Connect with us

Otomotif

Rencana Merger Honda dan Nissan Disahkan, Indomobil Beberkan Dampaknya

Merger Honda dan Nissan resmi dimulai 1 Agustus 2024, menargetkan pengembangan kendaraan elektrifikasi dan AI.

Logompn

Published

on

Rencana Merger Honda dan Nissan Disahkan, Indomobil Beberkan Dampaknya
Rencana Merger Honda dan Nissan Disahkan, Indomobil Beberkan Dampaknya. Gambar: Kolase blog.bloon.so/dubizzle.com

MPN Indonesia 25 Desember 2024 - Honda Motors Co., Ltd. dan Nissan Motors Co., Ltd. secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk merger pada 1 Agustus 2024.

Langkah ini menjadi inisiatif strategis untuk memperkuat posisi kedua perusahaan di sektor otomotif global melalui pengembangan teknologi kendaraan elektrifikasi dan kecerdasan buatan (AI).

Strategi dan Tujuan Merger

Honda dan Nissan sepakat membentuk perusahaan induk baru yang berbasis di Tokyo, Jepang, untuk mempercepat pengembangan kendaraan berbasis perangkat lunak (Software-Defined Vehicles/SDV).

Kerja sama ini mencakup riset teknologi pada kendaraan listrik (EV), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), dan mesin pembakaran internal (ICE).

Dalam pernyataan resmi, merger ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing global kedua perusahaan sekaligus berkontribusi pada perkembangan industri Jepang, termasuk sektor roda dua yang menjadi fokus Honda.

CEO Nissan, Makoto Uchida, menyatakan bahwa sinergi ini berpotensi memberikan nilai tambah bagi pelanggan di seluruh dunia.

“Hari ini menandai momen penting saat kami memulai diskusi tentang integrasi bisnis yang berpotensi membentuk masa depan kami,” ujar Makoto Uchida, Direktur, Presiden, dan CEO Nissan.

Dampak pada Pasar Indonesia

Di Indonesia, merger ini mendapat perhatian dari PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS), distributor resmi Nissan.

Jusak Kertowidjojo, Direktur Utama IMAS, membenarkan adanya pembicaraan intens antara Nissan dan Honda, tetapi hingga kini belum ada diskusi langsung dengan Nissan Global terkait aksi korporasi tersebut.

“Informasi tersebut memang benar, tetapi belum ada pembicaraan antara Perseroan dengan Nissan Global terkait rencana aksi korporasi ini,” jelas Jusak Kertowidjojo pada Selasa (24/12).

Baca Juga:  Review Honda Vario 125: Matic dengan Performa Handal

IMAS juga memastikan bahwa merger ini tidak akan memengaruhi operasional maupun penjualan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Manajemen menegaskan tidak ada kejadian material yang berdampak pada harga saham perusahaan saat ini.

Grup Otomotif Terbesar Ketiga Dunia

Merger Honda dan Nissan berpotensi menciptakan grup otomotif terbesar ketiga di dunia berdasarkan volume penjualan, setelah Toyota dan Volkswagen.

Kesepakatan ini dianggap sebagai salah satu langkah besar dalam bisnis korporasi otomotif sejak pembentukan Stellantis pada 2021.

Selain itu, merger ini membuka peluang integrasi Mitsubishi Motors di bawah perusahaan induk baru, memperluas aliansi strategis.

Langkah ini dirancang untuk menghadapi tantangan dari pemain besar seperti Tesla dan produsen kendaraan listrik asal Tiongkok.

Media Jepang melaporkan bahwa rencana pembentukan perusahaan induk bersama dijadwalkan selesai pada 2025, dengan target pencatatan saham di Bursa Efek Tokyo pada Agustus 2026.

Kolaborasi Teknologi dan Infrastruktur

Honda dan Nissan juga membahas beberapa bentuk kolaborasi teknologi, termasuk penyediaan teknologi kendaraan hybrid oleh Honda ke Nissan, serta penggunaan bersama fasilitas perakitan Nissan di Inggris.

Langkah ini mencerminkan upaya kedua perusahaan untuk mengoptimalkan biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.

Selain itu, pemegang saham terbesar Nissan, Renault, menyatakan dukungan terhadap rencana merger ini.

“Renault pada prinsipnya terbuka terhadap kesepakatan dan akan mengkaji semua implikasi dari kerja sama tersebut,” ujar sumber anonim.

Trending