Connect with us

Otomotif

Kenapa Mobil Mogok di Rel Kereta?

Mobil mogok di perlintasan kereta kembali jadi sorotan. Ketahui 8 penyebab utama serta langkah pencegahan agar terhindar dari bahaya.

Logompn

Published

on

Kenapa Mobil Mogok di Rel Kereta
Kenapa Mobil Mogok di Rel Kereta? Gambar: Seva.id

MPN Indonesia 29 April 2026 - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa salah satu penyebab mobil dapat berhenti mendadak di rel kereta, yakni berkaitan dengan pengaruh medan magnet yang dihasilkan lokomotif.

Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menjelaskan fenomena mobil mogok di rel kereta telah dikaji melalui riset teknis.

“Dari data-data teknis sebelumnya (ditemukan) tidak hanya mobil listrik, tapi mobil dengan bahan bakar juga banyak yang tidak cukup tahan terhadap pengaruh medan magnet besar ketika kereta api itu akan lewat,” ujar Amarulla dalam acara BRIN 5.0: Inovasi untuk Negeri di ruang Jirap, Gedung BJ Habibie BRIN Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (28/4).

“Jadi medan magnet yang besar itu dihasilkan oleh kereta api yang mau lewat. Karena sumbernya di lokomotif itu besar sekali, listriknya, magnetnya itu terhantar sampai ke rel kereta api ke depan,” katanya.

Penyebab Mobil Mogok di Rel Kereta

1. Pengaruh Medan Magnet Lokomotif

Saat kereta akan melintas, lokomotif menghasilkan medan magnet besar yang dapat terhantar hingga ke rel kereta.

Jika mobil sedang berada di atas rel saat kereta mendekat, medan magnet ini bisa mengganggu sistem kelistrikan kendaraan sehingga mesin tersendat bahkan mati mendadak.

2. Emisi Elektromagnetik dari Rel Kereta

Rel kereta memiliki emisi elektromagnetik karena adanya kabel penghantar arus listrik di dalamnya.

Baca Juga:  Daftar Mobil Bekas Rp60 Jutaan per Januari 2026, Ada Honda City!

Sistem ini tidak selalu kompatibel dengan elektronik mesin mobil, terutama ketika kereta berada dalam radius sekitar 600 meter.

3. Gangguan Sistem Kelistrikan Mobil

Selain dari luar kendaraan, masalah pada aki, alternator, kabel pengapian, sensor elektronik mobil juga dapat menyebabkan mesin mati saat melintasi rel.

Kondisi ini lebih berisiko jika kendaraan sudah memiliki gangguan kelistrikan sebelumnya.

4. Kerusakan Sistem Bahan Bakar

Pompa bahan bakar lemah, filter bensin kotor, atau saluran bahan bakar tersumbat bisa membuat suplai bahan bakar ke mesin terganggu.

Akibatnya mobil kehilangan tenaga dan mogok saat berada di perlintasan.

5. Mesin Overheat

Masalah pendinginan seperti radiator bocor, kipas pendingin rusak, atau cairan radiator habis dapat menyebabkan mesin terlalu panas.

Jika terjadi overheat, mesin bisa mati mendadak saat kendaraan berada di atas rel.

6. Gangguan Transmisi atau Kopling

Mobil manual dengan kopling aus atau mobil matik yang mengalami transmisi slip bisa kesulitan bergerak ketika harus melintasi rel yang memerlukan akselerasi cepat. Akibatnya mobil berhenti di tengah jalur.

7. Cuaca dan Suhu Ekstrem

Hujan deras, banjir, panas berlebih, atau suhu terlalu dingin juga dapat memengaruhi performa mesin dan sistem elektronik mobil, sehingga meningkatkan risiko mogok saat melintas di rel kereta.

8. Kelalaian Pengemudi

Banyak insiden di perlintasan terjadi karena pengemudi menerobos palang pintu, memaksakan kendaraan melintas saat kondisi tidak aman, atau kurang memperhatikan kondisi mesin sebelum berkendara.

Cara Atasi Mobil Mogok di Rel Kereta

Dalam situasi mobil mogok di rel kereta, pengemudi diminta memastikan keselamatan diri dan penumpang terlebih dahulu.

Jika memungkinkan, kendaraan segera dipindahkan dari rel dan mencari lokasi aman.

Baca Juga:  Daftar Mobil Bekas Rp120 Juta hingga Rp150 Jutaan per Januari 2026, Ada Ertiga!

Pengemudi juga dapat meminta bantuan petugas penjaga perlintasan untuk membantu mendorong kendaraan keluar dari rel kereta.

Untuk pencegahan, pengendara disarankan mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan, memastikan kondisi aman dengan melihat ke kanan dan kiri, serta mematuhi sinyal dan palang pintu.

Bagi pengemudi mobil manual, disarankan menggunakan gigi pertama saat melintasi rel kereta agar putaran mesin stabil.

Pada mobil otomatis, pengemudi dapat melepaskan pedal gas dan membiarkan kendaraan bergerak perlahan dengan kendali rem.

Pengendara juga diminta tetap waspada terhadap kondisi permukaan jalan yang tidak rata atau licin di sekitar rel kereta, serta memperhatikan kemungkinan adanya lebih dari satu jalur rel kereta dalam satu perlintasan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending