Connect with us

Politik

Beri Sambutan di Kongres Muslimat NU, Prabowo Subianto: Ada yang Sekarang Mau Misah-misahkan Saya sama Pak Jokowi, Lucu Juga

Prabowo menyoroti upaya pemecah belah hubungan dirinya dengan Jokowi. Ia menyebut hal tersebut lucu dan tidak perlu ditanggapi serius.

Actress 1299250

Published

on

Beri Sambutan Di Kongres Muslimat Nu, Prabowo Subianto Ada Yang Sekarang Mau Misah Misahkan Saya Sama Pak Jokowi, Lucu Juga
Beri Sambutan di Kongres Muslimat NU, Prabowo Subianto Ada yang Sekarang Mau Misah-misahkan Saya sama Pak Jokowi, Lucu Juga. Gambar: Instagram/@prabowo

MPN Indonesia 11 Februari 2025 - Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya pihak yang berusaha memisahkan hubungannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Ia menyampaikan hal ini dalam sambutannya pada Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim Expo, Surabaya, pada Senin (10/2).

Menurut Prabowo, upaya tersebut tidak perlu ditanggapi serius karena hanya menjadi bahan candaan.

Hubungan Prabowo dan Jokowi

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya banyak belajar tentang politik dari Jokowi.

Ia juga menekankan pentingnya menghormati semua pihak, termasuk mereka yang sudah tidak lagi berkuasa.

“Jadi memang kalau politik, ya saya belajar dari Pak Jokowi. Nggak usah malu-malu lah. Kadang orang sudah nggak berkuasa mau dikuyu-kuyu, mau dijelek-jelekin, jangan. Kita hormati semua,” ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menceritakan bagaimana Jokowi memperkenalkannya kepada Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, pada Pilpres 2024.

“Yang menyuruh saya menghadap Ibu Khofifah itu Pak Jokowi. Bener?” jelas Prabowo.

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara dirinya dan Jokowi tetap terjalin erat.

Prabowo menegaskan bahwa ada pihak yang ingin memecah belah dirinya dengan Jokowi.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang lucu dan tidak perlu ditanggapi dengan serius.

“Ada yang sekarang mau misah-misahkan saya sama Pak Jokowi, lucu juga,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang memiliki tujuan memecah belah bangsa.

Menurutnya, taktik semacam itu sudah lama digunakan sebagai strategi politik untuk melemahkan persatuan.

“Jangan, kita jangan ikut pecah belah. Pecah belah itu adalah kegiatan mereka-mereka yang tidak suka dengan Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Hadiri KTT D-8, Prabowo Subianto Jadi Presiden RI Pertama yang Berkunjung ke Mesir setelah 11 Tahun

Prabowo juga mengingatkan bahwa strategi divide et impera atau politik pecah belah telah digunakan selama ratusan tahun untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

“Dari ratusan tahun, devide et impera, itu adalah taktik strategi untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menghiraukan upaya semacam itu.

Pesan Persatuan dari Prabowo

Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat menimbulkan perpecahan.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada pembangunan bangsa dan tidak terjebak dalam strategi adu domba yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia bersatu.

Trending