Connect with us

Otomotif

Simak Tips Hemat Baterai Mobil Listrik saat Dipakai Liburan

Panduan hemat baterai mobil listrik saat liburan jarak jauh, mulai dari perencanaan rute, mode Eco, hingga pengisian cepat agar perjalanan lebih efisien.

Logompn

Published

on

Simak tips hemat baterai mobil listrik saat dipakai liburan
Ilustrasi Isi Daya Mobil Listrik. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 29 Desember 2025 - Pemilik mobil listrik yang berencana melakukan perjalanan liburan jarak jauh perlu memahami cara menghemat baterai secara efektif.

Pasalnya, ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia belum semerata SPBU konvensional, sehingga manajemen daya menjadi faktor penting selama perjalanan.

Efisiensi penggunaan energi memungkinkan mobil listrik menempuh jarak lebih jauh dengan pemberhentian pengisian yang minimal.

Kapasitas baterai, kondisi jalan, suhu kabin, hingga gaya mengemudi turut memengaruhi daya tahan baterai.

Karena itu, perencanaan perjalanan dan teknik berkendara yang tepat perlu diterapkan agar perjalanan tetap nyaman hingga tujuan.

Dikutip MPN Indonesia dari laman wuling.id dan telesindo-one.id, berikut sejumlah tips yang dapat diterapkan pengguna mobil listrik saat liburan untuk menjaga efisiensi baterai.

Rencanakan Rute Perjalanan dengan Matang

Perencanaan rute menjadi langkah awal dalam menghemat baterai mobil listrik.

Pemilihan jalur dengan elevasi lebih datar, minim kemacetan, serta memiliki akses SPKLU akan membantu menjaga jangkauan kendaraan.

Aplikasi navigasi khusus kendaraan listrik dapat dimanfaatkan karena mampu memperhitungkan topografi, kondisi lalu lintas, dan lokasi pengisian daya.

Idealnya, pengemudi merencanakan pengisian saat baterai berada di kisaran 20–30 persen dan mengisi hingga sekitar 80 persen untuk mengoptimalkan waktu.

Selain itu, rute dengan tanjakan panjang dan cuaca ekstrem seperti angin kencang juga perlu diperhitungkan karena dapat meningkatkan konsumsi energi.

Baca Juga:  Musim Hujan Tiba, Ini 4 Komponen Motor yang Wajib Dicek Sebelum Berkendara

Gunakan Mode Berkendara Ekonomis

Mode Eco yang tersedia di hampir semua mobil listrik dirancang untuk mengoptimalkan konsumsi energi.

Mode ini membatasi akselerasi, menyesuaikan respons pedal gas, serta mengatur sistem pendingin kabin agar lebih efisien.

Akselerasi terasa lebih halus, namun tenaga maksimal tetap tersedia saat dibutuhkan, seperti ketika menyalip.

Mode Eco sebaiknya diaktifkan sejak awal perjalanan, terutama saat melaju di jalan tol atau jalur lurus panjang dengan kecepatan konstan.

Manfaatkan Pengereman Regeneratif

Sistem pengereman regeneratif mengubah energi kinetik saat kendaraan melambat menjadi energi listrik yang dikembalikan ke baterai.

Pengemudi dapat memaksimalkannya dengan mengurangi penggunaan rem konvensional dan lebih sering melepas pedal gas saat mendekati lampu merah, turunan, atau kemacetan.

Teknik one-pedal driving memungkinkan mobil melambat secara otomatis sekaligus mengisi ulang baterai.

Perencanaan pengereman dari jarak yang cukup penting dilakukan agar energi yang diregenerasi maksimal dan tidak terbuang sebagai panas akibat pengereman mendadak.

Jaga Kecepatan Tetap Stabil

Kecepatan tinggi meningkatkan hambatan udara dan membuat konsumsi energi lebih besar. Menjaga kecepatan stabil dapat membantu menghemat baterai.

Fitur cruise control bisa dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi kecepatan, sekaligus menghindari akselerasi dan deselerasi yang tidak perlu.

Atur Suhu Kabin Secara Efisien

Sistem pendingin atau pemanas kabin menjadi salah satu penyedot daya terbesar setelah motor penggerak.

Pengaturan suhu ideal berada di kisaran 24-25 derajat Celsius agar tetap nyaman tanpa menguras baterai.

Penggunaan mode resirkulasi udara lebih efisien dibandingkan menarik udara dari luar.

Selain itu, fitur pra-kondisi kabin sebaiknya digunakan saat mobil masih terhubung ke pengisi daya agar energi berasal dari jaringan listrik, bukan baterai kendaraan.

Ventilasi alami juga bisa dimanfaatkan saat berkendara di bawah 60 km/jam.

Baca Juga:  Penyebab Speaker Mobil Cepat Pecah, Begini Cara Cegahnya

Perhatikan Tekanan Ban dan Beban Kendaraan

Tekanan ban yang sesuai rekomendasi pabrikan dapat menurunkan resistansi gulir hingga 3–5 persen. Sebaliknya, beban berlebih akan memperberat kerja baterai.

Mengurangi muatan yang tidak diperlukan serta menjaga kebersihan bodi, terutama bagian depan mobil, membantu mengurangi hambatan aerodinamis.

Gunakan Fitur Listrik Secukupnya

Penggunaan sistem audio, pendingin kabin, dan fitur elektronik lainnya tetap mengonsumsi daya baterai.

Penggunaan secara bijak dapat membantu meningkatkan efisiensi jarak tempuh mobil listrik selama perjalanan.

Parkir di Tempat Teduh

Suhu tinggi dapat memengaruhi performa dan mempercepat degradasi baterai.

Memarkir kendaraan di tempat teduh atau area tertutup membantu menjaga suhu baterai tetap stabil, terutama saat berhenti cukup lama.

Manfaatkan Pengisian Cepat Secara Efisien

New Cloud EV Pro dengan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 50,6 kWh menawarkan fleksibilitas pengisian daya.

Kendaraan ini mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan pengisian cepat DC.

Waktu pengisian tersebut dapat dimanfaatkan pengemudi untuk beristirahat, makan, atau menggunakan fasilitas di area SPKLU tanpa menambah durasi perjalanan secara signifikan.

Optimalkan Jangkauan dengan Cadangan Daya

New Cloud EV Pro memiliki jangkauan hingga 460 km (CLTC) dengan kapasitas baterai 50,6 kWh.

Motor listrik magnet permanen sinkron dengan daya maksimum 100 kW (134 hp) dan torsi 200 Nm memberikan performa yang tetap efisien.

Untuk perjalanan jarak jauh, pengemudi disarankan merencanakan cadangan daya minimal 15–20 persen guna mengantisipasi perubahan rute atau kondisi tak terduga di perjalanan.

(AKM/NID/RAD)

Trending