Olahraga
Kritik Liga 1, Komdis PSSI Hukum Yuran Fernandes Setahun dan Denda Rp25 Juta
Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes dijatuhi hukuman oleh Komdis PSSI usai kritik sepak bola Indonesia.
MPN Indonesia 12 Mei 2025 - Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes dijatuhi hukuman oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI berupa larangan bermain selama 12 bulan dan denda Rp25 juta.
Hukuman ini dijatuhkan pada Jumat (9/5), menyusul kritik Yuran terhadap sepak bola Indonesia setelah pertandingan Liga Indonesia antara PSS Sleman dan PSM Makassar pada Sabtu (3/5).
Duduk Perkara
Kritik tersebut disampaikan Yuran melalui konferensi pers dan unggahan di media sosial. Ia mengatakan sepak bola Indonesia seperti candaan.
“Sepak bola Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama. Jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda bisa datang ke Indonesia. Jika Anda ingin bermain sepak bola serius, menjauhlah dari Indonesia,” kata Yuran, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @yur4fernandes yang diunggah ulang akun X @gilabola_ina.
Tak butuh waktu lama, unggahan story Yuran itu langsung dihapus olehnya. Kemudian setelah itu ia menyampaikan permohonan maaf di akun Instagramnya.
Yuran mengatakan pernyataannya itu ditujukan dalam konteks sepak bola, bukan bermaksud menyinggung Indonesia sebagai sebuah negara.
“Pernyataan tersebut merupakan luapan emosional setelah pertandingan yang penuh dengan tekanan dan drama,” kata Yuran.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf dan meminta untuk tidak menyalahartikan unggahan saya ke dalam kontek yang lebih luas,” imbuhnya.
Sanksi Komdis PSSI Disorot Media Asing
Menyusul pernyataan Yuran Fernandes, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi tegas kepada pemain asal Tanjung Verde itu.
Melalui media sosial klub, @psm_makassar, PSM Makassar merilis putusan Komdis PSSI yang merujuk Pasal 59 ayat 2 jo Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2013.
“Sdr. Yuran Fernandes Rocha Lopes dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di Indonesia selama 12 (dua belas) bulan sejak keputusan ini diterbitkan. Denda sebesar Rp25.000.000, – (dua puluh lima juta rupiah),” demikian bunyi putusan itu.
Menyusul putusan Komdis PSSI, dukungan terhadap Yuran Fernandes pun meluas di media sosial dengan tagar #KamiBersamaYuran.
Tak hanya di dalam negeri, media asing pun turut menyoroti kejadian ini. Malaysia, misalnya, mengangkat berita dengan judul “Bek PSM Makassar digantung 12 bulan akibat kritik bola sepak Indonesia”.
PSM Makassar Ajukan Banding
PSM Makassar secara resmi menyayangkan hukuman terhadap Yuran Fernandes, yang diumumkan setelah tim selesai melakukan persiapan melawan Malut United.
“PSM Makassar menyayangkan sanksi Yuran Fernandes yang baru disampaikan setelah persiapan melawan Malut United selesai digelar (press conference & official training),” demikian pernyataan PSM di Instagram.
PSM juga menyatakan komitmennya untuk mendampingi Yuran menghadapi situasi ini.
“Atas sanksi ini, PSM Makassar akan mengajukan banding dan hadir bersama-sama Yuran Fernandes,” imbuhnya.
Saat ini, PSM masih menyisakan tiga pertandingan di Liga Indonesia musim 2024–2025.
Sanksi yang berlaku selama setahun membuat Yuran Fernandes berpotensi absen hingga akhir musim depan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
