Connect with us

Olahraga

Putra Jaya Pasuruan Putus Kontrak Hilmi Imbas Tendangan Kungfu di Liga 4

PS Putra Jaya Pasuruan memutus kontrak Muhammad Hilmi Gimnastiar usai insiden tendangan kungfu terhadap pemain Perseta 1970 pada laga Liga 4 Jawa Timur di Bangkalan.

Logompn

Published

on

Putra jaya pasuruan putus kontrak hilmi imbas tendangan kungfu di liga 4
Putra Jaya Pasuruan Putus Kontrak Hilmi Imbas Tendangan Kungfu di Liga 4. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/PSSI Jawa Timur

MPN Indonesia 7 Januari 2026 - PS Putra Jaya Pasuruan resmi memutus kontrak pemain Muhammad Hilmi Gimnastiar setelah melakukan tendangan kungfu terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur.

Pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, pada Senin (5/1) pukul 14.36 WIB.

Insiden terjadi di tengah pertandingan saat Putra Jaya Pasuruan menghadapi Perseta 1970.

Hilmi dengan sengaja menendang dada Firman hingga mengakibatkan korban cedera dan harus ditandu keluar lapangan.

Keputusan Resmi Manajemen Putra Jaya

Manajemen Putra Jaya Pasuruan menyampaikan pemberhentian Hilmi melalui surat resmi bernomor PSPJ/02/05-01-2026 yang diunggah di akun Instagram klub @ps.putrajaya pada Senin (5/1).

Ketua Harian PS Putra Jaya, Gaung Andaka Ranggi P, menyebut keputusan tersebut diambil karena tindakan Hilmi bertentangan dengan asas fair play dan melanggar koridor aturan sepak bola.

“Kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar, karena tindakanya yang tidak sesuai dengan azas Sepak Bola yaitu Fair play dan menyalahi koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan,” bunyi pernyataan resmi klub, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (7/1).

Dalam surat yang sama, manajemen juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak, khususnya Perseta 1970 dan Firman Nugraha sebagai korban.

“Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru juga meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami khususnya kepada tim Perseta 1970,” lanjut pernyataan tersebut.

Kronologi Insiden di Lapangan

Peristiwa itu terjadi pada menit ke-71 saat Perseta 1970 Tulungagung unggul 4-0 atas Putra Jaya Pasuruan.

Baca Juga:  Liga 4 di Jateng dan Lampung Berujung Ricuh, Wasit jadi Sasaran Amuk Suporter

Dalam upaya merebut bola, Muhammad Hilmi melakukan tendangan keras ke arah dada Firman Nugraha.

Rekaman siaran langsung YouTube PSSI Jawa Timur memperlihatkan Hilmi yang mengenakan jersey bernomor punggung 23 menendang Firman secara brutal hingga terjatuh di lapangan.

Wasit langsung mengeluarkan kartu merah kepada Hilmi tanpa ragu.

Firman kemudian ditandu keluar lapangan dan mendapatkan perawatan medis di dalam ambulans.

Pelatih Perseta 1970 Tulungagung, Medi Radondo, memastikan kondisi pemainnya telah membaik.

“Alhamdulillah aman, sudah sehat kembali,” ujar Medi dalam pernyataannya pada Senin (5/1).

Ia menegaskan Firman tidak sampai dibawa ke rumah sakit.

“Tidak sampai dibawa ke rumah sakit, tapi dirawat di dalam ambulans,” jelasnya.

Reaksi Publik dan Sikap Klub

Video insiden tersebut menyebar luas dan menuai kecaman dari publik, terutama pecinta sepak bola Jawa Timur.

Menyikapi reaksi tersebut dan dengan mempertimbangkan prinsip sportivitas, manajemen Putra Jaya Pasuruan langsung mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak Hilmi.

“Dengan adanya kejadian laga Liga 4 babak 32 besar Zona Jatim antara PS Putra Jaya Sumurwaru tertanggal 05 Januari 2026 pukul 14.36 WIB di Stadion Bangkalan Madura yang menyebabkan cedera pemain Perseta 1970, maka kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar,” tulis manajemen dalam surat resminya.

Pengakuan Korban dan Permintaan Maaf

Usai pertandingan, Firman Nugraha mengungkapkan bahwa Hilmi sempat menyampaikan permintaan maaf.

Namun, ia menilai sikap tersebut tidak disertai itikad yang tulus.

“Pemain sudah meminta maaf tapi agak tidak ada itikadnya,” pungkas Firman seperti dikutip dari Kompas.com.

Dalam pertandingan tersebut, Putra Jaya Pasuruan tampil dengan jersey kuning, sementara Perseta 1970 mengenakan jersey hijau.

Baca Juga:  Pandis PSSI DIY Sanksi Dwi Pilihanto Larangan Main Seumur Hidup usai Tendang Kepala Lawan di Liga 4

Laga Grup CC Liga 4 Jawa Timur itu berlangsung timpang sejak awal, dengan Putra Jaya Pasuruan tertinggal empat gol sebelum insiden terjadi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending