Connect with us

Viral

Ketinggalan Pesawat, Calon Penumpang Nekat Terobos Garbarata dan Diduga Aniaya Petugas Bandara di Sorong

Penumpang Lion Air menerobos garbarata Bandara Sorong setelah tertinggal pesawat ke Jayapura. Ia diduga memukul petugas.

Actress 1299250

Published

on

Ketinggalan Pesawat, Calon Penumpang Nekat Terobos Garbarata dan Aniaya Petugas Bandara di Sorong
Ketinggalan Pesawat, Calon Penumpang Nekat Terobos Garbarata dan Aniaya Petugas Bandara di Sorong. Gambar Instagram/@deo_airport

Papua Barat Daya, MPN Indonesia 9 Oktober 2026 - Seorang penumpang Lion Air menerobos garbarata dan diduga menganiaya petugas keamanan di Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong, Papua Barat Daya, pada Senin (5/10) pukul 06.49 WIT.

Peristiwa itu terjadi setelah penumpang tujuan Jayapura tersebut terlambat datang saat pesawat sudah meninggalkan area parkir menuju landasan pacu.

Petugas Aviation Security (Avsec) berusaha menghentikannya, tetapi penumpang tersebut melakukan perlawanan hingga diduga memukul petugas.

Station Manager Lion Air Grup Sorong, Suhardi, mengatakan pihak maskapai telah menjalankan prosedur pemanggilan penumpang sebelum keberangkatan.

“Sebelum kami melakukan boarding kami melakukan panggilan untuk masuk ruang tunggu. Lalu kami melakukan pemanggilan pertama, kedua dan ketiga. Nah, jika panggilan ketiga masih ada penumpang yang belum hadir di ruang tunggu atau di pesawat, kami lanjutkan dengan panggilan nama. Kemarin sudah kita lakukan sesuai prosedur itu,” ujar Suhardi dikutip MPN Indonesia dari Instagram @deo_airport, Jumat (9/10).

Kronologi Penumpang Terobos Garbarata Bandara Sorong

Pesawat telah bergerak meninggalkan area parkir untuk melanjutkan keberangkatan menuju Jayapura.

Penumpang tersebut kemudian memaksa melewati akses garbarata meskipun petugas telah berusaha mencegahnya.

Tindakan itu menyebabkan ketegangan antara penumpang dan petugas keamanan maskapai.

Suhardi menyebut penumpang tersebut melakukan perlawanan fisik ketika petugas berusaha menghentikannya.

“Beliau tetap melakukan perlawanan dengan cara kekerasan, dengan memukul petugas Avsec,” ucapnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang pria mengenakan tas ransel terlihat berdiri di ujung garbarata.

Pria itu juga terlihat berusaha meminta pilot mengembalikan pesawat ke garbarata. Namun, pesawat yang hendak ditumpanginya sudah bergerak meninggalkan posisi parkir.

Baca Juga:  Viral Video! Detik-detik Mahasiswi Universitas Pakuan Bogor Jatuh dari Lantai 3 Gedung Kampus

Petugas Avsec Mengaku Dipukul Penumpang

Petugas Avsec Bandara DEO Sorong, Risnawati Sihombing, menjelaskan kejadian yang dialaminya saat berusaha menghentikan penumpang tersebut.

Risnawati mengatakan  penumpang itu mendorong petugas ketika dicegah memasuki akses garbarata.

Ia kemudian berusaha memegang tangan penumpang agar tidak melanjutkan pergerakannya.

“Pada saat itu penumpang dia mendorong dan pas saya cegat bapaknya, saya pegang tangannya, dan penumpangnya melakukan perlawanan. Dia memukul saya, tapi cuma sedikit, saya pegang penumpang, penumpang bolak balik, saya hampir jatuh. Penumpang berlari lolos dan langsung berlari ke arah garbarata,” ujarnya.

Setelah berhasil melewati petugas, pria tersebut berlari menuju ujung garbarata. Ia kemudian berteriak dan marah ketika melihat pesawat sudah tidak berada di area parkir.

Sejumlah petugas keamanan maskapai selanjutnya berusaha mengamankan dan menjauhkan penumpang dari area tersebut.

Kondisi garbarata yang telah terlepas dari pesawat dinilai dapat membahayakan penumpang tersebut.

Bandara Sorong akan Perketat Pengawasan Keamanan

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Domine Eduard Osok Sorong, Soekarjo, memberikan penjelasan mengenai pembagian tanggung jawab keamanan dan pelayanan penumpang.

Soekarjo mengatakan penanganan penumpang yang hendak berangkat menjadi tanggung jawab utama operator maskapai.

Sementara itu, petugas bandara bertanggung jawab melakukan pemeriksaan keamanan terhadap penumpang dan barang bawaan.

Kewenangan untuk mengizinkan penumpang naik ke pesawat berada pada pihak maskapai.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari pembagian tugas dalam proses pelayanan keberangkatan.

Menindaklanjuti peristiwa di Sorong, Papua Barat Daya, pihak Bandara DEO akan memperketat pengawasan pada sejumlah titik pelayanan penumpang.

Soekarjo juga menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi kepada petugas yang terbukti melanggar aturan.

(AKM/NID/RAD) 

Trending