Connect with us

Olahraga

Messi Tak Mampu Menahan Air Mata saat Laga Perpisahan dengan Argentina

Lionel Messi menangis saat menjalani laga terakhir bersama Argentina di Stadion Monumental. Ia mendapat penghormatan dari sekitar 85 ribu suporter.

Actress 1299250

Published

on

Messi Tak Mampu Menahan Air Mata saat Laga Perpisahan dengan Argentina
Messi Tak Mampu Menahan Air Mata saat Laga Perpisahan dengan Argentina. Gambar: Dok. Asociación del Fútbol Argentino

MPN Indonesia 7 Oktober 2026 - Lionel Messi tak mampu menahan air mata saat menjalani laga terakhirnya bersama Argentina di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa (6/10).

Pertandingan persahabatan melawan Benin menjadi penampilan ke-208 sekaligus penutup perjalanan internasional Messi setelah lebih dari dua dekade.

Momen tersebut berlangsung emosional sejak perjalanan menuju stadion hingga penghormatan dari sekitar 85.000 penonton saat pertandingan.

“Saya pergi dengan tenang. Saya telah memberikan segalanya,” tegas Messi dalam pesan perpisahannya.

Pemain kelahiran Rosario itu sebelumnya telah mengumumkan pensiun dari tim nasional pada 31 Agustus.

Keputusan tersebut diumumkan setelah Albiceleste kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026.

Lionel Messi Menangis Sebelum Memasuki Stadion

Emosi Messi sudah terlihat sebelum tiba di Stadion Monumental.

Video di media sosial memperlihatkan dirinya menangis di dalam bus tim nasional.

Bus tersebut melakukan perjalanan dari Ezeiza menuju stadion dengan melewati ribuan pendukung.

Para suporter memenuhi sejumlah titik untuk mengiringi perjalanan tim.

Messi duduk di dekat jendela dan beberapa kali mengusap air matanya menggunakan tisu.

Ia kemudian melambaikan tangan kepada para pendukung yang berada di sepanjang perjalanan.

Suasana emosional berlanjut ketika lagu kebangsaan Argentina dikumandangkan sebelum pertandingan.

Messi berdiri di lapangan bersama tiga putranya, Thiago, Mateo, dan Ciro.

Pemain berusia 39 tahun itu sempat berusaha menahan emosinya.

Namun, ia akhirnya kembali menangis menjelang pertandingan terakhirnya.

Pelatih Lionel Scaloni dan bek veteran Nicolás Otamendi juga terlihat emosional.

Keduanya menyaksikan langsung rangkaian perpisahan kapten tim tersebut.

Baca Juga:  Berapa Kali Singapura Juara Piala AFF? Simak Daftarnya di Sini!

Penghormatan untuk Messi di Menit Ke-10

Penghormatan kembali diberikan ketika pertandingan memasuki menit ke-10.

Angka tersebut identik dengan nomor punggung yang dikenakan Messi.

Pertandingan dihentikan sejenak ketika sekitar 85.000 penonton memberikan standing ovation.

Kembang api juga menghiasi Stadion Monumental selama penghormatan berlangsung.

Para pemain Benin kemudian menghampiri Messi untuk memberikan penghormatan.

Laga tersebut menjadi pertandingan terakhir sang kapten bersama tim nasional.

Pertandingan persahabatan itu menjadi panggung penutup perjalanan panjang Messi di sepak bola internasional.

Sorotan utama tertuju pada rangkaian perpisahan sang kapten.

Potongan video Messi di bus dan saat lagu kebangsaan diputar kemudian beredar di media sosial.

Sejumlah warganet menyampaikan respons terhadap momen tersebut.

Neymar Sampaikan Pesan Perpisahan

Momen perpisahan Messi juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh sepak bola dunia.

Neymar menjadi salah satu mantan rekan setim yang menyampaikan pesan.

Neymar pernah bermain bersama Messi di Barcelona dan Paris Saint-Germain.

Ia menyampaikan pesannya melalui Instagram beberapa jam sebelum pertandingan.

“Bukan hanya Argentina yang berterima kasih kepadamu, dunia pun berterima kasih atas segala yang telah kamu lakukan untuk sepak bola,” tulis Neymar, dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Rabu (7/10).

Neymar juga mengungkapkan rasa hormatnya kepada Messi sebagai lawan main.

“Terima kasih telah membuatku semakin mencintai sepak bola. Merupakan suatu kehormatan bagiku bisa bermain melawanmu, dan lebih dari itu, bisa menciptakan sejarah bersamamu,” tambahnya.

Pesan lain datang dari Rodrigo De Paul, rekan Messi di tim nasional dan Inter Miami.

De Paul menjelaskan pengaruh Messi dalam kehidupannya.

“Dia membuatku tumbuh tidak hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai pribadi,” ungkap De Paul pada pesan perpisahan untuk Messi.

Baca Juga:  Tottenham vs Crystal Palace 1-3: Spurs Dekati Zona Degradasi

Ia menyampaikan perasaan tulus kepada sosok yang telah dianggapnya sebagai saudara.

“Aku ingin mengatakan kepadanya bahwa aku mencintainya. Dia tahu bahwa dia adalah saudaraku dan bahwa dia memiliki hati yang sangat besar,” ungkapnya.

Mantan pilar andalan tim nasional, Angel Di Maria juga menyinggung perjalanan Messi bersama tim.

“Melihatnya begitu bahagia, dan ketenangan karena tahu, bahwa ia telah memberikan segalanya, itulah yang membuat kami semua bahagia,” jelas Di Maria.

Ia mengungkapkan, Messi sebagai sosok yang istimewa bagi semua orang.

“Ini akan menjadi hari yang sangat istimewa bagi semua orang. Saya berterima kasih kepadanya seumur hidup,” tuturnya.

Suporter Padati Area Stadion Monumental

Ribuan suporter mendatangi area Stadion Monumental di Buenos Aires untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Sebagian pendukung menyampaikan perasaan mereka menjelang perpisahan Messi, seperti Garracedo dan Zenas yang diwawancarai oleh Reuters TV.

Jose Garracedo, 19 tahun, menjadi salah satu suporter yang hadir.

Ia menyampaikan perasaannya ketika menghadiri pertandingan terakhir tersebut.

“Saya menangis karena bisa datang dan melihat Messi dalam pertandingan terakhirnya, dan juga karena kesedihan mengetahui bahwa dia tidak akan ada di sini lagi,” kata Garracedo.

Mahasiswa kedokteran berusia 27 tahun, Isaias Zenas, juga hadir dalam momen perpisahan tersebut.

Ia menyoroti pencapaian sang kapten bagi negaranya.

“Kebahagiaan terakhir yang kami rasakan sebagai rakyat Argentina, kami berutang budi padanya,” terang Zenas.

Ia menilai berbagai trofi yang dipersembahkan sang pemain telah memberikan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Semua trofi yang dia bawa untuk kami, di tengah situasi ekonomi negara yang buruk, orang-orang yang sedang berjuang menemukan pelarian mereka dalam sepak bola,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu alasan para pendukung datang ke Stadion Monumental untuk memberikan salam perpisahan kepada Messi.

Baca Juga:  Sandy Walsh Resmi Gabung Persib Bandung

“Bagaimana mungkin kami tidak datang ke sini pada saat ini untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya?” ucapnya.

Catatan Karier Internasional Messi

Messi menutup karier internasional setelah mencatatkan 208 penampilan bersama tim nasional.

Ia mengoleksi 125 gol dan berstatus sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Albiceleste.

Selama perjalanan internasional, ia juga mencatatkan 68 assist.

Karier tersebut berlangsung melalui sejumlah turnamen dan pertandingan bersama tim nasional.

Perjalanan Messi bersama tim nasional sebelumnya sempat mengalami sejumlah kegagalan meraih gelar.

Ia bahkan pernah mengumumkan pensiun dari timnas pada 2016.

Messi kemudian kembali memperkuat negaranya dan meraih sejumlah trofi.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah mengangkat Piala Dunia 2022 di Qatar.

Ia juga mempersembahkan dua gelar Copa America bagi Albiceleste.

(AKM/NID/RAD)

Trending