Connect with us

Otomotif

Awas! Ini Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi Kalau Ganti Oli Sendiri

Mengganti oli motor sendiri tampak mudah, tapi berisiko jika keliru. Hindari 5 kesalahan umum agar mesin tidak cepat aus.

Logompn

Published

on

Awas! ini kesalahan fatal yang sering terjadi kalau ganti oli sendiri
Awas! Ini Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi Kalau Ganti Oli Sendiri. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Oktober 2025 - Banyak pemilik sepeda motor memilih mengganti oli secara mandiri di rumah dengan alasan ingin menghemat biaya servis atau karena merasa prosesnya sederhana.

Namun, tindakan ini bisa berisiko jika dilakukan tanpa pengetahuan dan ketelitian yang cukup.

Kesalahan kecil saat mengganti oli motor sendiri dapat menimbulkan kerusakan serius pada mesin, bahkan menyebabkan turun mesin.

Proses penggantian oli yang tampaknya mudah ternyata menyimpan potensi bahaya jika tidak dengan prosedur yang benar.

Beberapa kesalahan umum meliputi kelalaian mengencangkan baut penguras, kesalahan takaran oli, penggunaan jenis oli yang tidak sesuai, serta pengabaian terhadap komponen penting seperti filter oli.

Semua kesalahan tersebut bisa berdampak fatal pada performa mesin.

Demi mencegah kerusakan jangka panjang, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami secara detail kesalahan yang sering terjadi saat mengganti oli sendiri.

Berikut adalah daftar kesalahan umum yang perlu dihindari berdasarkan panduan dari laman resmi Suzuki Indonesia.

Kesalahan Umum saat Ganti Oli Motor Sendiri

1. Baut Penguras Tidak Dikencangkan sesuai Standar

Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah kelalaian dalam mengencangkan baut penguras oli.

Jika terlalu longgar, oli bisa merembes keluar secara perlahan tanpa disadari.

Jika terlalu kencang, ulir drat pada blok mesin bisa aus atau bahkan rusak permanen. Dalam beberapa kasus ekstrem, baut bisa patah di dalam lubangnya.

Untuk menghindari hal tersebut, pengencangan baut harus mengikuti torsi yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Baca Juga:  Musim Hujan Tiba, Ini 4 Komponen Motor yang Wajib Dicek Sebelum Berkendara

Panduan torsi ini terdapat di buku manual kendaraan. Penggunaan kunci torsi sangat disarankan untuk presisi optimal.

2. Menuangkan Oli Terlalu Banyak

Masih banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak oli, maka pelumasan mesin akan lebih maksimal. Anggapan ini keliru.

Oli berlebih dapat memberikan tekanan ekstra pada ruang mesin dan merusak seal-seal penting.

Oli juga berisiko masuk ke ruang pembakaran, menyebabkan asap putih keluar melalui knalpot.

Solusi untuk menghindari hal ini adalah dengan selalu mengikuti volume oli yang direkomendasikan dalam buku panduan kendaraan.

3. Lupa Mengganti Filter Oli

Meski rutin mengganti oli, banyak pengguna motor yang lupa atau mengabaikan penggantian filter oli.

Padahal, filter berfungsi menyaring partikel kotoran, serpihan logam kecil, dan sisa pembakaran.

Jika tidak diganti secara berkala, kotoran akan terus bersirkulasi dalam sistem pelumasan.

Hal ini bisa mempercepat keausan komponen penting seperti piston, ring, dan dinding silinder.

Disarankan untuk mengganti filter oli setiap dua kali ganti oli atau mengikuti panduan pabrikan.

4. Menggunakan Jenis Oli yang Tidak Sesuai

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memilih oli hanya berdasarkan harga, bukan spesifikasi.

Oli terlalu kental tidak dapat melumasi celah kecil di mesin modern.

Oli terlalu encer bisa cepat menguap di mesin motor lama.

Pemeriksaan terhadap viskositas (SAE) dan standar mutu (API, JASO) sangat penting.

Data ini dapat ditemukan di buku manual kendaraan.

Selain itu, waspadai peredaran oli palsu yang biasanya dijual dengan harga murah tetapi tidak memiliki standar mutu yang jelas.

5. Tidak Memeriksa Kebocoran Setelah Pengisian Oli

Setelah proses penggantian oli selesai, banyak orang mengabaikan pemeriksaan kebocoran.

Kebocoran bisa muncul akibat seal atau baut yang kurang rapat.

Baca Juga:  Wajib Ada di Mobil! Ini Tips Rawat Ban Serep Supaya Tetap Optimal

Jika tidak diperiksa, volume oli bisa menurun tanpa disadari, menyebabkan gesekan berlebih dan kerusakan mesin.

Langkah sederhana seperti pengecekan visual di bawah motor setelah mesin dinyalakan sangat krusial untuk mencegah risiko tersebut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending