Connect with us

Olahraga

UEFA Jatuhi Sanksi Denda kepada Barcelona dan Chelsea

UEFA jatuhkan sanksi denda kepada Barcelona dan Chelsea atas masalah regulasi keuangan dalam klub.

Logompn

Published

on

Uefa jatuhi sanksi denda kepada barcelona dan chelsea
Asosiasi Sepak Bola Eropa (EUFA) | Gambar: Union of European Football Associations (UEFA)

MPN Indonesia 5 Juli 2025 - Union of European Football Associations (UEFA) menjatuhkan sanksi denda kepada lima klub Eropa, termasuk Barcelona dan Chelsea, atas pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) untuk periode keuangan 2023 dan 2024.

Pengumuman tersebut disampaikan UEFA melalui situs resminya pada Jumat (4/7) sebagai bagian dari penegakan regulasi keuangan yang lebih ketat di kompetisi Eropa.

Chelsea didenda sebesar €20 juta atau sekitar Rp381 miliar karena gagal memenuhi keseimbangan neraca keuangan.

Selain itu, klub asal Inggris tersebut juga dikenakan tambahan denda sebesar €11 juta karena mengalokasikan lebih dari 80 persen dari total pendapatannya untuk biaya skuad, termasuk belanja pemain dan gaji.

“Klub telah bekerja sama secara erat dan transparan dengan UEFA untuk memberikan rincian lengkap dan terperinci mengenai pelaporan keuangannya, yang menunjukkan bahwa kinerja keuangan klub berada pada lintasan peningkatan yang kuat,” tulis Chelsea dalam sebuah pernyataan, dikutip MPN Indonesia melalui ESPN, Sabtu (5/7).

Barcelona, yang merupakan juara Liga Spanyol musim 2024-2025, juga menerima sanksi denda dari UEFA sebesar €15 juta atau sekitar Rp285 miliar setelah berhasil menegosiasikan pengurangan dari potensi denda yang awalnya mencapai €60 juta.

Meski denda berhasil dikurangi, Barcelona tetap diwajibkan untuk mematuhi regulasi keuangan yang ketat agar terhindar dari sanksi tambahan.

Barcelona menyampaikan kepada UEFA bahwa struktur kepemilikan klub yang dikuasai oleh suporter membatasi kemampuan mereka dalam meningkatkan pendapatan secara signifikan.

UEFA Tegaskan Komitmen terhadap Penegakan Aturan Keuangan

Selain Chelsea dan Barcelona, tiga klub lain yang turut menerima sanksi akibat masalah keuangan dari UEFA adalah Lyon, Aston Villa, dan AS Roma.

Lyon dijatuhi denda sebesar €12,5 juta atau sekitar Rp238 miliar, dengan tambahan ancaman denda jika tidak memenuhi target keuangan yang telah disepakati.

Baca Juga:  Klasemen Liga Spanyol 2026/2027: Barca Salip Real Madrid usai Tumbangkan Athletic Bilbao

Aston Villa dikenai denda sebesar €11 juta atau sekitar Rp209 miliar atas pengeluaran berlebih selama satu musim saat bermain di Liga Konferensi tingkat ketiga di Eropa.

AS Roma menerima sanksi denda sebesar €3 juta atau sekitar Rp57 miliar.

Diketahui, sejak tahun 2022, AS Roma berada di bawah pengawasan ketat UEFA berdasarkan kesepakatan penyelesaian yang telah ditandatangani.

Klub asal Italia tersebut diwajibkan untuk mencatatkan keuntungan modal tertentu guna menghindari sanksi pembatasan transfer lebih lanjut.

Pelanggaran yang dilakukan oleh kelima klub tersebut umumnya terkait dengan aturan Squad Cost Ratio (SCR) UEFA. Aturan ini membatasi pengeluaran skuad maksimal sebesar 80 persen dari total pendapatan klub untuk tahun 2024 dan akan dikurangi menjadi 70 persen pada 2025.

Chelsea dan Aston Villa dinilai melanggar batas ini setelah UEFA menolak pengakuan pendapatan dari penjualan aset yang terkait dengan perusahaan internal mereka.

UEFA menyatakan bahwa seluruh klub yang terkena sanksi telah menyetujui kesepakatan penyelesaian dengan periode pemantauan yang berlangsung selama dua hingga empat tahun.

Jika klub-klub tersebut gagal memenuhi target keuangan yang telah ditetapkan dalam perjanjian, mereka dapat dikenai sanksi tambahan, termasuk pembatasan pendaftaran pemain untuk kompetisi Eropa.

Menurut laporan yang disampaikan UEFA, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya organisasi untuk memperketat pengawasan finansial dalam dunia sepak bola Eropa dan memastikan keberlanjutan kompetisi yang adil.

“Kami menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keuangan untuk menjaga stabilitas klub dan persaingan yang sehat di Eropa,” demikian pernyataan UEFA dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi UEFA, Sabtu (5/7).

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending