Connect with us

Politik

Anak Purbaya Bongkar Penyebab Banjir-Longsor Sumatra: Hutan Ditebangin, Diganti Tambang

Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia sebagai penyebab utama parahnya banjir bandang dan longsor di Sumatra.

Logompn

Published

on

Anak purbaya bongkar penyebab banjir longsor sumatra hutan ditebangin, diganti tambang
Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa. Gambar : Kolase Instagram/@bc.8a41121a

MPN Indonesia 4 Desember 2025 - Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, secara terbuka mengungkap penyebab kerusakan parah akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya @yudosadewa pada Sabtu (29/11), Yudo menyatakan bahwa dampak besar bencana tidak hanya disebabkan oleh badai tropis, tetapi diperparah oleh kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas manusia.

“Bencana yang terjadi di Sumatra itu bukan bencana alam. Itu cuma badai tropis yang nerjang Sumatra. Tapi karena enggak ada hutan, enggak ada penahan, akhirnya terjadi tanah longsor dan banjir bandang,” ujar Yudo dalam videonya, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (4/12).

Yudo menjelaskan bahwa hilangnya hutan membuat tanah kehilangan daya serap air.

Ia menyoroti aktivitas pertambangan, pembangunan perumahan, pertanian, dan perkebunan kelapa sawit sebagai faktor yang merusak ekosistem hutan.

“Hutan ditebangin, diganti tambang, diganti perumahan, diganti pertanian, diganti sawit. Makanya kita enggak punya penahan yang cukup,” tegasnya.

Aktivitas Manusia dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Yudo juga menyinggung perubahan iklim sebagai faktor munculnya siklon tropis di dekat khatulistiwa, fenomena yang ia anggap tidak lazim.

“Tidak mungkin siklon tropis terbentuk dekat khatulistiwa, tapi ini terbentuk di Sumatra. Itu karena pemanasan global,” kata Yudo.

Ia menilai pemanasan global yang semakin ekstrem membuat siklon tropis dapat terbentuk di wilayah yang sebelumnya jarang mengalami fenomena tersebut.

Dalam penjelasannya, Yudo menyoroti masifnya perubahan fungsi hutan di Sumatra dalam beberapa dekade terakhir.

Kawasan hutan disebut telah berubah menjadi lahan tambang, area permukiman, lahan pertanian, dan perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga:  Banjir di 11 Titik Tangerang Selatan Surut, BPBD: Semua Wilayah Sudah Aman

Trending