Otomotif
Pesawat Listrik Romeo Lakukan Penerbangan Perdana di Jerman
Perusahaan rintisan berbasis Munich, ERC System, melaksanakan uji terbang publik perdana pesawat listrik lepas landas vertikal (eVTOL) bernama Romeo.
MPN Indonesia 11 Februari 2026 - Perusahaan rintisan berbasis Munich, ERC System, secara resmi melaksanakan uji terbang publik perdana pesawat listrik lepas landas vertikal (eVTOL) bernama Romeo pada Jumat (6/2) di pangkalan militer Erding, Jerman.
Penerbangan ini menjadi tonggak awal pengembangan pesawat listrik berukuran besar di Eropa, yang dirancang untuk mendukung misi evakuasi pasien antar fasilitas kesehatan.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Romeo memiliki bobot sekitar 2,7 ton dan bentang sayap mencapai 16 meter.
Bakal Dipasarkan pada 2031
Pada uji coba tersebut, pesawat diterbangkan tanpa penumpang sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
Romeo sendiri memang dapat dioperasikan baik dengan pilot maupun secara otonom, dan dirancang untuk menampung enam kursi.
“Kami telah membuktikan bahwa kami dapat menerbangkan 2,7 ton, dan karenanya nantinya dapat memuat muatan yang kami butuhkan,” kata Kepala bagian komersial sekaligus salah satu pendiri ERC System, Maximilian Oligschlaeger, kepada Reuters saat uji coba.
Demonstrasi publik ini menjadi langkah awal ERC System menuju target operasional komersial pesawat pada tahun 2031, dengan kapasitas angkut muatan sekitar 500 kilogram.
Meski sektor eVTOL tengah menghadapi tantangan finansial, ERC mengonfirmasi telah memiliki pendanaan yang cukup untuk pengembangan lanjutan.
Pesawat eVTOL Terbesar di Eropa
Prototipe ini merupakan salah satu pesawat eVTOL terbesar di Eropa yang saat ini tengah dikembangkan dengan dukungan teknologi ramah lingkungan.
ERC System merupakan anak perusahaan dari IABG, sebuah perusahaan teknologi Jerman yang juga menjadi penyedia layanan bagi Bundeswehr.
Oligschlaeger menyebut bahwa IABG telah berinvestasi dalam jumlah besar untuk pengembangan proyek ini, yakni mencapai puluhan juta euro.
Operator penerbangan penyelamatan, DRF Luftrettung, disebut sebagai calon pelanggan dari pesawat Romeo.
Perusahaan tersebut mendukung penuh pengembangan pesawat ini dengan harapan dapat menekan biaya serta mempersingkat waktu dalam proses transfer pasien dari satu fasilitas medis ke fasilitas lainnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
