Connect with us

Otomotif

Para Pemilik Palisade di AS Gugat Hyundai karena Masalah Rem, Begini Duduk Perkaranya

Hyundai Motor America tengah menghadapi gugatan class action terkait dugaan cacat sistem pengereman.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 10t134657.835
Para Pemilik Palisade di AS Gugat Hyundai karena Masalah Rem, Begini Duduk Perkaranya | Gambar: Hyundai

MPN Indonesia 10 Juni 2025 - Hyundai Motor America tengah menghadapi gugatan class action di pengadilan terkait dugaan cacat pada sistem pengereman Hyundai Palisade model tahun 2023 hingga 2025.

Gugatan ini diajukan pada Senin (9/5) di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California oleh sejumlah pemilik kendaraan yang mengklaim bahwa cacat tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain.

Duduk Perkara

Dalam gugatan berjudul Maldonado, et al. v. Hyundai Motor America dengan nomor perkara 8:25-cv-00983, disebutkan bahwa Hyundai Palisade dilengkapi sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) dan traction control system (TCS) yang diduga dapat mengalami malfungsi, khususnya saat digunakan di permukaan jalan yang kasar atau tidak rata.

Malfungsi ini dituduh menyebabkan jarak pengereman bertambah, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Dikutip MPN Indonesia dari The Brake Report, para penggugat menyatakan bahwa perusahaan telah mengetahui adanya masalah pada sistem pengereman ini melalui pengujian pra-produksi, keluhan konsumen sejak Februari 2023 yang muncul secara daring, serta data internal garansi.

Namun, menurut gugatan, Hyundai gagal menginformasikan cacat tersebut kepada konsumen sebelum pembelian maupun sewa kendaraan, serta tidak menyediakan solusi yang efektif dan tepat waktu.

Detail Dugaan Malfungsi Rem Hyundai Palisade

Pokok utama gugatan ini berfokus pada dugaan bahwa sistem pengereman pada mobil SUV Hyundai Palisade model 2023, 2024, dan 2025 dapat mengalami kegagalan fungsi ketika rem diinjak di permukaan jalan yang kasar.

Para penggugat menjelaskan bahwa kegagalan ini menyebabkan kesalahan dalam perhitungan kecepatan roda, sehingga ABS atau TCS secara cepat melepaskan dan mengaktifkan kembali rem. Akibatnya, jarak pengereman menjadi lebih panjang dari yang seharusnya.

Baca Juga:  Trump Kutuk Serangan Udara Rusia ke Ukraina, Sebut Putin 'Gila'

Sejumlah pemilik kendaraan yang mengalami masalah ini mengaku bahwa saat mengajukan keluhan ke dealer, mereka diberitahu bahwa perilaku pengereman tersebut “normal” atau pihak dealer tidak mengetahui cara memperbaikinya.

Gugatan juga menyoroti perbedaan antara masalah yang ada dan citra pemasaran Hyundai.

Perusahaan disebutkan mempromosikan Hyundai Palisade sebagai kendaraan dengan fitur keselamatan dan teknologi terbaik di kelasnya, termasuk sistem ABS dan TCS. Hal ini dinilai bertolak belakang dengan fakta di lapangan.

Tuntut Berbagai Kompensasi

Penggugat utama dalam perkara ini adalah Camille Maldonado, Shlomo Vizel, dan Terrance Rubin.

Mereka mewakili kelompok pemilik dan penyewa Hyundai Palisade di negara bagian New York dan Ohio.

Gugatan tersebut menuntut berbagai bentuk kompensasi, termasuk kerugian aktual, insidental, dan konsekuensial, serta ganti rugi hukuman.

Selain itu, para penggugat meminta pengembalian uang, perbaikan atau penggantian kendaraan dengan komponen yang tidak cacat, reformasi garansi, serta perintah pengadilan yang melarang Hyundai melanjutkan praktik yang dianggap menyesatkan.

Pada awal Juni 2025, proses hukum ini masih berada pada tahap awal. Pengajuan gugatan telah dilakukan, dan pengadilan telah mengeluarkan perintah prosedural awal, termasuk penunjukan hakim yang menangani perkara.

Hingga saat itu, Hyundai Motor America belum mengajukan tanggapan resmi terhadap tuduhan yang ada.

(AKM/NID/RAD)

Trending