaing dengan Malaysia dalam produktivitas gol untuk merebut tiket final FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia akhirnya menang 9-2 dan memuncaki Grup A dengan tujuh poin setelah Malaysia menang 6-0 atas Singapura di Bandung.

“Bagi para penonton di rumah maupun yang menyaksikan langsung di stadion, ini adalah pertandingan yang gila, dan hal yang sama dirasakan oleh kami di lapangan. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya—ketika kita mencetak begitu banyak gol, tetapi ternyata masih belum cukup. Setiap kali kami mencetak gol, selalu ada instruksi ‘satu gol lagi, satu gol lagi’. Kami sempat berpikir, ‘Masa skor 7-2 masih belum cukup?’ Tapi ya, terus-menerus dikatakan ‘satu lagi, satu lagi, satu lagi’,” ungkap Kevin Diks, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi FIFA pada Jumat (2/10).

Kapten Timnas Indonesia itu menjalani pertandingan dengan kebutuhan gol yang terus berubah mengikuti hasil laga lain.

Malaysia dan Singapura bertanding bersamaan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Kevin Diks Ceritakan Tekanan Mengejar Selisih Gol

Indonesia sudah unggul 6-1 atas Bangladesh pada babak pertama. Namun, Malaysia juga terus menambah gol dalam pertandingan lain di Grup A.

Malaysia mencetak dua gol pada babak pertama. Mereka kemudian menambah empat gol selepas turun minum hingga menang 6-0.

Baca Juga:  Prediksi Spanyol vs Austria, Lamine Yamal bakal Cetak Gol?

Kondisi tersebut membuat Indonesia harus terus menyerang meski sudah memiliki keunggulan besar.

Pertandingan melawan Bangladesh akhirnya selesai dengan skor 9-2.

“Melihat stadion, ini adalah pertandingan yang gila. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini ketika Anda sudah mencetak begitu banyak gol, tetapi rasanya masih belum cukup,” kata Kevin Diks.

Kebutuhan menambah gol turut memengaruhi posisi para pemain Indonesia pada menit-menit akhir.

Garis pertahanan skuad Garuda bergerak semakin tinggi untuk membantu serangan.

Diks ikut bergerak ke depan dalam kondisi tersebut. Kiper Emil Audero juga meninggalkan area gawang untuk membantu upaya mencetak gol tambahan.

“Pertandingan jenis ini sangat sulit untuk dinilai secara mentah. Tentu saja tim saya butuh mencetak gol, sehingga keseimbangan tim condong penuh ke depan. Akibatnya, dalam beberapa momen kami tidak bertahan dengan sangat baik karena fokus utama kami adalah menyerang. Jadi wajar jika Anda menekan ke depan dan meninggalkan ruang di belakang. Namun tidak masalah, kami menerima risiko itu, dan yang terpenting kami cukup tangguh untuk mencetak gol lebih banyak daripada Malaysia,” ungkap Audero kepada FIFA.

Bangladesh kemudian mencetak gol keduanya pada pengujung pertandingan.

Indonesia tetap melanjutkan serangan karena produktivitas gol menentukan persaingan menuju final.

Rincian Gol Timnas Indonesia dan Bangladesh

Sembilan gol Indonesia berasal dari lima pemain. Dua gol tim tamu dicetak Sahariar Emon dan Farhaan Ali Wahid.

Rincian pencetak gol Indonesia dalam pertandingan tersebut adalah:

  • Mitchell Baker: lima gol.
  • Rizky Ridho: satu gol.
  • Justin Hubner: satu gol.
  • Luke Vickery: satu gol.
  • Kevin Diks: satu gol.

Sementara itu, dua pencetak gol Bangladesh adalah:

  • Sahariar Emon: satu gol.
  • Farhaan Ali Wahid: satu gol.
Baca Juga:  PSBS Biak vs Malut United 0-7: Laskar Kie Raha Menang Telak Tanpa Balas

Kevin Diks Minta jadi Striker ke John Herdman

Tambahan gol Diks terjadi setelah kondisi fisiknya menurun pada 30 menit terakhir.

Ia kemudian berbicara dengan pelatih John Herdman mengenai posisi yang bisa dimainkannya.

“30 menit terakhir adalah perjuangan berat buat saya. Saya bilang ke pelatih, ‘Pelatih, saya perlu diganti atau saya naik jadi striker, karena dengan begitu saya bisa bertahan dan menunggu bola sebentar dan tidak membuat tim main dengan 10 orang.’ Jadi dia setuju, lalu saya bertahan di posisi striker dan kemudian saya mencetak gol, jadi ya, itu menyenangkan,” tutur Diks.

Diks juga menjelaskan kondisi fisiknya dalam keterangannya kepada FIFA setelah pertandingan.

“Ya, 30 menit terakhir benar-benar perjuangan berat bagi saya. Namun saya mencoba bertahan dan berjuang demi semua orang di tim, bukan hanya untuk diri saya sendiri,” lanjutnya.

Perjuangan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Laga melawan Bangladesh berlangsung beberapa hari setelah Indonesia menghadapi Malaysia.

Skuad Garuda harus bermain dengan 10 pemain selama sebagian besar pertandingan tersebut.

Pertandingan Indonesia melawan Malaysia berakhir tanpa gol.

Hasil itu membuat kedua tim tetap bersaing di papan atas sebelum matchday terakhir.

“Saya kira begitu, ya. Ini adalah proses yang sedang kami jalani. Kami telah bekerja bersama Pelatih John [Herdman] mengenai hal ini, bahwa kami harus selalu siap bangkit dan membalikkan situasi kapan saja. Saya pikir ini adalah momen seperti itu. Ketika Anda harus bermain dengan 10 pemain selama 60 menit, dan sekarang harus bertarung mengejar selisih gol, saya sangat bangga dengan perjuangan anak-anak,” terangnya.

Pada akhir fase grup, Indonesia mengumpulkan tujuh poin dan berada di atas Malaysia berkat produktivitas gol.

Baca Juga:  Jadwal Timnas Indonesia U20 di Kualifikasi Piala Asia 2027

Kemenangan 9-2 memastikan skuad Garuda lolos ke partai final FIFA ASEAN Cup.

Keberhasilan memuncaki Grup A membawa Indonesia menghadapi Thailand pada laga final. Pertandingan perebutan trofi dijadwalkan berlangsung Senin (5/10).

(AKM/NID/RAD)

Trending