Connect with us

Politik

China Investasi Jor-joran di IKN, Tembus Rp70 Triliun

Investasi Tiongkok di IKN capai Rp70 triliun, dominasi proyek KPBU. Kerja sama bilateral diperkuat untuk percepat pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Logompn

Published

on

Duta besar tiongkok untuk indonesia, h.e. wang lutong, bersama ketua kamar dagang tiongkok di indonesia, sun shangbin, dalam kunjungan kerja ke ikn
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong, bersama Ketua Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia, Sun Shangbin, dalam kunjungan kerja ke IKN. Gambar : Humas Otorita IKN

MPN Indonesia 31 Mei 2025 - Investasi China di Ibu Kota Nusantara (IKN) melonjak hampir Rp70 triliun per 26 Mei 2025.

Lonjakan ini memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan Tiongkok, terutama dalam pembangunan proyek strategis di IKN.

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong, bersama Ketua Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia, Sun Shangbin, memberikan dukungan penuh terhadap proyek-proyek tersebut dalam kunjungan kerja ke IKN.

Kunjungan ini menjadi simbol penguatan diplomasi dan hubungan internasional kedua negara.

Skema KPBU Dominasi Investasi di IKN

Mayoritas investasi, sekitar Rp68,4 triliun, berasal dari skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Proyek utama meliputi Moda Unik Terpadu (MUT), infrastruktur jalan, dan perumahan.

“Investasi konsorsium dan perusahaan asal Tiongkok telah berinvestasi hampir Rp70 triliun di IKN ini. Ini merupakan kepercayaan besar; investasi yang sudah berjalan akan berlanjut dan akan terus menjajaki potensi-potensi investasi lainnya,” jelas Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, seperti dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi IKN, Jumat (30/5).

Salah satu investasi langsung asing senilai Rp500 miliar dilakukan PT Delonix Bravo Investment untuk membangun Delonix Nusantara Commercial Complex yang mencakup hotel ramah lingkungan, apartemen servis, ruang ritel, perkantoran, fasilitas olahraga, dan ruang terbuka hijau di atas lahan 24.200 m².

Proyek KPBU Besar dan Ketertarikan Perusahaan Tiongkok

Dua konsorsium besar, CHEC–IJM dan CSCEC–CREC, sedang menggarap proyek KPBU MUT dan pembangunan jalan senilai masing-masing Rp27,1 triliun dan Rp27,9 triliun.

Saat ini, keduanya dalam tahap studi kelayakan dan evaluasi Komite KPBU Otorita IKN sebelum masuk proses lelang.

Baca Juga:  Akhiri Lawatan ke Kanada, Prabowo Sepakati Kemitraan Lewat ICA-CEPA

Proyek KPBU perumahan juga tengah dievaluasi, berupa pembangunan 20 menara rumah susun untuk ASN di Kawasan WP 1B, dengan nilai sekitar Rp13,4 triliun, dikerjakan oleh konsorsium IJM–CHEC.

Secara total, Otorita IKN telah menerima 36 Letter of Interest (LoI) dari perusahaan Tiongkok, dengan 32 untuk skema KPBU dan 4 untuk investasi langsung.

Sektor yang diminati meliputi energi, digital, pengelolaan sampah, transportasi, infrastruktur dasar, industri hijau, gaya hidup, serta media dan penyiaran.

Komitmen Pemerintah dan Dukungan Diplomatik

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pemerintah mendukung kelancaran investasi Tiongkok.

“Dari investasi yang sudah berjalan tersebut, kami menjamin bahwa pembangunan tidak akan berhenti di tengah jalan. Selain Otorita IKN, Kementerian Keuangan juga akan memberikan jaminan co-guarantee untuk mendukung keberhasilan pembangunan ini,” ujarnya.

Duta Besar Wang Lutong menyatakan, “Kami mendorong lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan kota ini,”

Kunjungan ditutup dengan penanaman pohon Meranti dan Kapur di Plaza Bhineka Tunggal Ika sebagai simbol kerja sama bilateral jangka panjang dan komitmen membangun IKN sebagai kota masa depan.

(AKM/NID/RAD)

Trending