Olahraga
Pandis PSSI DIY Sanksi Dwi Pilihanto Larangan Main Seumur Hidup usai Tendang Kepala Lawan di Liga 4
PSSI DIY menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada pemain KAFI FC usai menendang kepala lawan dalam laga Liga 4 DIY.
MPN Indonesia 8 Januari 2026 - Panitia Disiplin (Pandis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup kepada pemain KAFI FC, Dwi Pilihanto Nugroho.
Sanksi tersebut diberikan usai Dwi menendang kepala pemain lawan dalam laga Liga 4 DIY antara KAFI FC melawan UAD FC.
Insiden terjadi pada Selasa (6/1) di Lapangan Sitimulyo Bantul, ketika pertandingan memasuki menit ke-73.
Dalam situasi perebutan bola di tepi lapangan, Dwi menendang wajah pemain UAD FC bernomor punggung 24, Amirul.
Saat kejadian, wasit hanya memberikan kartu kuning dan pertandingan sempat dihentikan untuk perawatan Amirul sebelum dilanjutkan.
Aksi tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu reaksi luas dari publik sepak bola.
Sanksi Pandis PSSI DIY
Setelah melakukan pemeriksaan, Pandis PSSI DIY menyatakan Dwi terbukti melanggar Pasal 48 jo. Pasal 49 jo. Pasal 10 jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.
Putusan itu tertuang dalam surat keputusan nomor 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/1/2026.
Pandis menjatuhkan dua sanksi kepada Dwi, yakni larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup serta denda administratif sebesar Rp1 juta.
Keputusan tersebut masih membuka ruang bagi yang bersangkutan untuk mengajukan banding.
Sanksi itu disampaikan secara resmi melalui unggahan Instagram @pssidiy pada Rabu (7/1).
“Pemain KAFI FC nomor punggung 2 atas nama Dwi Pilihanto Nugroho dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025,” tulis Pandis PSSI DIY, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (8/1).
Sikap KAFI FC dan Permintaan Maaf
Menindaklanjuti keputusan tersebut, manajemen KAFI FC mengambil langkah pemecatan terhadap Dwi.
Pernyataan resmi disampaikan melalui akun Instagram @kafi.jogja pada Rabu (7/1).
“Memberhentikan saudara Dwi Pilihanto Nugroho sebagai pemain KAFI karena terbukti bersalah melanggar aturan kode disiplin PSSI 2025,” bunyi keputusan nomor 2 yang dikeluarkan manajemen klub.
Manajemen KAFI juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak UAD FC, Amirul, PSSI, serta publik sepak bola nasional.
“Kami dari manajemen tim KAFI Jogja memohon maaf kepada tim UAD FC, pemain UAD FC mas Amirul, PSSI, dan seluruh pecinta sepak bola tanah air atas insiden pelanggaran yang dilakukan oleh salah seorang pemain kami saat pertandingan lanjutan kompetisi Liga 4 Piala Gubernur DIY, di Lapangan Sitimulyo, Selasa (6/1) sore tadi,” tulis manajemen KAFI.
Dalam pernyataannya, manajemen menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak didasari niat mencederai lawan dan menyebut insiden terjadi akibat kecerobohan pemain.
“Pemain kami tidak ada niatan untuk sengaja mencederai lawan. Pemain kami melakukan kecerobohan saat berusaha menyapu bola dengan menaikkan kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain UAD FC mas Amirul,” lanjut pernyataan tersebut.
Manajemen juga menyampaikan rencana silaturahmi ke pihak Amirul dan UAD FC untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
“In Sya Allah kami dari manajemen tim dan pemain akan segera bersilaturahmi kepada mas Amirul dan keluarga serta tim UAD FC untuk memohon maaf secara langsung. Sekali lagi, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden ini dan berharap tidak terulang di kemudian hari,” tutup keterangan manajemen KAFI.
Evaluasi Wasit dan Sorotan Liga 4
Selain menjatuhkan sanksi kepada pemain, Pandis PSSI DIY turut melakukan evaluasi terhadap perangkat pertandingan.
Wasit yang memimpin laga hanya diberikan pembinaan dan evaluasi atas keputusannya yang saat itu hanya memberikan kartu kuning.
“Memberikan evaluasi dan pembinaan kepada Perangkan Pertandingan yang bertugas. Melakukan kembali evaluasi dan penyegaran penerapan Laws of the Game dan Regulasi Pertandingan secara menyeluruh kepada Perangkan Pertandingan di lingkungan PSSI DIY,” tutup keterangan Pandis PSSI DIY.
Kasus ini terjadi sehari setelah insiden serupa pada Senin (5/1), yang melibatkan pemain PS Putra Jaya, Hilmi Gimnastiar, yang juga dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
